Pagi ini terasa dingin oleh ku.Aku termenung dalam diam, entah kenapa banyak sekali pikiran di dalam kepala ku.Rose pun menghampiriku dengan membawa secangkir chocolate hangat kepadaku.Dia sesekali menatapku sambil meminum secangkir chocolate kepunyaannya.
"Ada apa Ev? Sejak pagi ku lihat kau sudah termenung sendirian di ruang tamu.Apakah ada yang mengganggu mu?" sambil menatapku yang sedang minum chocolate di cangkir ku.
"Ehm, entahlah, aku juga bingung Rose mau cerita seperti apa kepadamu." keluhku kepadanya.
"It's okey, aku akan selalu siap mendengarkannya." lalu rose beranjak pergi untuk mengambil tas dan mantelnya.Dia pun pamit kepadaku untuk berangkat kerja.
Aku harus menemui Robert sepertinya agar semua pertanyaan di dalam pikiranku tidak semakin menumpuk.
Aku pun cepat-cepat menghabiskan chocolate ku dan bergegas untuk pergi menemui Robert.Berkali-kali aku menelponnya tapi tidak diangkat olehnya.Aku pun berinisiatif untuk pergi ke rumah sakit mungkin ia masih disana.
Sesampainya di rumah sakit aku menuju resepsionis untuk bertanya dimana ruangan Robert.Salah satu perawat pun menjelaskan ke arah mana aku harus pergi.Aku pun langsung bergegas kesana.
Setelah mencari kesana kesini ruangan tersebut akhirnya aku menemukannya.Aku ingin masuk tapi tiba-tiba ku urungkan niatku. Aku tidak sengaja melihat Angel berada di sana.Aku berdiri di belakang pintu dan bermaksud untuk pergi tapi aku tidak sengaja mendengar sesuatu hal.
"Jadi bagaimana keadaanmu Robert?"
"Aku baik-baik saja." ucap Robert terlihat tidak peduli dengan wanita itu.
"Robert ku mohon percayalah kepadaku.Kakak tidak mungkin seperti itu. Ini hanya kesalahan pahaman.Tolong jangan seperti ini terhadapku Robert, aku sangat mencintaimu." mohon ya sambil menggenggam tangan Robert.
Tiba-tiba ada perasaan sakit menjalar d jatiku melihat suasana di antara mereka.Sebenarnya ada hubungan apa mereka.
"Sudahlah.Aku sebentar lagi akan pulang dari sini. Jadi ku mohon pulang lah angel. Aku bisa menjaga diriku sendiri." melepaskan genggaman angel dari tangannya.
"Baiklah Robert kalau itu mau mu tapi tolong hubungin aku kalau kamu sudah pulang.Aku akan membawakan makan malam ke tempatmu."
"Tidak usah repot-repot angel, ada kakakku di rumah." ucapnya tegas.
"Ta-tapi kan aku... " ucapnya memelas
"Baiklah, besok aku akan menemui mu di kantor Angel.Sudah puas?"
"Baiklah, aku akan menunggu mu Robert." ucapnya langsung mencium Robert dan berlalu pergi.
Aku cepat-cepat pergi dari sana agar tidak ketahuan.Sepanjang jalan di lorong rumah sakit, aku masih terkejut dengan apa yang ku lihat dan dengar.
Dia mencium Robert dan Robert tidak menghindari ya, tidak terasa air mataku terjun dengan bebas tanpa ku sadari.
Aku berlari kecil sambil berusaha menutupi wajahku yang berderai air mata.Aku berusaha untuk pergi jauh dari sana,tiba-tiba "BBrughhh" aku terduduk di lantai.
Aku tidak sengaja menabrak seseorang sampai terduduk.
"Maafkan aku, apa kamu tidak apa-apa nona?" ujar orang itu berusaha membantuku berdiri.
Aku masih menutup wajahku dengan kedua tanganku hingga akhirnya tangannya perlahan-lahan berusaha untuk membuka kedua tanganku.Perlahan tapi pasti tanganku di bimbing untuk turun dan alhasil menampakan wajahku yang memerah serta air mata yang terus menetes.
"Eve, kenapa kamu menangis? Apakah ada yang sakit?" ucapnya sangat khawatir.
Aku terkejut ternyata dia Anthony kakak Robert.Aku segera menyeka air mataku agar berhenti terus mengalir.
"Ti-tidak apa-apa thony.Aku hanya.. " ucapku terpotong karena tiba-tiba ada suara wanita di belakang ku.
"Hai thony, ehm dia kenapa thony?" tanya ya kepada thony.
Thony pun segera memelukku.Aku sedikit terkejut dengan perlakuannya.Dia pun membisikan sesuatu di telingaku.
"Tenanglah."
