5.Aku dan Dia

1633 Kata
Tiba akhirnya Acara Peragaan Busana Fashion Show di adakan. Aku pun tidak sabar ingin melihat keberlangsungan acara tersebut. Banyak sekali tamu undangan yang datang terutama dari kalangan orang-orang yang sangat terkenal akan dunia Fashion. Aku harap-harap cemas seandainya desain ku tidak mereka minati dan nama perusahaan yang ku bawa akan ternodai olehku. "Ya Tuhan, aku sangat gugup.Semoga saja kita berhasil memenangkan penghargaan,Lily." ucapku gugup. "Tenanglah Eve, aku yakin kita akan berhasil!" ujarnya menyakinkan ku. Acara pun berlangsung dengan sangat sempurna dan meriah. Tibalah di puncak acara, dimana yang menyelenggarakan acara ini diminta untuk naik ke atas panggung memperkenalkan brand perusahaan mereka. Naiklah seorang wanita yang cantik dan anggun ke atas panggung di iringi dua orang pria ber jas hitam yang terbilang elegan. Wanita itu memperkenalkan dirinya yang bernama Angel dan pria di sebelahnya adalah saudaranya bernama Rodrigo. Mereka berdua lah yang mendirikan perusahaan Fashion terbesar dan mampu untuk melaksanakan Event ini.Setelah kalimat penyambutan oleh Angel dan Rodrigo, mereka pun memperkenalkan seorang pria yang berada di belakang mereka sebagai rekan kerja bisnis mereka. "Perkenalkan dia Adalah Robert, Dia adalah rekan bisnis saya. Dia lah yang turut berinvestasi di perusahaan saya dan membantu menyelenggarakan Event yang kami laksanakan ini." ujarnya memperkenalkan. Aku terkejut dengan nama itu. Yah, tidak salah lagi dia Robert tapi bagaimana mungkin bisa?Aku tercengang melihatnya. Banyak sekali pertanyaan di kepalaku. Aku harus berbicara dengannya. Setelah basa basi perkenalan mereka, mereka turun sambil menyambut tamu-tamu yang datang dan menghampiri kami semua yang ikut dalam Event ini. "Bagaimana acaranya? Aku harap kalian menikmati ini semua dan ku harap kalian banyak belajar dari acara ini." ungkap Angel bersemangat "Iya, kami sangat menikmatinya Ms. Angel." ungkap salah satu peserta. "Baiklah sudah waktunya mengumumkan hasil penjurian Busana Desain ini." ucap Rodrigo kepada kami. Kami pun bersiap-siap untuk mendengar hasil dari para juri. Aku sangat gugup dan gelisah.Sesekali aku melirik Robert di seberang sana tapi dia langsung berpaling mengalihkan pandangannya. "Hei! apa maksudnya itu" pikirku tidak percaya dengan apa yang barusan ku lihat. "Dari hasil penjurian,mereka sangat terkesan dengan Desain-desain yang mereka lihat, bagi mereka sangat lah berwarna dan indah tapi karena hanya ada 1 pemenang kami harap yang belum beruntung jangan berkecil hati. Akan ada lagi kesempatan yang akan datang. Baiklah tanpa menunggu lama saya akan mengumumkan,siapa yang mendapatkan juara 1 di Event kali ini..mari kita sambut...Ms. Evelyn dari Perusahaan Fashion **** , silahkan Ms. Evelyn... " Aku tercengang tidak percaya ternyata aku berhasil medapat penghargaan Desain Busana Fashion Show tahun ini. Aku pun bersama Lily naik ke atas panggung dan mengucapkan terimakasih kepada semuanya. Di akhir acara penutupan di adakan sangat meriah untuk keberlangsungan acara ini. Saking rame dan pengapnya aku memutuskan pergi keluar sebentar untuk menghirup udara segar. Aku merasa bahagia, tidak lupa aku langsung segera menghubungi bu Direktur dan memberi tahu kan kalau kami berhasil. Bu Direktur pun sangat senang dan memberikan kami liburan panjang di Paris sebagai ucapan terimakasih,tidak lupa ia pun memberikan reward yang cukup besar kepadan kami. "Selamat Eve, kamu berhasil!" ucap Robert dengan tiba-tiba menghampiri ku. "Oh iya, terimakasih banyak Mr.Robert." ucapku menundukkan kepalaku sebagai tanda hormat. "Bersikaplah seperti biasa saja Ev. Maafkan aku karena menyembunyikan hal ini Ev." ujarnya menyesal "Iya, aku cukup mengerti." ucapku datar "Mau minum