Kaliya tidak dirawat inap karena lukanya tidak terlalu serius. Di Kamar, ia sedang memandang geram kepada Garen. "Kenapa lo gak ke Kantor?" tanya Kaliya. Ia merasa risih Garen terus berada di sampingnya sepanjang waktu. "Aku gak bisa ninggalin kamu kayak gini. Kalau kamu mendadak pusing atau ada masalah lain akibat dari kecelakaan itu gimana?" Tampak jelas wajah khawatir Garen melihat keadaan istrinya tersebut. Mau heran tapi dialah Garen, sampai detik ini Kaliya masih tidak bisa membedakan mana yang sedang berakting mana yang memang serius. Demi mengobati rasa penasaran, Kaliya akhirnya memancing Garen. "Di kamar ini cuma ada kita berdua gak usah terlalu bersikap berlebihan." "Aku bersikap apa adanya, Kay. Andai aku gak terikat pernikahan lain mungkin aku bakal berjuang lebih kera

