Vanka tersenyum kemudian kembali memeluk Jhordan dengan erat, begitu pula dengan Jhordan yang langsung membalas pelukan dari Vanka yang tak kalah eratnya. Namun baru saja Jhordan menikmati pelukan itu, tiba-tiba saja mereka berdua dikejutkan dengan deheman seseorang dari arah belakangnya sehingga membuat Vanka dan Jhordan saling melepaskan pelukannya. "Udah main peluk-pelukan anak orang aja nih." Sahut seorang pria paruh baya yang tengah berdiri di ujung kapal bagian kanan. Jhordan senyum-senyum tak jelas, jujur dirinya merasa malu kepergok oleh Edric ayahnya. Jhordan menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal, kemudian nyengir memperlihatkan gigi putihnya yang rapi. "Eh ayah, kok ada disini?" Tanya Jhordan sambil menghampiri sang ayah yang diikuti oleh Vanka di belakangnya. "Ini ka

