Chap 3

2190 Kata
Author PoV "Gue udah pantes kan jadi nerd?" tanya Fara sambil membenarkan ikat rambut nya. "Udah kok, kalo gue?" tanya Aira. "Udah oke." ucap Lala. "Gue ngerasa dandanan gue paling parah daripada kalian semua." ucap Keyla yang baru saja memakaikan behel di gigi nya. "Lo kenapa pakek behel? Nggak risih?" tanya Fara. "Risih sih, tapi ya nggak papa lah. Biar kayak nerd asli gitu. Bisa di copot juga." ucap Keyla sambil terkekeh. "Kelas nya mana sih?" tanya Aira. "Nih kita udah nyampek." ucap Keyla sambil melihat nama kelas yang tertera jelas di hadapan nya. Keyla PoV Xl IPA 1 Tok Tok Tok Tok Tok Tok Tok Gue ngetuk pintu kelas dengan tidak santai nya. "Heh, lo bisa nyantai nggak ngetok pintu nya. Kita tuh lagi nyamar jadi nerd." ucap Fara sambil nyenggol tangan gue. "Hehe, iya iya." "Ada apa ya?" "Maaf Bu, kami murid baru." Kata gue. "Oh kalian silahkan masuk." ucap Bu Rose ramah. Kenapa gue bisa tau namanya sedangkan gue baru masuk sekolah ini? Ya karena ada name tag nya. Gue dkk mengangguk dan langsung masuk dengan muka biasa saja. "Ayo silahkan perkenalkan nama kalian." kata Bu Rose. "Gue Keyla Raine. H kalian boleh panggil gue Keyla." "Gue Fara Andriana. B kalian boleh panggil gue Fara." "Gue Lala Sabrina. D kalian boleh panggil gue Lala." "Dan gue Aira. D kalian boleh panggil gue Aira." kata gue dkk. "Ada yang mau bertanya?" tanya Bu Rose. "Nama kalian itu nggak sesuai sama tampilan kalian yang dekil. Ewh.." ucap tante girang yang makeup nya tebel banget kayak cabe cabean. "Nama belakang mereka kalo di jadiin satu jadi HBD, haha." "Kok nama nya agak mirip sama anak pemilik sekolah ini ya? Keyla Raine Hemsworth. Iya kan?" ucap laki laki itu dengan mata tertuju ke arah gue. Anjir, belom belom masa gue udah ketahuan. Nggak, nggak. Huhu, seharusnya gue ganti nama aja tadi. Ganti jadi 'Munaroh Dwi Astuti' misal. "Iya kok sama ya?" tanya seluruh murid. "Inisial 'H' apa?" "Heli guk guk guk." ucap gue spontan karena gue gedek sama mereka, kepo amat. "Ha? Nggak salah? Hahaha." "Keyla..." bisik Aira. "Eh maksud nya, inisial 'H' itu Herlambang. Keyla Raine Herlambang, nah itu." ucap gue. Tapi kalo di pikir pikir cocok juga ya. Keyla Raine Herlambang, haha. Krik. "Eh nerd ngomong nya gue-lo?" tanya salah satu siswa yang duduk paling depan. "Terserah lah." jawab gue dkk barengan. "Cih, nerd aja songong." ucap tante girang. "Sherly, sudah jangan pada ribut!" ucap Bu Rose sedikit berteriak. "Sekarang kalian duduk di bangku kalian masing masing." ucap Bu Rose, gue dkk mengangguk. Tante girang itu namanya Sherly toh, nama nya bagus tapi nggak kayak orang nya. "Ibu mau keluar rapat dulu." ucap Bu Rose sambil berjalan keluar dari kelas. Dan dibalas dengan sorakan sorakan riang. "Yessss nggak ada pelajaran, azek azek jos!" ucap salah satu siswa laki laki di sebelah sana. Sableng tuh bocah. "Oke, sekarang kita tentuin tempat duduk dengan cara hompimpah, okey." ucap Aira "Hompimpah alaiyum gambreng." gue dan Fara warna putih sedangkan Lala dan Aira warna hitam. "Okey sekarang gue sama Keyla dan Aira sama Lala" ucap Fara. kringg..kringg..kringg "Udah yok ke kantin laper gue." ajak gue. "Yok!" jawab mereka barengan. Gue dkk langsung berjalan memasuki kantin. Banyak yang memandang kita dengan tataoan sini dan jijik. Gue dkk lebih memilih