Episode 53

1393 Kata

Raga kemudian menatap Vanka yang sudah tertidur dengan lelap, matanya kini berkaca-kaca. Seperti nya ini adalah waktu yang tepat bagi Raga untuk bisa menangis sejadi-jadinya di hadapan Vanka yang bahkan mungkin tidak akan Vanka ketahui sama sekali. Raga duduk di samping Vanka, air matanya kini berlinang begitu saja membasahi pipinya. Entah harus bagaimana agar Raga bisa tetap menjaga Vanka selamanya. Raga kemudian mengusap- usap puncak kepala Vanka dengan lembut, perasaannya bercampur aduk. Entah itu bahagia karena berhasil meluluhkan hati Vanka atau rasa sakit di dadanya karena melihat Devan yang selalu memperlakukannya seperti itu. "Hai, cantik gimana tidurnya udah nyenyak?" Tanyanya pelan dengan isakan tangis yang tak kunjung reda. Tampaknya baru kali ini Raga bisa menangis seperti i

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN