Tak lama setelah itu akhirnya Raga pun datang menghampiri mereka dengan wajah yang sudah memerah padam. Mungkin karena terlalu khawatir sehingga membuat tampangnya seperti itu. Raga melihat ke arah Jhordan dengan tatapan yang sulit diartikan. Namun sebelum Raga berjalan lebih dekat ke arah Jhordan, Aji sudah lebih dulu menghalangi langkahnya yang membuat Raga seketika langsung menghentikan langkahnya. "Bang," panggil Aji dengan air mata yang terus berlinang. Raga menundukkan kepalanya disertai dengan tetesan air mata yang ikut meluruh keluar dari pelupuk matanya. "Kenapa bisa kayak gini?" tanya Raga kepada Aji kemudian kembali melihat ke arah lelaki yang ada di hadapannya dengan tatapan sinis dan mata yang sudah memerah pekat. "Gue selalu titipkan dia ke lo, Ji. Gue selalu bilang jaga dia,

