Sudah sejak seminggu yang lalu aku tidak bertemu dengannya.
Aku seperti merasa ada yang hilang kalau tidak bertemu dengannya.
"Bagaimana menurut mu Robert dengan gaun ini?" tanya Angel kepadaku.
"Hm, menurut ku apapun sangat cocok pada mu." jawabku datar.
"Okey.. Aku akan mencoba gaun lain." ujarnya berlalu.
Sekarang aku berada di sebuah butik yang menjual baju pernikahan.Aku tidak tahu apakah keputusanku benar untuk menerima pernikahan ini.
Aku tahu ini pasti rencana ayah tapi jujur saja ini sangat memuakan dan terlalu jauh dari rencanaku sebelumnya.
Entah kenapa ada rasa sakit yang menjalar di d**a ku.Harus kah aku menemuinya sekarang tapi aku takut untuk menyakiti ya.
Aku merindukan ya..
Entah perasaan apa yang ku alami ini.Aku pun tidak mengerti.
Di saat aku sedang asyik sendiridengan pikiranku tiba-tiba saja Angel menghampiriku.
"Apa yang sedang dirimu pikirkan Robert? Apa kamu memikirkan ya? Ada hubungan apa kamu dengannya?" tanya Angel menyelidiki.
"Tidak ada hubungan apapun. Aku hanya sekedar mengenalnya saja." ucapku tegas agar dia tidak bisa menyakiti Eve.
"It's Oke, aku akan mempercayai ucapanmu tapi harus ku peringat kan dirimu, kalau aku tidak pernah main-main!" ucapnya mengancamku.
"Tidak apa, aku juga bisa lebih gila dari dirimu, camkan itu!" ucapku geram lalu berlalu meninggalkannya sendirian di butik itu.
Hah! Bisa gila aku,kalau ikutin rencana ayah seperti ini!
"Sial!" geram ku di dalam mobil.
Aku pun memutuskan untuk pergi jalan-jalan sampai pikiranku sedikit tenang.
Ayahku dengan ayah Angel dulu bersahabat tapi karena suatu hal mereka pun menjadi bermusuhan karena dendam itu ayahku pun melatih ku seperti bom waktu untuk mereka.Ayah tidak bisa mengendalikan kakak karena kakak tidak setuju dengan hal ini.
Sedangkan aku selama bertahun-tahun selalu di jadikan tangan kanan ayah dalam membersihkan sesuatu hal yang ayah tidak sukai.
Beberapa jam aku menyetir mobil tanpa arah tujuan.Hingga tanpa sadar aku mengendari mobilku sangat jauh, aku pun memutuskan turun dari mobil dan bersandar di samping mobilku untuk mengenal nafas.
Tiba-tiba dari kejauhan terlihat sebuah mobil hitam menghampiri ku yang lagi sendirian.
Mereka ada empat orang pria,mereka semua turun dan menghampiri ku.
"Apakah kau yang bernama Robert?" ujar salah satu dari mereka.
"Ya benar. Kenapa?" jawabku lantang.
"Heh! Kau tahu kami siapa? Hmm.. Sepertinya kau tidak tahu yah?" ujarnya berlagak hebat di depan ku.
"Tidak penting!" jawabku datar.
"Wah dia meremehkan kita bos.. " ucapnya hendak memukulku tapi di halang oleh seseorang yang di panggil ya Bos.
"Kau tahu,kakak dari tunangan mu menyuruhku untuk mengajari mu sesuatu hal yang bagus. Apa kau tidak penasaran?"
"Buat apa?tidak ada gunanya bagiku!" jawabku tegas.
"Dasar bocah si*l*n!" ucap salah satu dari mereka dan berusaha memukulku tapi ku tangkis dengan cepat.
"Hei! Kau tidak tahu salah mu apa pada nyonya!" ucap bos mereka kesal kepadaku.
"Nyonya siapa kau maksud!Tidak ada yang ku anggap nyonya dalam hidupku!" jawabku dengan santai.
"B*d*b*h ini semakin membuatku geram!Oke,kalau itu mau mu bocah! Hajar dia sampai m*mp*s!"
Mereka pun datang berkeroyokan menghampiri ku.Merek memukulku menggunakan tangan kosong.Aku pun tidak segan membalas pukulan mereka.
Satu persatu mereka tumbang olehku dan tersisa lah si Bos yang merasa kesal oleh perbuatan ku.
"Kurang ajar kau!" ucapnya mendatangi ku dan langsung menghajar ku secara berutal tapi aku selalu bangkit dan membalasnya.
