Jhordan mensejajarkan langkahnya dengan Vanka kemudian merangkulnya dari arah samping. Vanka terkejut bahkan langsung menghentikan langkah kakinya dan melihat ke arah Jhordan sambil membulatkan kedua bola matanya. Jhordan yang ikut berhenti pun menoleh ke arah Vanka sambil mengangkat sebelah alisnya. "Why?" Tanya Jhordan dengan tampang tak berdosanya. "Tangan lo tuh nakal." Sahut Vanka sambil melirik ke arah lengan Jhordan yang tergantung di pundak nya. Jhordan tersenyum sambil memicingkan sebelah alisnya. "Cuma nakal ke pundak doang kan bukan ke yang lain." Jawabnya yang berhasil membuat Vanka mengidik ngeri. Vanka menepis tangan Jhordan dari pundaknya, namun Jhordan lebih dulu menahannya agar tidak lepas. "Jangan dilepas, biarin kayak gini dulu." Ucapnya, kemudian Vanka men

