"Bukan gue gak bertindak, Ji. Gue belum nemu waktu yang tepat buat laporin ini semua ke pihak yang berwajib," sahut Raga kepada Aji. Aji kembali melihat ke arah Raga dengan raut wajah yang sudah terlihat seperti menahan emosi. "Terus mau sampai kapan, Bang? Kapan waktu yang tepat itu. Harus nunggu Vanka mati karena kesakitan dulu baru lo bisa laporin semuanya ke pihak berwajib, gitu bang?" ucap Aji dengan sedikit membentak. "Lo harus bisa hidup adil, bang. Lo harus tetap bisa bedain mana yang salah dan mana yang benar, meski seseorang itu adalah ibu kandung kita sekalipun kita harus tetap hidup didalam keadilan." Lanjut Aji yang membuat Raga seketika langsung melihat ke arahnya dengan tatapan yang seperti memohon. " Ji gue mohon sama lo, lo paham dulu posisi gue sekarang. Gue tau siapa ya

