Jhordan mengangkat kepala Vanka yang sudah banyak bercucuran darah, lalu dia letakkan di tangannya. "Sayang bangun," lirih Jhordan dengan isakan tangis yang sudah menyelimuti dirinya. Tak lama setelah itu para sahabat Jhordan dan Vanka pun menghampiri mereka. Aji benar-benar sangat terkejut dengan apa yang sudah menimpa Vanka saat ini. Gadis yang selama ini selalu berusaha dia jaga dan bahagiakan itu kini terbaring lemas di atas aspal dengan banyak darah yang sudah melumuri tubuhnya. Ketiga sahabatnya pun sungguh syok ketika melihat keadaan Vanka dari kedekatan. Betapa banyaknya darah di atas aspal ini yang keluar dari tubuh Vanka. Aji seketika tubuhnya luruh ke bawah aspal dengan karena merasa tidak ada lagi tenaga dari dalam dirinya untuk bisa menopang tubuhnya. "Vanka bangun," sahut A

