Gigih memberanikan diri chat Leara Jum'at sore. Ijin mau main ke kos Leara besok Sabtu pagi, sekalian ngerjain rekapan survei. Agak ragu, soalnya takut ditolak. Tapi juga pengen ketemu. Hadeh kenapa malah jadi ribet sih. Biasa juga kalau mau chat, ya chat aja. Akhirnya dikirim juga chat dari Gigih ke Leara.
Sore Leara. Ini Gigih. Besok Sabtu pagi ada acara ndak? Aku mau ke kosmu. Boleh minta alamat kosmu?
Belum dibaca.
Udah jam 7 malam, masih belum dibaca.
Hadeh, anak ini memang ngeselin. Tinggal cari makan malam dululah.
*****
"Ayolah Mita, kita udah muter berapa kali ini. Belum ada yang cocok juga. Kan ujian kenaikan tingkat pakai seragam, kenapa mesti repot nyari baju baru. Belum nyari snack juga.", kata Leara.
"Memang, besok itu pakai seragam, tapi kan dalamnya tetep pakai kaos lengan panjang sama celana panjang. Biar matching gitu.", jawab Mita.
"Gini ini kalau ikut kegiatan berkedok nyari jodoh. Repot.", tukas Leara.
"Tolonglah sabahatmu ini. Tak maukah kamu mendukungku dengan Pangeran Kodok?", tanya Mita.
"Kemarin yang doain panjang lebar, sampai nikah siapa coba. Kurang gimana lagi aku sebagai cheerleadermu. Tapi ini kaki udah gak tahan lagi", kata Leara.
"Hehehe...ya dah yang ini. Pas banget ukuran, warna dan modelnya. Yuk bayar dulu.", ajak Mita.
"Ini udah jam setengah tujuh malam Mit. Kamu besok ujiannya kumpul jam 06.00 pagi. Jam segini kita masih di mall. Belum makan malam. Aku dah lapar. Emangnya kamu gak capek. Besok kan ujiannya latihan fisik.", kata Leara.
"Cukup dengan melihat Pangeran Kodok, energiku langsung full Leara. Ya dah yuk pulang, ntar mampir makan malam deket kosku ya. By the way, makasih ya udah nemenin sama nganterin belanja. Kamu emang my best pren.", jawab Mita.
Perjalanan pulang dari mall ke kos Mita sekitar setengah jam. Kita kan anak bukit. Kalau mau ke mall harus turun bukit ke pusat kota Semarang. Sekalinya ke kota, semua mall dijelajahi. Tinggal kuat-kuatan kaki. Kalau gampang pegel mending belanja online aja. Hehehe....
Akhirnya sampai juga ke kos Mita. Aku parkir motor dulu di halaman kos Mita. Habis itu, jalan kaki ke warung makan sebelah kos Mita persis.
"Bu, pesen nasi SOP ya.", kata Mita sambil ambil mendoan dua.
"Kalau aku nasi rames aja deh Bu.", kata Leara.
Sambil bawa pesenan masing-masing, Mita dan Leara milih duduk di teras warung, biar silir angin sepoi-sepoi. Lagi enak-enak makan, tiba-tiba ada yang datang ke meja mereka.
"Leara, sombong banget. Di chat gak dibaca. Untung aku keluar makan malam, jadinya bisa ketemu kamu disini."
Leara kaget, liat Gigih ada di depannya. Gara-gara nemenin belanja Mita dari sore sampai malam, dia gak buka HP sama sekali. Dan memang kebiasaan juga, kalau pergi ataupun motoran, Leara gak mau nengok HP. Takut gak konsen nanti malah membahayakan diri sendiri dan orang lain.
"Ya maaf. Aku memang belum buka HP dari sore. Habis pergi sama temenku. Kenalin ini Mita. Mita ini Gigih.", jawab Leara.
"Mita."
"Gigih."
Mata Mita kedip-kedip, kasih kode siapa tuh cowok. Gak biasanya Leara punya kenalan cowok tanpa sepengetahuan Mita. Apalagi cowok model Gigih yang pakai celana jins belel kayak gini.
"Ini temen survei. Oh ya emang ada apa kok chat aku?", tanya Leara.
"Besok aku mau main ke kosmu. Mau bikin rekapan hasil survei. Kan Senin dikumpul. Mau tanya alamat kosmu dimana?.", jawab Gigih.
"Oh gitu. Kosku di Wisma Manda. Deket kok dari sini. Tau kan Wisma Manda.", kata Leara.
"Kosmu di Wisma Manda. Kosnya anak-anak rohis yang kutu buku itu. Boleh gak aku main?", tanya Gigih.
"Ya kalau memang ada keperluan, boleh aja main. Tapi kalau cuma mau main aja, itu malah yang gak boleh.", jawab Leara.
"Baiklah kalau gitu. Besok jam 9 aku ke kosmu ya.", kata Gigih.
Gigih sudah selesai makan. Jadi setelah ngobrol, dia langsung pulang ke kosnya.
Sepeninggal Gigih, Mita udah ribut interogasi.
"Itu temen surveimu kemarin. Wah sepertinya feelingku dia ada rasa sama kamu. Dari tatapan matanya, gak bisa bohong. Tapi sebagai sahabat yang baik, aku wanti-wanti sama kamu Leara, aku gak sreg sama tu anak. Feeling emak-emakku, aku gak setuju. Plis, jaga jarak sama tu cowok", nasihat Mita udah kayak emakku beneran.
"Iya-iya aku udah jaga jarak, jaga mata, jaga hati, jaga diri. Sekarang gantian aku wanti-wanti dirimu. Besok jangan keganjenan sama Pangeran Kodokmu itu. Takutnya dia muntah keracunan.", kata Leara.