denganku Ev? Sebagai ucapan tanda selamat dariku." ujarnya mengajak "Baiklah." jawabku mengiyakan. Kami pun memutuskan untuk pamit pulang duluan kepada Angel dan Rodrigo. Entah kenapa aku tidak sengaja melihat tatapan mata Angel terlihat sinis kepadaku."kenapa dia menatapku seperti itu?"pikirku bingung. Aku dan Robert singgah di sebuah Restoran yang terkenal, Robert memesan Wine yang berkualitas tinggi. Aku terkejut karena jujur saja aku tidak pernah minum-minuman seperti itu. "Robert, aku tidak pernah minum- minuman jenis seperti itu?" ucapku konyol "Haha, tenang saja Eve...wine yang ku pesan kadar alkoholnya sangat sangat sedikit, jadi tidak membuat mu hilang kesadaran, okey?" "Ta-tapi.. Baiklah, tapi aku hanya minum segelas saja, oke?" tanyaku ragu-ragu untuk memastikan ya. "Okey." ujarnya tersenyum. Tidak lama Wine yang di pesan Robert datang.Robert pun menuangkan segelas kepadaku. Aku pun mencobanya agak ragu-ragu. "Hmm, sepertinya tidak terlalu buruk." ucapku sedikit menyesap minuman itu. "Sudah ku bilang ini sangat enak." ujarnya Kami pun berbincang dengan santai sambil memakan hidangan steak yang di pesan oleh Robert. Setelah makan kami melanjutkan pembicaraan kami sambil minum sisa Wine yang tinggal sedikit. Entah kenapa tiba-tiba aku merasa diriku seperti melayang-layang tidak karuan. "Robert, aku kenapa ya?" ucapku dengan wajah yang memerah "Sepertinya kamu terlalu banyak minum Ev.Baiklah Ev cukup minumnya biar ku antar kamu pulang." ucapnya sambil memanggil waiters untuk meminta bill hidangan kami. Aku pun di papahnya ke mobil,sedikit tapi pasti ku dengar Robert mengatakan sesuatu. "Eve sadarlah, Gawat sepertinya ini salahku! Maafkan aku ev." ucapnya sambil menyetir mobil dan sesekali memastikan ku baik-baik saja. Setelah itu pandanganku sedikit demi sedikit mengabur dan gelap. ****** ****** ***** ****** ***** Silau matahari di jendela membuatku tiba-tiba terbangun. "Huh, aduh kepalaku sakit sekali." eluh ku sambil memegang kepalaku. "Tu-tunggu.Aku dimana? Ini bukan apartemen Rose. Kenapa ruangan ini sangat minimalis sekali? Kenapa aku pakai baju kaos? Ini kaos siapa?? Oh Tuhan, mana handphone ku?" Aku terkejut bukan main, ada 30 panggilan tak terjawab dari Rose. "Mati aku." pikirku. "Cek lekk" tiba-tiba pintu yang tidak jauh dari tempat tidur ini terbuka dan menunjukkan sesosok pria yang sangat gagah di depanku dengan rambutnya yang basah sehabis mandi. Aku tercengang dan berteriak "Oh, tidak. Siapa kamu!" ucapku teriak "Hahahaha" Aku pun tersadar dari suara tawa itu, ini kan suara Robert. "Tenanglah Eve. Aku tidak melakukan hal apa pun terhadap mu loh." ucapnya mengejekku "Lantas siapa yang menggantikan pakaianku?" ucapku tidak percaya Tiba-tiba datang seorang lelaki lainnya menghampiri kami. "Maafkan adikku yang ceroboh ini membuat Anda sampai tidak sadarkan diri Ms. Minumlah obat pereda ini agar dirimu nyaman." ucapnya lembut kepadaku. Aku pun langsung meminum obat itu, Robert pun langsung memakai pakaiannya dan datang menghampiri kami. "Maafkan aku Eve, ini adalah kakaku Anthony. Dia adalah seorang dokter dan bekerja di Rumah sakit tempat kita bertemu untuk kedua kalinya." ujarnya menjelaskan "Oh iya, salam kenal, nama saya Evelyn. Hmm, sepertinya anda pernah saya liat Mr.?" ucapku berpikir "Benarkah? Dimana itu Ev?" ucap Robert "Oh iya, anda termasuk salah satu tamu yang hadir di Acara peragaan busana kemarin malam kan Mr.?" ungkap ku mengingatnya. "Iya, anda benar. Panggil saja aku thony tidak usah pakai Mr. Okey?" ungkapnya "Ba-baiklah" "Baiklah kalau begitu mandilah sana Ev, dan langsung turun ke bawah untuk sarapan bersama. Oh iya, ada satu hal yang harus kamu tahu Ev, yang menggantikan baju mu adalah Bibi yang bekerja di rumah ini ." ucap Anthony sedikit menggodaku. Aku