Tiba-tiba "Brughhh" ada yang menghantam kepalaku dengan keras dari belakang.
Aku langsung tersungkur jatuh di jalanan,perlahan aku tidak bisa menggerakkan tubuhku.Sayup-sayup aku mendengar suara mereka yang mengumpat satu sama lain.
"Kau apakan dia b*d*h!"
"A-aku tidak sengaja bos.Bagaimana ini?"
"Baiklah.Kita tinggalkan saja dia disini.Biar aku yang berbicara dengan tuan."
Mereka pun meninggalkan ku sendirian dalam keadaan telentang di jalanan.Aku dapat merasakan cairan hangat yang keluar dari belakang kepalaku.
Hujan tiba-tiba turun dengan deras membasahi ku yang terbujur di jalanan seakan-akan ingin menghilangkan noda merah yang merembes di kepalaku.Dinginnya air hujan yang turun menyeruak merasuk dalam tubuh ini seolah-olah ingin menyelimuti ku dalam iringan hujan.Pandanganku sayup-sayup mulai kabur dan berganti oleh kegelapan.
***** ***** ***** ****** *****
"Bagaimana keadaan ya Ana?"
"Sudah mulai stabil, dokter Anthony." ucapnya sambil membenarkan selang infus ku.
Aku tersadar secara perlahan karena mendengar sayup-sayup suara seseorang.Aku melihat sekeliling ku dan mendapati kakaku sudah berdiri tidak jauh dariku.Dia memandangku sekejap dan menghampiriku.
"Katakan apa yang terjadi padamu kemarin malam?" tanya ya kepadaku dengan datar dan tegas.
"Aku tidak apa-apa kak." ucapku dengan tenang.
"Jangan bohong! Apakah ini ulah pak tua itu!" ungkapnya menahan amarah.
"Tidak kak. Sudahlah yang penting aku selamat!" jawabku untuk menyudahi ini.
"Seandainya tidak ada seseorang yang lewat di jalan itu mungkin kau akan.." ucapnya terpotong.
"Sudahlah.Percuma saja berbicara seperti ini kepadamu!Kamu tidak pernah mendengar kan ku Robert!Kamu akan menyesal nanti Robert!" jelasnya dan berlalu pergi meninggalkan ku yang sendirian di dalam kamar pasien.
Aku tahu aku salah mengikuti keinginan ayah tapi jujur saja aku tidak tahan untuk di atur-atur seperti ini.Bisa saja kemarin malam aku menghabisi mereka semua tapi pasti identitas ku akan ketahuan.
Dua hari sejak aku pemulihan di Rumah sakit ini. Aku pun mulai bosan, akhirnya aku memutuskan untuk berjalan-jalan sejenak di taman rumah sakit ini.Saat aku sedang berjalan-jalan sendirian,tidak sengaja aku melihat Eve di lorong rumah sakit sedang berjalan-jalan sendirian juga.Aku pun bermaksud untuk menghampirinya.
Entah kenapa perasaan ku sedikit lega dan bahagia melihatnya masih bisa tersenyum.
"Hai Eve.Sedang apa disini?" ucapku kepadanya.
Dia sedikit terkejut melihat keadaanku.
Oh, tidak.Aku lupa bahwa sekarang keadaanku sedang tidak baik-baik saja.(ucapku dalam hati)
"A-apa yang terjadi dengamu Robert?" tanya ya khawatir kepadaku.
Entah kenapa aku merasa sangat senang Dia mengkhawatirkan ku.
"E-eh..tidak apa-apa, cuman luka kecil saja kok.hehe" jawabku sedikit tertawa.
"Bohong! Luka kecil enggak seperti ini loh! Ayo duduk dulu, ceritakan kepadaku apa yang terjadi denganmu! Ku mohon!" ucapnya tegas.
Aku pun menganggukkan kepalaku tanda setuju dengan perkataannya.
"Baiklah.Aku hanya kecelakan kecil saat mengendarai mobil Eve.Sungguh tidak terjadi apa-apa dan aku sekarang baik-baik saja." jelasku menenangkan ya.
Dia terus-terusan memperhatikan ku dari atas sampai bawah, serasa dia tidak percaya oleh ucapan ku.
"Enggak mungkin sampai kepalamu terluka seperti itu dan jalanmu saja tertatih-tatih!" sambil menyipitkan mata ya,dia menginterogasi ku.
