"Gue ikut kemana pun lo pergi. Bahkan sekalipun ada orang yang nyelakain lo, maka gue orang pertama yang bakalan balas dendam sama orang itu." Jelas Abel yang ikut meluruhkan air matanya di hadapan Vanka. Air mata itu menandakan bahwa Abel menyatakan rasa sayangnya untuk Vanka. Setakut itu Abel jika suatu saat Vanka menghilang dari kehidupannya. "Gue beruntung banget punya lo, Bel" Ucap Vanka sambil tersenyum dan melihat ke arah Abel. Kemudian Vanka kembali menundukan kepalanya dengan rasa sesak di dadanya yang tak kunjung mereda. " Tapi kalau pun suatu saat nanti semua perkataan gue bener, gue gak berharap ada satupun orang yang nolongin gue, Bel. Atau bahkan lo jangan biarin siapapun nolongin gue. Karena gue tau siapapun yang nolongin gue meski itu tulus dan ikhlas itu cuma bakalan b

