Keyla PoV
"ASSALAMUALAIKUM!" toa gue.
"Waalaikumsalam."
"Wih, belanjaan lo banyak banget. Ada jajan nggak? Kasih satu dong." ucap abang gue.
"Nggak ada jajan. Ini tuh perlengkapan sekolah gue besok."
"Kirain ada jajan." ucap abang gue dengan wajah tertekuk.
"Kalo mau jajan, beli lah bang. Mageran amat lo jadi orang."
"Oke, ntar gue beli jajan banyak tapi lo nggak boleh minta."
"Nggak lo kasih juga nggak papa, ntar gue colong aja jajan lo, hahah."
"Dih."
"Wle. Eh bang, hari ini nggak ada film yang bagus gitu?" tanya gue. Gue lihat tv film nya itu itu mulu, gue bosen.
"Ada, bentar gue cariin. Nah ini keren, dulu lo kan suka sama yang ginian."
"Berbie? Pilihan yang tepat." ucap gue dengan senyum terpaksa dan langsung mengeplak bahu abang gue.
"Gue udah gede bang, masa berbie sih? Nggak ada yang laen?"
"Nggak ada, yang paling bagus ya ini. Tonton aja dulu siapa tau suka, haha. Bentar gue mau makan dulu." ucap abang gue yang langsung pergi ke arah dapur.
Author PoV
10 menit kemudian
"Gimana, bagus kan? Yee, malah molor. Kata nya mau nonton tipi, eh tapi malah tipi nya yang nonton dia. Ck, dasar." ucap Aron.
Aron langsung mengendong Keyla yang tengah tertidur di sofa. Aron tidak tega juga melihat adik nya tidur seperti itu, Aron bergegas membawa Keyla ke kamar Keyla tepat di sebelah kamar nya.
***
Kringg...kringg...kringg..
"Lah, udah pagi aja." guman Keyla.
Keyla pun bergegas mandi dan segara siap siap.
Kacamata bulat non minus✓
Tas ransel✓
Kaus kaki panjang✓
Seragam longgar✓
Rok 10 cm di bawah lutut✓
Sepatu fantaufel hitam✓
Wajah agak di cokelatkan✓
Gue juga beli wig hitam yang sudah gue kepang dua. Ya kali gue jadi nerd rambut gue warna blonde.
"Wuu, mempesona nya diri ku." ucap Keyla saat melihat diri nya di pantulan cermin.
Keyla pun turun untuk sarapan pagi.
"Lo sia-"
"Gue Keyla bang, nggak usah sok lupa deh." ucap Keyla sambil menuruni anak tangga.
"Beda banget anjir." ucap Aron.
"Waw, anak gue kalo jadi detektif boleh lah ya. O iya, rambut kamu kok jadi item gini?" tanya Mommy Keyla.
"Mom Keyla lagi pakai Wig. Ya kali jadi nerd warna rambut keyla blonde." ucap Keyla.
"Yaudah, nanti kalo disekolah jangan rusuh sama temen temen kamu." ucap Daddy Keyla.
"Oke dad, tapi Keyla nggak janji." kata Keyla.
"Mom dad, Keyla berangkat dulu ya." pamit gue sambil mencium pipi mereka.
"Assalamualaikum."
"Walaikumsalam." jawab mereka barengan.
"Keyla, kamu mau naik apa?!" teriak Mommy Keyla saat melihat Keyla sudah pergi keluar rumah.
"Naik bus Mom!" balas Keyla
Keyla PoV
Gue menunggu kedatangan bus, tak membutuhkan waktu lama bus sudah datang dan gue segera menaikinya.
Didalam bus gue memandangi pemandangan di luar jendela sambil mendengarkan musik Stay With Me-Chanyeol Exo dengan earphone yang tersumpal di telinga gue.
Sekarang bus yang gue tumpangi sudah sampai di depan halte deket sekolah gue. Dan Gue liat disana sudah ada Fara, Aira dan Lala, pada lagi duduk duduk nyantai sambil mainin hp nya masing-masing.
Entah kesambet setan apaan mereka berangkat pagi. Biasanya sih berangkat nya ngepas jam tujuh dan sekarang masih jam setengah tujuh, ya sama kayak gue sih. Mungkin gara-gara misi gue kali.
"WOI." teriak gue yang membuat mereka menatap gue aneh.
"Lo Keyla?" tanya ketiga sahabat gue barengan. Dasar temen laknat, masa ga kenal sama sahabat sendiri.
"Bukan. Gue sodara nya miper." Jawab gue asal.
"Gila! Gue kira siapa. Terus apa kabar sama rambut lo, kok jadi item banget gini." ucap Fara sambil memegang rambut gue, lebih tepatnya Wig gue. Yang dibalas anggukan Lala dan Aira.
"Gue pake Wig, dodol." ucap gue kesal. Dan ketiga sahabat gue hanya ber oh ria.
Kemudian gue dkk segera melangkah kan kaki memasuki gedung sekolah SMA Hemsworth. Banyak orang yang memandangi kita dengan tatapan jijik, sinis dan lainnya.
"Loh mereka sekolah disini? Emang bisa bayar? Cupu gitu." ucap salah satu siswi itu.
"Cupu! Cupu! Cupu!" sorak siswa siswi yang lain.
"Nih, buangin sisa jajan gue ketempat sampah." ucap siswi itu sambil meletakkan bungkus jajan di tangan gue.
Gue lihat Fara, Lala dan Aira menatap siswi itu dengan wajah sinis. Gue agak gedek sih, tapi gue masih bisa sabar. Gue menghela nafas dan tersenyum singkat ke arah siswi itu, lebih tepat nya fake smile.
"Ayo buang!" perintah siswi itu lagi.
Gue cuma ngelihatin sisa bungkus jajan yang ada di tangan gue. Gue meremas bungkus jajan itu sampai membentuk sebuah gumpalan dan langsung gue lempar gumpalam bungkus jajan itu tepat di wajah nya.
"Siapa lo, nyuruh nyuruh gue. Lagian lo kan punya kaki sama tangan, dimanfaatin dong." ucap gue.
"Belagu banget lo. Murid baru udah sok, mana cupu lagi." ledek siswi itu.
"Suka suka gue lah." balas gue.
"Udah sono pergi! Jijik gue." ucap siswi itu dengan memasang wajah jijik nya.
"Yaudah. Tanpa lo suruh gue juga mau pergi. Males banget ngurusin lo pada." ucap gue yang diangguki Fara, Lala dan Aira.
Gue dkk menuju ruang kepala sekolah dengan cara mengetuk pintu terlebih dahulu. Gue mencoba untuk sopan guys. Sopan garis bawahi.
"Masuk!" ucap orang yang ada didalam, kayaknya suara kepala sekolah deh. Ya iya lah kepala sekolah, orang sudah tertera jelas bahwa nih ruangan nya kepala sekolah.
"Oh kalian! Kalian kelas Xl IPA 1, jadi sekarang keluar dari ruangan saya." ucap kepala sekolah, yang seolah olah jijik melihat kami. Dasar.
Katanya guru nggak beda bedain muridnya eh malah kepala sekolah nya yang gitu. Belum tau kita yang asli kali ya. Gue dkk langsung pergi dari ruangan kepsek tanpa mengucapkan sepatah kata apapun.
"Lo ngerasa nggak sih kalo tuh kepsek rada jijik sama kita?" tanya Aira.
"Jelas lah, tatapan nya aja gitu." ucap gue.
"Songong banget ya si kepsek, minta ditampol tuh muka." gerutu Fara.
"Iya, masa kepala sekolah kayak gitu ke murid nya." sambung Lala.
"Amit amit dah punya kepala sekolah kayak gitu." sahut Aira sambil mengelus elus dadanya.
"Eh guys, entah kenapa gue mencium bau bau korup di ruangan kepala sekolah." ucap gue sambil meniru gaya Roy Kiyoshi.
"Nah lo plagiat Roy. Gue juga ngerasa gitu deh. Masa iya sih kepala sekolah kayak gitu." sahut Fara.
"Pemirsa, saksikan karma hanya di AN-tiiiiiiiit." ucap Aira ngawur dan di balas tonyoran di kepalanya.
"Apaan deh pakek tiiiiiit segala." ucap Fara.
"Ya di sensor lah." ucap Aira.
"Serius dikit napa lo." ucap Lala kepada Aira, si Aira nya malah cengengesan ga jelas. Tepok jidat deh gue. Plak
"Oke guys, sans aja si. Cepat atau lambat kita akan bongkar semuanya." ucap gue dengan seringaian andalan gue.
"Tunggu kita wahai kepala sekolah. Hahaha." balas Fara menyeringai.
"Tawa lo bikin gue ngeri tau gak?!" ucap Aira menatap Fara ngeri.
"Iya ihh, ngeri banget kaya psikopat ae lo." ucap gue meledek.
"Sialan lo semua. Kalo gue psikopat beneran udah gue gorok lo satu satu. Gue mutilasi terus gue buang ke rawa rawa." balas Fara.
Gue, Lala dan Aira tertawa terbahak bahak, setelah puas tertawa kita menuju ke kelas Xl IPA 1.