pun tersipu malu di buatnya. Robert pun berlalu sambil tersenyum kepadaku. "Oh tidak. Sekarang aku memikirkan hal yang bukan-bukan. Sebaiknya aku harus mandi dan segera pulang dari sini!" gumamku. ***** ******* ******** ****** **** Aku pun sarapan dengan mereka dalam diam. Sesekali Robert melirik ku dan aku pun meliriknya.Dia tersenyum lalu mengalihkan pandangannya.Aku pun bingung di buat oleh tingkahnya. Setelah selesai sarapan,Anthony berpamitan pergi karena dia sedang terburu-buru ke rumah sakit di sebabkan ada pasien gawat darurat. Aku pun juga memutuskan untuk pulang ke apartemen Rose karena ku yakin Rose pasti sedang mengkhawatirkan diriku. "Biar ku antar pulang Ev." ajaknya kepadaku. "Baiklah Robert." balas ku kepadanya. Kami pun melaju dengan santai menggunakan mobil. Di perjalanan kami saling berbincang. "Kemarin malam kamu benar-benar tidak sadarkan diri Eve. Aku khawatir dengan keadaanmu, gara-gara diriku kamu jadi seperti ini. Maka dari itu ku putuskan ku bawa dirimu pulang ke rumahku karena kakaku dokter pasti dia tahu cara menangani mu. Maaf ya Ev." jujurnya kepadaku dan terlihat jelas dia menyesali perbuatannya. "Tidak apa-apa Robert.aku juga salah kenapa aku terlalu banyak minum! Huh, mungkin karena pertama kali, aku jadi terlena." ucapku sedikit tidak percaya dengan diri ini. "Haha ternyata kamu bisa seperti ini juga Eve." tawa ya renyah. Saking lamanya kami berbincang tanpa sadar kami sudah sampai di apartemen Rose.Aku pun langsung siap-siap hendak turun dan berusaha mengambil tas berisi baju gaun ku di kursi belakang karena posisi tanganku tidak pas menompang tubuhku yang mengambil barang di kursi belakang,aku pun tidak sengaja terhunyung ke samping Robert. Robert pun langsung sigap menangkapku dan sekarang posisi kami seperti orang berpelukan. Aku pun langsung menatap Robert dan Robert pun menatapku.Perlahan tapi pasti wajah Robert mendekat ke wajahku.Matanya menatap mataku perlahan mengarah ke bibirku.Sedikit demi sedikit, bibir kami pun saling bertautan.Entah kenapa mataku pun ikut terpejam secara perlahan seperti menikmati sensasi yang baru pertama kali ku rasakan. Rasa manis di padu irama degupan jantung ini, membuat diriku mulai kacau. Aku pun berusaha menyadarkan diriku. "Oh tidak,Aku tidak boleh seperti ini." pikir ku. Aku pun langsung menarik tubuhku dari pelukan Robert dan langsung keluar dari mobilnya. Secepat mungkin aku masuk ke dalam apartemen. Aku membuka pintu apartemen dan Rose menyambutku dengan sedikit kesal. "Darimana saja Ev, kamu tahu aku begitu khawatir?" tanya ya "Maafkan aku Rose. A-aku tidur di tempat lain. Udah ya jangan marah?" ucapku menggodanya agar tidak marah lagi kepadaku. "Kamu tahu kan aku menelpon mu berulang-ulang Eve, dan.. " kalimatnya terpotong dan tercengang melihat pakaian yang ku kenakan. "Eve, kamu tidur dengan laki-laki lain!" ucapnya tidak percaya. Gawat!!!pasti Rose akan mengomeli ku panjang kali lebar kali tinggi seperti mama ku.Aku pun berusaha untuk menjelaskannya agar dia tidak salah paham kepadaku. "Oh jadi seperti itu. Aku kira dirimu di culik laki-laki be*at Eve." ungkap ya lalu terdiam. "Maaf ya Rose tapi beneran aku enggak di apa-apain mereka kok!" ucapku meyakinkannya. "Baiklah, aku percaya Eve. Jujur sebagai sahabat lama mu aku selalu mendukung mu tapi satu hal yang harus kamu ingat Eve, sebelum melakukan sebuah hubungan kamu harus tahu dia seperti apa, bagaimana orangnya, pokoknya jangan sembarangan lah mengambil sebuah keputusan Eve." ungkapnya menasehati ku.Aku pun mengangguk tanda setuju dengan perkataannya. Jujur aku sangat senang mempunyai sahabat seperti Rose. Rose selalu ku anggap seperti saudara ku sendiri. Dia lah pengganti mama ku apabila aku jauh dari mama.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN