Namun Vanka masih tetap saja tidak mau melepaskan pelukannya. Mungkin karena dia terlalu senang sehingga membuat Vanka tidak mau mendengarkan Aji yang tengah gelagapan kesulitan bernafas. "Vanka!" teriak Aji yang membuat Vanka langsung melepaskan pelukannya dengan perasaan terkejutnya. "Kenapa?" tanya Vanka dengan raut wajah terkejutnya sambil memegang dadanya dengan sebelah tangannya. Sedangkan Aji memutar bola matanya malas lalu melihat ke arah wajah Vanka dengan sinis. "Sialan lu hampir bunuh gue, Vanka." Ketus Aji yang membuat Raga terkekeh geli karena melihat ekspresi lucu yang di perlihatkan Aji saat ini. Vanka membulatkan kedua bola matanya, dia tidak merasa bahwa dia memeluk Aji sekeras itu sehingga bisa membuat Aji kesulitan untuk bernafas. "Masa sih, Ji?" sahut Vanka yang malah

