Sarah tertawa kecil dengan sedikit mengejek. "Dia pantas kok digituin. Karena udah ngerebut, Jhordan dari gue." Ucap Sarah sambil melihat sinis ke arah Vanka. "Sialan lu, Sarah!" Bentak Lulla yang ikut tidak terima. Sarah membulatkan kedua bola matanya sambil mengangkat sebelah alisnya kemudian menyelipkan kedua tangannya di depan dadanya. "Lha kok jadi kalian yang sewot ya, dia aja yang gue siram biasa aja tuh." Cetus Sarah sambil memutar bola matanya malas. "Heh, Vanka itu sahabat kita ya. Kalo lo mau usik dia, mau sakitin dia, atau mau gangguin dia maka lo harus berurusan juga sama gue." Ucap Alana dengan raut wajah marahnya. Sarah mengedikkan bahunya sambil mengangkat sebelah alisnya. "Terus apa peduli gue?" Tanya Sarah dengan tampang tak berdosa nya. Abel berdecih keci

