Lima hari telah berlalu sedangkan Tuan serta Nyonya Anggari tidak ada di rumah mereka. Tuan Anggari memutuskan untuk mengajak istrinya sekalian jalan-jalan dan menginap di salah satu villa mereka yang berada di Malang. Salah satu trik juga agar istrinya tidak mengetahui tentang kaki anaknya. Otomatis, rumah utama Keluarga Anggari pun diambil alih oleh keluarga Juwita. Jamal dan Jevano juga mulai terbiasa hidup dan menggunakan fasilitas rumah besar itu. Juwita selalu berusaha membuat mereka nyaman dan meminta mereka untuk menganggap rumah tersebut seperti rumah sendiri. Dia menunjukkan letak ruangan dan barang-barang yang bisa dimanfaatkan untuk melepaskan kebosanan mereka. Terlebih Jevano. Anaknya itu tidak mempunyai kegiatan wajib apa pun. Ya, dia maklum karena Jevano masih dalam masa

