"Udah, dek udah. Malu diliatin banyak orang," sahut Raga berusaha menenangkan Vanka. Namun ucapannya sama sekali tidak Vanka dengar, dia masih terus saja memberontak ingin menjambak perempuan yang ada di hadapannya. "Vanka mau jambak dia bang, lepasin!" teriak Vanka dengan kedua tangannya yang bergerak-gerak ingin meraih perempuan itu. Aji menggaruk tengkuk lehernya yang tak gatal. Dia benar-benar dibuat pusing oleh tingkah keras kepala Vanka. Karena merasa tidak ada pilihan lain, Aji kini memegang kedua tangan Vanka dengan kuat yang terus memberontak. "Diem gak!" tegas Aji yang membuat Vanka langsung terdiam dengan tatapan polosnya. Setelah merasa Vanka diam di dalam genggamannya, kemudian Aji melihat ke arah dua pasang kekasih itu lalu tersenyum ramah. "Maaf ya mas, mbak atas kelakuan

