Garen pulang ke rumah Hera dengan mata sembab. Selama dua tahun bersamanya, Hera tak pernah mendapati Garen seperti itu. Bahkan ketika dia berkata bahwa Dokter memvonisnya terkena penyakit langka dan hanya bisa bertahan hidup selama satu tahun, Garen tidak menitikan setetes pun air mata. "Ada apa, Ren. Kenapa mata kamu sembab begitu?" "Aku capek, mau istirahat," sahutnya lesu. "Pasti ini ada hubungannya sama perempuan iblis itu!" "Tutup mulut kamu Hera! Aku bakal bawa dia balik lagi ke rumah." "Apa kamu sudah kehilangan akal sehat, Ren! Dia sudah mencelakai anak kita walaupun kandunganku masih bisa dipertahankan." "Omong kosong! Aku sudah tau kalau obat yang diteteskan oleh Kaliya cuma herbal pencahar. Hanya karena kebetulan kamu memergoki dia jadi kamu memiliki sela untuk menje