"Dia adalah kekasihku. Dia sangat merindukanku hingga dia menangis seperti ini. Hehe"
"Wow, ternyata kamu punya kekasih.Ku kira kamu jomblo abadi thony hehe.Baiklah dari pada aku mengganggu kalian berdua sebaiknya aku pergi dulunya. Selamat bertemu dengan kekasihmu." ujarnya di akhir kalimat sambil menepuk pundakku seolah-olah memberi semangat kepadaku.
Perlahan Thony melepas pelukannya dariku dan menatapku.
"Kamu baik-baik saja kan Ev?"
"I-iya terimakasih thony kalau begitu aku pergi dulu." saat aku hendak pergi thony menggenggam sebelah tanganku.
"Tunggulah dulu aku sebentar di luar, aku juga sudah selesai dengan jadwal ku. Mari ikut bersamaku." ucapnya tegas kepadaku. Aku mengangguk pertanda setuju dengan ajakkannya.
Aku menunggu di ruang tunggu tiba-tiba tanpa sengaja Robert berpapasan denganku.Dia memakai pakaian santai dan dia membawa tas sepertinya dia sudah di perbolehkan untuk pulang.
"Hai Eve, Bagaimana bisa kamu disini? Apa kamu ingin menyambut kepulangan ku?" ujarnya semuringah kepadaku. Aku terdiam sejenak, bingung mau jawab apa.
"Tidak.Dia bersamaku Robert." ujar Anthony menghampiri kami.
"Maksud kakak?"
"Aku mengajak Eve untuk pergi bersamaku.Oke Eve, ayo kita segera pergi.Bye adikku." ujar thony sambil menggenggam tanganku untuk segera mengikutinya. Aku menoleh sekilas kepada Robert. Terlihat jelas kekecewaan terpancar dari raut wajahnya.Aku pun tidak peduli dan tetap terus pergi jauh meninggalkan ya yang sendirian.
Aku pun sedang berada di dalam mobil Anthony, sungguh sangat canggung berduaan dengannya karena aku tidak pernah sekalipun mengobrol bersama dengannya.
"Bagaimana kalau kita ke taman?" ajaknya kepadaku.
"Oke kita kesana saja." jawabku
Kami pun segera menuju taman yang terdekat.Sesampainya disana kami mencari tempat duduk untuk mengobrol.
"Duduklah dulu disini, aku pergi mencari minuman ringan untuk kita berdua." ucapnya kemudian berlalu.
Aku menghela nafas yang dalam, sudah sejak lama aku tidak pergi jalan-jalan padahal aku mempunyai kesempatan liburan disini.
Tidak lama setelahnya Anthony datang membawa 2 kaleng minuman soda kepadaku.
"Apakah kamu tadi tidak sengaja melihat mereka berdua?" ujarnya menyelidiki ku.
"Iya,enggak masalah si. Aku juga tidak ada hubungan apa-apa dengan Robert." jawabku berusaha untuk terlihat baik-baik saja.
"Mereka sebenarnya di jodohkan oleh ayahku dan sebentar lagi mereka akan menikah." ujarnya menatapku.
Bagai petir di siang bolong aku mendengar kabar seperti ini. Aku terkejut, sakit? Jujur sangat sakit sekali.
"Ya Tuhan, kuat kan aku." pikirku
"Apa kamu sangat terkejut Ev?"
"Eh... Ti-tidak haha.Wah, pantas mereka sangat cocok." ucapku tegar,tapi entah kenapa salah satu mataku tiba-tiba mengalirkan cairan hangat bening yang menetes.
"Kamu tidak pandai berbohong Ev.Aku tahu kamu jatuh cinta dengan adikku." ujarnya dengan lantang.
Aku segera menyeka air mataku dan berusaha untuk tersenyum walau pahit.
"Menangis lah Eve. Menangislah.. " ucapnya memasang ekspresi sedih kepadaku.
Tidak lama aku pun menangis sejadi jadi ya di hadapannya, ia pun segera memelukku seperti merasakan sakit hati yang begitu pilu kurasakan.Sambil menangis aku berbicara tidak karu-karuan di pelukkannya.
"Kenapa aku seperti ini? Seharusnya aku tidak boleh seperti ini. Aku bod*h sudah mencintainya. Aku... " ucapku tersedu-sedu(deru tangisan ku begitu pecah sehingga aku tidak bisa menahannya)
Setelah beberapa lama aku menangis, berangsur-angsur diriku mulai tenang. Aku mengajak Anthony untuk pulang. Aku ingin segera pulang dan beristirahat.
Anthony pun menuruti keinginan ku. Di dalam mobil aku terlihat masih melamun, Anthony pun hanya terdiam sepanjang jalan.
Sampai lah kami di apartemen Rose, aku segera turun dari mobil dan langsung masuk kedalam apartemen ku.
Aku membuka kamarku lalu masuk dan merebahkan diriku di atas kasur.Aku mengingat semuanya,air mataku menetes lembut mengalir lagi.
Hari ini begitu berat bagiku dan hatiku, haruskah aku terus maju atau mundur?