bangku kantin paling belakang. "Eh kalian mau pesen apaan? tanya Fara. "Samain aja deh sama lo." ucap gue dianguki Aira dan Lala. "Aira, lo ikut gue mesen. Ya kali gue bawa sendiri." ucap Fara dan di angguki Aira. Fara dan Aira segera berjalan untuk memesan makanan. Setelah makanan yang dibawa Aira dan Fara sampek, gue dkk langsung memakannya habis. "Kalo udah kenyang gini mah bawaan nya semangat terus gue." ucap gue. "Weh, sama." ucap Fara sambil bersendawa. "Ih, jorok." Aira melempar Fara dengan permen. "Kayak lo nggak tau sendawa aja. Eh, btw makasih loh Ra gue udah dikasih permen." ucap Fara lalu membuka bungkus permen dan memakan nya. Tuh anak emang ya, kalo udah lihat makanan mata nya langsung kinclong. "Loh kok dimakan?" "Bodo amat, lo yang ngasih." ucap Fara. "Iya emang gue yang ngasih, tapi itu permen nya udah kadaluarsa Far." ucap Aira pelan. Makan tuh permen kadaluarsa. Tapi kasihan Fara juga sih, haha. "Anjir! wek, pantes aja rasa nya aneh." Fara meludahkan permen nya ke samping. Naas nya, permen Fara malah terlempar tepat dan mendarat mulus di kepala Sherly si tante. Wahaha, bagus deh. "Apaan nih?!" Sherly yang udah nydar kalo di atas kepala nya ada permen langsung marah. Dan gue sama temen temen gue pura pura aja nggak tau. Tapi, Sherly malah jalan ke arah kita dengan memasang wajah marah nya. "HEH CUPU! Ini pasti kerjaan lo kan?!" sentak Sherly dengan keras, semua murid di kantin mendadak hening. Tapi sumpah guys, suara dia bener bener bisa buat gendang telinga gue pecah sekarang juga. Untung gue udah nutupin telinga gue. "Jangan diem aja lo pada! Eh CUPU ngomong dong! Punya mulut nggak sih." sentak nya lagi. "Sori, gue tadi nggak sengaja." ucap Fara dengan nada malas. "Oh, jadi elo yang ngelempar permen ke rambut gue! Berdiri lo!" Sherly menarik kerah Fara secara kasar, sontak gue, Lala dan Aira juga ikut berdiri. Gue nggak terima lah sahabat gue di gituin. "Lepasin dong tangan lo!" ucap Fara sendikit membentak, seperti nya leher Fara juga di cekik sama Sherly. Cari gara gara dia sama gue. "Lepasin tangan lo sekarang." ucap gue memperingatkan. "Lo diem aja nggak usah ikut campur!!" Wah, songong sekali si tante. Gue lihat Sherly mau nampar Fara, tapi gue udah duluan nahan tangan nya si Sherly. Untung tangan gue gesit. "Lo berani sama gue?!" tantang Sherly. "Kenapa nggak berani? Lo manusia kan, sama-sama makan nasi juga. Ngapain gue harus takut sama lo." ucap gue. Gue langsung aja narik Fara dari Sherly. "Lala, Aira lo temenin Fara dulu." ucap gue kepada Lala dan Aira. Lala dan Aira pun mengangguk dan memegangi tangan Fara supaya tidak di tarik lagi oleh Sherly. "Dasar sampah!!" Sherly mendorong keras bahu gue. Gue terdorong beberapa langkah, setelah bisa menyeimbangkan langkah gue, gue maju perlahan dengan senyum smirk gue. "Kalo gue sampah, lo apa? Limbah!!" ucap gue yang nggak kalah keras nya. Gue juga ganti dorong bahu Sherly sampek dia terhunyung kebelakang. Gue dkk langsung pergi dari kantin. Sebelum gue melangkah kan kaki, tangan gue terlebih dahulu dicekal oleh Sherly dan antek-antek nya. Hal itu tentu nya membuat langkah Gue, Aira, Fara dan Lala terhenti. "Nyali lo boleh juga nerd." ucap Sherly dengan seringaian nya. "Nggak tanya." ucap gue. Sherly mengangkat tangan nya ke atas untuk nampar gue. Tapi untuk