Aku pun spontan tertawa melihat tingkahnya yang seperti itu.
"Ada-ada saja kamu Ev. Nama ya kecelakaan mobil pasti kepalaku sedikit terbentur dan badanku jadi memar-memar itu sebabnya aku berjalan tertatih-tatih, Eve." jelasku kepadanya.
"Hm, up to you!" ungkapnya memalingkan wajahnya dari diriku.
Aku yakin pasti sekarang ekspresi ya marah. Maafkan aku Ev, aku tidak ingin kamu terlibat lebih jauh olehku.
"Hm, kamu kesini sedang apa Ev?" tanyaku mengalihkan topik pembicaraan kami sebelumnya.
Dia menatapku dan menghela nafas yang panjang.
"Huh.. Aku kesini untuk mengantar Rose periksa tangannya. Apa sudah sembuh atau tidak." jawabnya datar.
"Oh begitu. Jadi hasilnya bagaimana?"
"Entahlah, karena lama menunggu Rose akhirnya aku memutuskan untuk berkeliling rumah sakit ini." ujarnya menjelaskan.
Tidak lama ku melihat dari kejauhan Rose sedang sibuk mencari Eve kesana kesini.
"Sepertinya itu Rose." tunjukku kepada Eve.Eve pun menoleh ke arah yang ku tunjuk.
"Oh iya, benar itu Rose. Baiklah Robert aku pamit pulang dulu.Good well soon Robert." ucapnya tersenyum kepadaku dan berlalu.
Aku pun tersenyum mendengarnya mengucapkan hal itu.Aku terus memandanginya dari kejauhan,hingga akhirnya sosok itu perlahan menghilang.
"Sedang apa disini?" ucap seorang wanita tiba-tiba di sampingku. Aku terkejut dan menoleh ke asal suara itu.
"Angel.. Apa yang kamu lakukan disini?" ucapku bertanya kepadanya. Untung saja Eve sudah pulang kalau tidak..(pikirku).
"Untuk menjenguk calon suamiku lah. Ku dengar dari Robert kamu kecelakaan mobil? Kok bisa?" tanya ya yang pura-pura tidak tahu atau benar-benar tidak tahu.
"Entahlah, coba kamu tanya sendiri dengan kakakmu." ucapku berlalu dari hadapannya.
Benar dugaanku ini pasti ulah Rodrigo dan dia juga yang membawaku kesini. Sebenarnya apa tujuannya.Apakah dia sudah mengetahui identitas ku!Aku harus menyelidiki ya sesegera mungkin.(ucapku di dalam hati)
"Tu-tunggu Robert.kamu berjalan sangat cepat." ucap Angel.
Aku tidak sadar kalau dia berusaha mengikutiku sampai ke kamarku.
"Ada apa lagi?" tanyaku kepadanya.
"Maksud ucapan mu yang tadi. Maksudnya tanya kakakku? Apa hubungannya kakakku dengan kecelakaan mobilmu?" tanya ya menahan amarah kepadaku karena telah menuduh kakaknya.
"Angel asal kamu tahu.Aku enggak pernah kecelakaan mobil!Mobilku baik-baik saja dan aku seperti ini karena ada seseorang yang berusaha untuk memberiku sebuah pelajaran dari orang-orang yang tidak berguna! Kamu mengerti?" ucapku sinis kepadanya.
"Maksudmu ini semua karena aku? Begitu?" ujarnya marah.
"Aku tidak pernah merasa mengatakan kalau kamu dalang ya!Apa kamu merasa?"
"O-oke, benar bahwa aku telah mengadu kepada kakak atas perbuatan mu kepadaku di butik tempo hari yang lalu tapi kakak yang malah memarahiku dan mengatakan aku hanya salah paham denganmu!Jadi aku berusaha untuk meminta maaf kepadamu waktu itu, tapi handphone mu malah tidak bisa di hubungin. Bagaimana mungkin kakakku melakukan hal b*d*h seperti itu kepadamu!"
"Begini saja Angel, sebaiknya kamu pulang. Aku ingin menenangkan pikiranku dan tenangkan juga pikiranmu. Aku harap kamu tidak melakukan hal aneh lagi!" ucapku mengusir ya dari sini.
Angel pun langsung pergi dengan keadaan marah.
Entahlah ada yang aneh disini, sepertinya angel benar-benar tidak tahu masalah ini.Aku yakin kakaknya sudah tahu diriku yang sebenarnya. Baiklah aku tidak perlu lagi menyembunyikan hal ini di hadapannya.