Saat Keyla baru saja memasuki rumah, dia terkejut karena ada teman teman Aron sedang berkumpul disana.
"Eh ada bang Aron sama temennya."
ucap Keyla sambil tersenyum ramah dan berhasil membuat Farel, Brian dan Alvaro terbengong mengagumi kecantikan Keyla. Tetapi Alvaro dengan secepat kilat mengalihkan pandangan nya.
"Ini adek lo ron, cakep amat. Kenalin nama gue Farel." ucap Farel sambil mengulurkan tangannya kepada keyla.
"Gue Keyla adeknya bang Aron." jawab Keyla tersenyum ramah sambil membalas uluran tangan Farel.
"yaoloh cantik bener ni orang, kalo ga ada abang nya udah gue karungin, bawa pulang dah" batin Farel.
"Gue Brian temenya Aron yang paling ganteng." ucap Brian sambil membenahkan jambulnya.
"Gue Keyla. Btw masih gantengan bias gue sih, lo mah ga seberapa." ucap Kayla.
"Mamam tuh." celetuk Farel sambil memukul pelan bahu Brian.
"Keyla apa yang kamu lakukan ke aku itu jahad, asal lo tau ya gue tuh sebenernya sebelas duabelas sama si Chanyeol tau gak." ucap Brian PD.
"Ngimpi lo." ucap mereka barengan dan Brian hanya cemberut. Mungkin para fans Brian yang lagi melihat Brian sekarang akan merasa gemas.
"Alvaro." ucap Alvaro sambil menjabat tangan Keyla.
"Gue Keyla."
"dingin amat ni orang, cemilan nya es batu kali ya. Bodo amat dah." batin Keyla.
"Baru pulang, Key?" tanya Aron.
"Iya nih, hehe." balas Keyla sambil cengengesan.
"Kalian pada mau ngapain kumpul disini?" tanya keyla.
"Biasa lah key, urusan cowok" jawab Brian sambil menaik turunkan alisnya.
"Oh yaudah kalian lanjutin aja ngobrol nya. Gue mau ke kamar dulu." ucap Keyla yang di balas anggukan Aron, Farel, Brian dan Alvaro.
Sesampai nya di kamar, Keyla langsung menghempaskan tubuh nya di atas kasur.
"Tidur bentar dulu deh." ucap Keyla, tak perlu membutuhkan waktu lama Keyla sudah memasuki alam mimpinya.
Tok Tok Tok
"Keyla buka pintunya! Kita makan malam dulu." teriak Aron sambil mengetuk pintu kamar Keyla.
Karena merasa tidak ada yang menyahut dari dalam kamar, Aron mencoba membuka pintu kamar Keyla yang ternyata tidak dikunci.
"Lah gak dikunci ternyata. Kalo gitu mending gue gak usah pake ketok ketok segala." oceh Aron yang langsung memasuki kamar Keyla.
"Pantesan nggak ada yang nyahut, penghuninya lagi ngebo ternyata." ucap Aron berkacak pinggang sambil menggeleng kan kepalannya.
"Woy kebo, bangun! Ayo makan malem." ucap Aron sambil menguncangkan bahu Keyla.
Keyla hanya menggeliat kecil dan mengembalikan badannya, memunggungi Aron membuat Aron kesal.
"Bangun key, kebo banget sih jadi bocah."
"Abang nih ganggu tau nggak, baru tidur juga. " ucap Keyla sebal.
"Ayo makan malem." ucap Aron.
"Emang ini udah malem?" tanya Keyla.
"Udah mau jam tujuh nih."
"Temen temen abang udah pulang?" tanya Keyla sambil menggaruk garuk dagu nya.
"Udah, ayo makan."
.
"Keyla udah makan, bang. Masa di suruh makan terus sih, ntar Keyla gendut loh."
"Kalo nggak makan seenggak nya lo turun kebawah nemuin Mommy sama Daddy. Ayo turun. Gue itung sampek tiga kalo nggak bangun bangun gue siram pake aer."
"Ck, iye iye gue bangun. Rempong amat jadi laki."
"Adik durhaka lo."
Keyla mengabaikan ucapan Aron dan berjalan turun kebawah tapi Aron menahan Keyla.
"Apa lagi sih bang, tadi disuruh turun. Giliran mau turun malah di tahan." ucap Keyla kesal.
"Yakin mau turun sekarang?" ucap Aron memastikan.
"Emang kenapa sih, bang?"
Aron membalikkan badan Keyla menghadap cermin besar yang ada di kamar keyla.
"Huaaaaa, muka gue!!" teriak Keyla.
"Hahahaha cantik cantik ileran." ledek Aron.
Keyla langsung ngacir ke kamar mandi, Aron hanya cekikikan dan berjalan turun kebawah.
Setelah selesai melakukan ritual mandinya, keyla segera menuruni anak tangga dan berjalan keruang makan.
"Mom, Dad, Keyla kan nggak makan, kenapa di tungguin? Mommy, Daddy sama bang Aron kalo mau makan, makan aja." tanya Keyla sambil duduk di kursi.
"Yee siapa yang nungguin lo? Pede banget." ucap Aron.
"Lha terus kok pada diem gitu?"
"Kita tadi lagi berdoa." ucap Aron.
"Ooo begitu, Keyla nonton tv aja ya di sana. Mommy, Daddy sama bang Aron nikmati aja makanan nya, daripada Keyla gangguin, hehe."
"Nonton apaan ya enak nya? Nonton film action aja deh." Keyla mengambil remote dan mengarahkan nya ke televisi.
Limabelas menit kemudian
Aron, Dania dan Jam kini sudah selesai makan. Mereka kemudian menyusul Keyla yang sedang asik menonton televisi di ruang keluarga.
"Woy!! Serius amat lihat tv nya." ucap Aron yang membuat Keyla kaget.
"Bang Aron!! Gue kaget tau!"
"Masa?"
"Bodo ah." ucap Keyla kesal.
"Hehe, maaf deh." ucap Aron.
"Heran deh Mommy sama kalian, berantem mulu."
"Sering berantem, gini gini Aron juga sayang sama Keyla." ucap Aron sambil merangkul pundak Keyla.
"Nah gitu dong, adek kakak itu harus rukun." ucap Daddy.
Tak terasa mereka menonton televisi hingga larut malam. Dania yang baru menyadari nya langsung menyuruh Keyla dan Aron untuk segera tidur karena besok mereka harus sekolah.
"Keyla, Aron, sana tidur, besok sekolah." ucap Dania.
"Besok jangan sampai terlambat masuk sekolah." ucap James.
"Iya, Mom, Dad." ucap Keyla dan Aron.
***
Pagi ini Keyla sudah siap untuk berangkat ke sekolah. Dandanan nerd juga sudah ia kenakan. Mulai dari seragam kebesaran, wig, kacamata bulat, wajah agak di coklat kan dengan bedak, dan juga behel yang sudah terpakai rapi di gigi nya.
Keyla hanya tinggal mencari angkutan umum saja di jalan untuk mengantar nya ke sekolah.
"Bang, angkot!" teriak Keyla sambil melambaikan lambaikan tangan nya.
Angkutan berwarna orange itu pun berhenti. Keyla melihat di dalam sana sudah ada banyak orang. Mau bagaimana lagi, Keyla tetap menaiki angkutan umum itu walaupun berdesak desakan.
Hampir saja sampai di sekolah, tiba tiba saja ban angkutan itu meletus karena mungkin tertusuk benda tajam yang ada di jalan.
"Eh! Ini kenapa berhenti?" tanya salah satu penumpang.
"Bapak, ibuk, adek, maaf ya ban nya bocor." ucap supir itu yang merasa tidak enak kepada seluruh penumpang nya.
"Terus gimana ini?"
"Mohon maaf, kalian bisa cari angkutan umum yang lain. Soal nya ban nya bocor parah." ucap supir itu.
"Maaf ya.."
Seluruh penumpang turun dari angkutan itu dengan wajah kesal, mereka semua pergi tanpa memberikan uang kepada supir itu. Pak supir itu hanya menghela nafas pasrah.
"Nggak papa kok, pak. Ini saya kasih uang buat bapak nambal ban nya." ucap Keyla sambil memberikan uang tiga lembar seratus ribuan kepada pak supir itu.
"Eh, nggak usah mbak. Uang nya buat jajan mbak aja di sekolah."
"Terima aja, pak. Nggak baik nolak rezeki." Keyla kemudian memberikan uang itu kepada pak supir angkot.
"Makasih ya, mbak. Semoga kebaikan embak di bales sama yang dia atas, Amin."
"Amin." setelah itu Keyla melanjutkan perjalanan nya ke sekolah dengan jalan kaki.
Disela sela perjalanannya, Keyla sempat bernyanyi nyanyi ria untuk menghilang rasa bosan dan lelahnya berjalan kaki.
"Hit you With that DDU-DU-DDU-DU ayee ayeee.....azekk."
Saat sedang asik bernyanyi, Keyla dikejutkan dengan suara klakson mobil yang membuat Keyla hampir terjungkal.
"Hit you whit that DDU-DU-"
TINNNN
"Eh anjeng! Wah cari gara gara tuh orang." ucap Keyla.
Karena kesal, Keyla pun mengambil asal batu kecil yang ada di sekitarnya dan melemparkannya ke mobil, dan so nice! Lemparan itu tepat mengenai kaca spion mobil.
"Mampus kena kacanya, kalo pecah bisa berabe ntar." ucap Keyla merutuki kebodohannya.
Jeng Jeng Jeng. Pemilik mobil itu segera turun dari mobil nya dan berlari kecil menuju ke arah Keyla.
"kok gue kayak kenal ya sama nih orang, siapa ya? Oh God, dia kan Alvaro manusia kb." batin Keyla.
"Lo gapapa kan? Hey." ucap Alvaro sambil melambaikan tangannya ke depan muka Keyla yang terbengong.
"Gapapa apa nya, lo hampir aja buat jantung gue copot tau gak!?" ucap Keyla setelah sadar dari lamunannya.
Tanpa disadari Alvaro tersenyum tipis, sangat tipis. Baru kali ini ada cewek yang berani memarahinya. Pasalnya, cewek selalu bersikap manis kepadanya, lain dengan Keyla yang blak blakan.
"Yaudah gue minta maaf. Sebagai permintaan maaf, gue anterin sampe sekolah." ucap Alvaro datar.
"Nggak usah, makasih. Gue bisa jalan sendiri. Lagian nih ya, kalo sampek anak anak SMA tau, gue juga yang dibully." ucap Keyla.
Tanpa meminta persetujuan dari Keyla, Alvaro menarik tangan Keyla dan menyuruh nya masuk ke mobil.
"Masuk." ucap Alvaro datar tanpa ekspresi.
"Dasar manusia KB." ucap Keyla dengan menekan kata 'kb'.
"Kb?" Ucap Alvaro penuh dengan tanda tanya.
"Iya KB, manusia KutuB." ucap Keyla. Alvaro hanya ber oh ria. Setelah itu hening, tidak ada yang memulai percakapan satu sama lain.
"Turun." ucap Alvaro. Keyla hanya mendengus kesal dan beranjak turun dari mobil. Tanpa mengucapkan sepatah kata apapun Keyla langsung meninggalkan Alvaro.
Ya, mereka sudah sampai di sekolah dan banyak pasang mata yang menatap Keyla marah, tajam, tatapan membunuh, iri, karena Keyla si gadis nerd bisa satu mobil dengan Alvaro si most wanted.
Keyla PoV
"Loh, itu cewek nerd bukan? Kok dia bisa jalan sama Alvaro? Naik mobil bareng lagi."
"Paling dia nya aja yang ganjen, mana mau sih Alvaro sama cewek kampungan kayak gitu."
"Gue iri! Harus nya itu gue, buka cewek nerd itu."
"Dasar nerd ga tau malu."
"Dasar cabe! Lo apain pacar gue sampe bisa ngebolehin lo numpang di mobilnya!?" teriak Sherly yang tiba tiba ngedorong gue sampek nyungsrep nyium tanah. Bangsul emang.
"Cabe? Heloo, ngaca mbak. Ngga punya? Gue pinjemin. Lo bilang apa tadi, pacar? Emang Alvaro mau pacaran sama cabe laun kayak lo? Bedakan 5 meter, bibir merah, alis aja udah kayak celurit, baju juga kurang bahan. Terus yang cabe siapa, hah?" ucap gue. Dan kini emosi Sherly sudah naik di atas ubun ubun.
"Lo berani sama gue?" ucap Sherly seraya mengangkat tangan berniat nampar gue. Yang gue lakuin cuma merem, kenapa? Karena gue mau ngerasain seberapa kuat nya dia nampar gue.
1dtk, 2dtk, 3dtk, 4dtk. Gue ga ngerasain apa apa, setelah gue buka mata ternyata Alvarolah yang mencekal tangan Sherly. Terkejoed ane.
"Sayang, kenapa kamu ngebelain dia sih?" ucap Sherly bergelayut manja di tangan Alvaro. Dari ekspresi nya aja gue udah tau kalo Alvaro nggak suka sama Sherly.
"Lepas! Gue bukan pacar lo!" ucap Alvaro datar.
Mampus, ngaku ngaku sih lo. Huuu...jelas jelas Alvaro nggak suka sama lo. Haha.
"Ihh Alvaro kamu kok gitu sih sama aku, sedih akutu." Demi kutil dugong, pengen muntah rasanya denger Sherly ngomong kayak gitu.
"Gue bilang lepas! LEPAS!!" teriak Alvaro dan langsung menghempaskan tangan Sherly.
GUE KAGET! kenapa gue kaget? Alvaro tiba tiba narik tangan gue guys. Gue lihat wajah Sherly udah merah banget kayak baru makan cabe lima kilo. Saat Alvaro narik gue, gue puter badan dan menjulurkan lidah gue ke arah Sherly dan antek anteknya.
"Parah parah parah parah."
"Waww berani sangad nerd itu."
"Nyalinya berapa sih tuh nerd?"
"Singa vs harimau."
"No komen."
***
Sampailah gue di kelas setelah Alvaro melepaskan gandengannya begitu saja dan langsung pergi tanpa mengucapkan sepatah kata apapun, hiks. Wkwkwk. Nggak gue nggak sedih cuma ngerasa aneh aja sama sikap manusia kb itu. Ada ya orang kayak dia? Entahlah. Tak mau ambil pusing, gue langsung duduk di bangku gue.
"Keylaaa tadi Lo diapain sama Sherly?!" Yahh gue kenal sama suara cempreng cetar membahana itu, siapa lagi kalo buka Fara. Sampai sampai murid yang ada dikelas menatapnya tajam karena terganggu.
"Iya key, Lo gapapa kan?" Yang ini suaranya Lala.
"Ya ampun key, ada yang luka nggak?" Dan yang satu ini adalah suara Aira yang lembut penuh dengan kasih sayang, azekk.
"Gue fine fine aja kok, nggak usah pada lebai gitu deh." ucap gue kesal.
"Hehehe, ya gimana lagi kita kan kawatir sama lo. Btw, tadi kok Lo bisa dilabrak sama Sherly gimana ceritanya sih key?" Ucap Fara.
"Nggak tau, padahal gue tadi cuma di anterin Alvaro doang sampe se-"
"Hah!? Kok bisa sih key?! Ya ampun gue juga mau." potong Fara.
"Dengerin dulu napa." ucap gue sebal.
"Yaudah key lanjut, gimana ceritanya?" ucap Lala.
"Tadi dia nggak sengaja hampir nyerempet gue pas dijalan. Dan sebagai peemintaan maaf dia nganterin gue, awalnya gue nolak tapi dianya maksa. Yaudah gue mau, gitu." jelas gue panjang lebar.
"Beruntung banget lo, key." ucap Aira.
"Nah, si Sherly mana belom nongol juga tuh anak? Hahaha." ucap Fara.
"Nyemplung ke empang mungkin." jawab gue asal.
"Aminn." jawab mereka bersamaan. Haha.