yang ke dua kali nya dia kalah gesit dari gue. Gue terlebih dahulu mencekal tangan nya dan langsung aja gue pelintir tangan Sherly. Para siswa siswi yang melihat kejadian itu langsung heboh tak karuan, dan beberapa dari mereka ada yang menampilkan wajah cengo nya. Gue hanya tersenyum miring. Abang gue juga lihat gue melintir tangan nya si Sherly, abang gue mah meringis doang. Pasti abang gue lagi bayangin betapa sakit nya di pelintir seperti itu. Karena dulu abang gue pernah gue pelintir sampe tulang tangan kiri nya geser. Salah sendiri dia jahilin gue, wkwkwk. "AWW." "Awas lo nerd, tunggu pembalasan gue!!" ucap Sherly dengan matanya yang berkaca-kaca. Bisa nangis juga ternyata. "Gue tunggu, dasar cengeng. Gitu aja nangis lo!" ucap gue yang langsung nyelonong pergi dari kantin yang disusul Aira, Lala dan Fara. "Gila, ajib bener dah tuh orang." ucap Lala setelah keluar dari area kantin. "Gue baru nemuin spesies orang kayak gitu, sampek kecekik lebeh gue." ucap Fara sambil mengusap leher nya. "Hewan kali spesies." ujar Aira. "Lagian dia nggak ada beda nya tuh sama hewan." ucap gue acuh. "Bener juga." gumam Aira. Kringg..kringg..kringg.. Bel masuk berbunyi, gue dkk langsung menuju ke kelas untuk mengikuti pelajaran selanjutnya. Dan pelajaran selanjut nya adalah SEJARAH. Sejarah guyss..sejarah. masa lalu mulu yang dibahas, bukan nya masa lalu harus dilupain bukan nya selalu di ingat. Ya nggak? ;) 'nggak sih. Menurut Author Masa lalu ga bisa di ubah, di lupakan atau di hapus, itu hanya bisa di terima' -- Author 'Diem deh thor' -- Keyla 'Berani lo nyuruh gue diem?, ntar cerita lo gue bikin Sad Ending baru tau rasa' -- author 'piss thor✌'-- Keyla Back to story guys :) Gue yang bosan dengan pelajaran sejarah pun mulai mengantuk dan tertidur dengan menjadikan tas sebagai bantalan gue. Tenang, gue ga bakal ketahuan karena apa guys? Yap gue duduk paling pojok, hahaha. Krik...krik...krik...krik... Garing kriuk kres -_- Tapi, entah kenapa Sherly tiba tiba berdiri di samping meja gue. "Bu, kok dia tidur di kelas? Harus dihukum nih murid yang model nya beginian." ucap Sherly sambil nunjuk nunjuk kepala gue. "Siapa itu yang tidur di kelas?" tanya Bu Desi. "Ini nih Bu, si murid baru. Heh bangun lo!" ucap Sherly sambil nendang kaki gue. S.I.A.L.A.N Gue berdiri dari kursi sambil natap tajem mata nya Sherly. "Siapa tadi nama kamu?" tanya Bu Desi sambil nyamperin gue. "Keyla, bu." ucap gue. "Keyla, kenapa kamu tidur di kelas?" "Saya ngantuk." "Ngantuk? Kalo gitu kamu cuci muka dulu sana di toilet biar seger." "Jangan bu, nanti dia malah pergi ke kantin lagi." ucap Sherly. "Pergi ke kantin? Enggak kok bu, saya nggak ada niatan kayak gitu kok. Sherly aja mungkin kalo dihukum suka pergi ke kantin, kan dia yang punya pikiran kayak gitu." ucap gue. "Kamu kalo saya hukum suka pergi ke kantin, Sher? Soal nya kalo saya hukum berdiri di lapangan duapuluh menit, empat puluh menit baru nyampek kelas." ujar Bu Desi sambil melihat ke arah Sherly. "E-enggak kok, bu!" bantah Sherly. Bu Desi hanya menghela nafas. "Yaudah, kamu anterin Keyla ke toilet gih. Kata nya kamu takut kalo Keyla malah pergi ke kantin." ucap Bu Desi. "Saya? Kok saya sih bu? Ogah." ucap Sherly. "Kamu berani nolak perintah saya?" "I-iya deh bu, saya mau kok nganterin." ucap Sherly. "Ngapain masih berdiri? Ayok anterin gue." gue narik tangan nya Sherly keluar kelas. "Ih, ngapain sih lo narik narik tangan gue? Iuh tau nggak." ucap Sherly sambil mengelap tangan nya menggunakan rok nya. "Emang tangan gue kotor? Ini bersih tau." ucap gue. "Lo kan nerd, lo itu cupu. Pasti jarang mandi, badan lo banyak kuman." Sherly mengeluarkan satu botol anti septik dari dalam saku nya dan langsung disemprot semprot kan ke seluruh badan gue. Banyak banget dia nyempotin nya, sampe gue batuk batuk. "Uhuk uhuk uhuk." "Habis satu botol juga lo tetep kotor." Sherly kembali memasukan semprotan anti septik nya itu di saku. "Kotor? Lo kali yang kotor." ucap gue. "Gue? Haha, sori ya. Gue tiap hari perawatan, mana ada kotor. Asal lo tau, dari seluruh cewek yang ada di sekolah ini, gue yang paling cantik. Secara kan gue putih, mulus, tinggi, kaya lagi." ucap nya dengan wajah sombong nya. "SomBONG amat! Mati aja sono lo, kecemplung sumur gitu kek." ucap gue sambil buka pintu toilet. "O iya, minggu depan gue juga mau di beliin bokap gue mobil. Mobil Lamborghini loh! Baik banget kan bokap gue, orang kaya mah bebas." ucap nya lagi. Gue balik badan terus gue teken aja tuh idung nya Sherly yang nggak mancung mancung amat biar kayak babi. "Heh kutil, asal lo tau. Gue nggak peduli ya, mau lo di beliin tokek kek, kembaran lo si babi kek, apa kek. Bodoamat! Gue sama sekali nggak peduli." setelah itu gue langsung keluar ninggalin Sherly di toilet sendiri. "Jangan ngomong lagi sama gue." ucap gue. "Terus gue ngomong sama siapa? Disini kan cuma ada lo. Lo biar tau gitu loh kalo keluarga gue itu kaya. Jadi lo jangan macem macem sama gue." ucap Sherly. "Ya lo ngomong aja sama tembok. Kaya aja bangga, kaya nggak dibawa mati. Kehidupan itu kayak roda berputar. Ada kalanya nya lo ada diatas, ada kalanya nya lo ada dibawah. Semua nya Tuhan yang ngatur. Lo boleh aja sombong, itu hak setiap orang. Tapi jangan keterlaluan, nggak baik." ucap gue sambil menepuk pundak Sherly dan setelah itu gue masuk ke dalam kelas. "Maaf bu, saya di toilet nya agak lama." ucap gue. "Iya nggak papa, lagian ini juga mau bel pulang kok. Kamu sama Sherly ayo duduk sana duduk" ucap Bu Desi sambil membereskan buju buku di atas meja. "Iya bu." ucap gue. Baru aja gue duduk di kursi, bel pulang udah bunyi. "Anak anak, pelajaran hari ini kita akhiri dulu. Catatan yang saya berikan jangan lupa di catat." ucap Bu Desi. "Iya bu." ucap semua murid. "Assalamualaikum." pamit Bu Desi. "Waalaikumsalam." ucap semua murid. "Guys, gue punya kabar gembira nih!" ucap Lala dengan wajah sumringah nya. "Jadi keinget lagu yang ini, kabar gembira untuk kita semua, kulit manggis kini ada ekstraknya." ucap gue sambil nyanyi dikit. "Ih Keyla mah, gue mau kabarin kalo kakak gue bentar lagi mau lahiran. Yees! Gue bakal punya adek baru. Uyee." teriak Lala. "Serius? Kak Loli bentar lagi mau lahiran?!" tanya Fara. "Iyaa, nanti gue disuruh ke rumah nya buat nemenin dia di rumah. Suami nya lagi pergi, besok baru pulang soalnya." ucap Lala. "Gue ikut boleh nggak?" tanya gue. "Boleh banget dong!" "Kakak lo mau lahiran anak yang ke dua kan?" tanya Aira. "Iya. Yaudah, kita pulang sekarang yuk." ucap Lala. "Oke, yuk pulang. Keburu sore ntar gue nggak dapet bis lagi." ucap Keyla.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN