bc

Rahasia Dia

book_age18+
7
IKUTI
1K
BACA
dark
tragedy
sweet
mystery
like
intro-logo
Uraian

Namaku Evelyn di panggil Eve. Aku wanita pekerjaan keras. Aku mempunyai phobia ketinggian dan trauma berat.

Tidak sengaja aku selalu bertemu dengannya saat aku perjalanan bisnis ke Paris.

Entah kenapa aku merasa nyaman dengannya. Aku lewati hari bersamanya.

Suatu hari aku baru menyadari suatu hal. Dia menyembunyikan sesuatu dariku.Entah kenapa dia menyembunyikan itu dariku?

Aku merasa kacau! Aku tidak ingin lagi kehilangan orang yang ku cintai!

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab 1. Awal Pertemuan
Namaku Evelyn di panggil Eve.Aku bekerja di sebuah perusahaan fashion.Aku phobia ketinggian tapi demi perusahaan,aku harus mengalahkan phobia ku. Aku sedang bekerja di ruanganku. Hari ini aku bertempur dengan desain-desain di atas meja kerjaku. "Drrrtt" bunyi telpon, aku segera mengangkatnya "Iya, hallo? " sapaku. "Ev, bisa ke ruanganku sebentar? " ujarnya di seberang telpon "Baik bu direktur, saya akan segera kesana" jawabku, sambil menutup telpon. "Huft, apalagi sekarang yang ingin di suruhnya" cemooh ku. Aku pun langsung pergi ke ruangan bu Direktur. "Permisi bu, apa ada yang bisa saya bantu? " tanyaku sambil melihatnya yang sedang sibuk dengan dokumen pentingnya. "Begini Ev, 2 minggu lagi ada peragaan busana di Paris dan aku sangat membutuhkanmu, jadi ku harap besok kamu harus siap-siap untuk berangkat kesana! " perintahnya. "Tapi bu saya masih banyak desain yang harus saya selesaikan" "Tidak apa-apa Ev, serahkan saja ke Tania. Tiket pesawat mu sudah saya pesan kan, dan jadwal penerbangan besok pagi sekitar jam 08.30 oke Ev?" ujarnya dengan tegas. "Baik bu, kalau begitu saya permisi dulu" jawabku. Aku segera keluar ruangan dan langsung menemui Tania untuk sementara menghandel pekerjaan ku. * * * * * * * * * Esok paginya aku sudah berada di dalam pesawat. Yah, aku sekarang sangat gemetaran tapi aku harus kuat.Aku duduk bersebelahan dengan seorang lelaki.Saat pesawat terbang aku memenjamkan mataku dan berdoa agar aku selamat. Tiba-tiba saja "Brughh" Pesawat sedikit oleng, dan aku refleks mencengkram tangan lelaki di sebelahku dengan kuat "Oh ya Tuhan, aku tidak ingin mati!!" ucapku kecil sambil memenjamkan mata dengan kuat. "Apakah kau sangat takut?" Aku kaget mendengar suara lelaki, dan refleks aku menarik tanganku "Maafkan aku. Aku.. A-aku tidak bermaksud" aku berkata sambil menunduk minta maaf. "Tidak apa-apa, saya mengerti" "Terimakasih, dan sekali lagi saya minta maaf" ucapku merasa bersalah. * * * * * * * * * * * * Aku pun Sudah sampai di Paris dengan selamat. Aku harus menghubungi temanku yang tinggal disini namanya rose, dia teman kuliahku dulu. Dia sekarang bekerja di Paris menjadi Chef terkenal di kota Paris. "Hallo, Ros? Aku sekarang sudah sampai di Paris, kamu dimana? Katanya mau jemput aku?" "Maafkan aku Ev, aku sekarang berada di Rumah Sakit. Pergelangan tanganku sebelah kiri terluka Ev." ujarnya di seberang sana. "Apa?? Bagaimana bisa?? Coba sekarang share lokasi mu Ros, agar aku bisa menjemput mu" ujarku khawatir "Oke, aku kirim ya" Aku pun menutup telponku, aku sangat khawatir. Tidak lama muncul pesan dari Rose, oke aku harus kesana. ******** ********** ******** Sesampainya di Rumah Sakit,Aku segera bertanya dengan resepsionis tentang keberadaan Rose, dan salah satu perawat membawaku menemui Rose. "Rosssss... " ucapku khawatir "Tidak apa Ev, aku baik-baik saja. Hanya di pasang Gips untuk sementara. Sepertinya aku di suruh istirahat dahulu hehe" ujarnya sambil tertawa kecil "Oke, aku tidak bisa untuk marah sekarang, dengan keadaan mu seperti ini."Aku pun pasrah. "Baiklah, karena kamu udah di Paris berarti kamu untuk sementara tinggal di apartemen ku dulu" ucapnya tersenyum lebar. "Baiklah Rose, kalau begitu kita pulang" "Yey, to Go home" cerianya. Setelah menyelesaikan pembayaran administrasi Rose, kami pun berjalan ke pintu keluar Rumah Sakit. Sambil berjalan kami bercerita dengan seru layaknya seorang sahabat yang lama tidak pernah bertemu. Tidak sengaja mataku tertuju ke seorang lelaki yang sedang duduk di ruang tunggu dan sebaliknya dia pun melihatku. Aku terdiam memandangnya, dia tersenyum dan menghampiri ku. "Hai, kita ketemu lagi" "Oh.. Ia.. Ia, senang bertemu lagi" ucapku tersenyum. "Sedang apa anda disini? " "Aku sedang menemani temanku, Dia Rose temanku" tunjukku memperkenalkan rose. "Hai,Aku Rose teman Ev" "Oh, jadi nama anda Ev, Namaku Robert" "Maafkan aku.Aku lupa memperkenalkan diriku,Namaku Evelyn di panggil Eve" ucapku malu-malu "Haha.. Tidak apa-apa Ev" ucapnya sambil tertawa. "Baiklah, kalau begitu kami pulang duluan Robert" Pamit ku. "Oke, Hati-hati di jalan" jawabnya. ******** ******* ****** ******** Sesampainya di Apartemen Rose,aku bergegas membereskan koper dan bawaan ku yang lain, Rose pun mandi dan istirahat.Sedangkan aku menyusun dokumen-dokumen penting di tas ku untuk pertemuan rapat besok. "Ev, mandi dan makan, setelah itu beristirahat. Jangan memaksakan diri, oke?" sambil melihatku yang menyusun berkas dengan hati-hati. "Baik, Ros. Aku ingin mandi dulu" ucapku berlalu. Beberapa menit kemudian, aku sudah selesai dengan mandi dan lain-lain nya. "Ev... " teriak Rose di luar kamar "Iya, ada apa Ros?" ucapku keluar kamar, sambil menghampirinya. "Kamu mau makan apa? Aku cuman ada pasta hehe" ujarnya terkekeh "Pasta saja.Setelah ini aku ingin tidur untuk mempersiapkan rapat besok pagi" ucapku sambil memakan pasta yang ada di hadapanmu. "Semangat Ev. Oh iya,aku ingin bertanya kepadamu Ev? " "Hmm, silahkan" jawabku sambil makan. "Apakah Robert temanmu?" Aku pun langsung ke sedak "Ughhh.. Air.. Air" kataku sambil meminta air "Ini, ini air. Pelan pelan Ev" ucapnya sambil khawatir. Aku pun langsung secepat kilat mengambil segelas air di tangannya. "Uhh lega" "Kamu kenapa Ev? " "Kamu yang kenapa Ros?" ucapku tidak percaya. Dia hanya diam dan kebingungan. "Oke, kamu sepertinya salah paham Ros.Robert bukan temanku. Aku tidak sengaja bertemu dengannya di pesawat, kamu tau kan aku phobia ketinggian. Saat itu yang duduk di sebelahku Robert, dan saat pesawat tiba-tiba oleng, aku secara tidak sengaja mencengkram tangannya" jelasku kepada Rose. "Berarti kalian dalam sehari ini udah 2 kali bertemu loh. Wow, ini sangat hebat" ucapnya antusias. "Maksudnya?"Tanyaku kebingungan. "Kota Paris kan Kota Cinta,konon katanya Kamu bisa menemukan jodohmu kalau ke Paris" ucapnya berbinar-binar. "Hah? Aku tidak percaya hal seperti itu Ros, haha" gurau ku. "Haha kamu ini memang tidak pernah berubah Ev, selalu saja tidak percaya" sanggahnya. Keasikan berbincang satu sama lain tidak terasa pasta kami habis tanpa tersisa di piring.Aku pun langsung membersihkan meja makan dan mencuci peralatan makan kami. Rose pun meminum obatnya dan segera beristirahat. Karena masih jam 20.30,Aku masih belum merasa kantuk. Aku beristirahat sementara di ruang tamu, sambil membaca resume yang di berikan oleh bu Direktur kepadaku, tapi entah kenapa di pikiran ku saat ini bukan resume, melainkan obrolan ku dengan Rose yang tadi. "Paris, kota cinta, jodoh" (di pikiranku) "Mungkin pertemuan ku dengan Robert hanya kebetulan saja" ucapku lirih. "Baiklah, oke. Eve kamu harus fokus, besok ada misi perusahaan yang sangat besar! Semangat" ucapku membara menyemangati diriku sendiri.

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Dinikahi Karena Dendam

read
233.8K
bc

TERNODA

read
198.7K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
188.7K
bc

Hasrat Meresahkan Pria Dewasa

read
30.4K
bc

B̶u̶k̶a̶n̶ Pacar Pura-Pura

read
155.8K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
59.8K
bc

My Secret Little Wife

read
132.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook