Eps 6

796 Kata
Setelah selesai makan, mereka kembali ke kamar hotel. Mereka duduk di sofa saling berhadapan. Mereka diam dengan pikiran masing - masing sampai Barra mulai membuka suara. " Rose, aku akan terus terang padamu. Aku tau kita sama - sama tidak menginginkan pernikahan ini tetapi kita sudah menikah, jadi mari kita jalani pernikahan ini seperti adanya. Tapi aku punya satu permintaan padamu " kata Barra berhenti sejenak, Rose menatap Barra menunggu apa yang akan dia katakan selanjutnya. " Jika dalam satu tahun kita belum saling mencintai, mari kita berpisah. Aku tidak ingin menghalangi kebahagiaan mu dengan menjalani pernikahan dengan orang tidak kau cintai. " jelas Barra menatap Rose dengan seksama. " Baiklah aku setuju, aku juga akan berusaha untuk menjadi istri yang baik. Aku harap kita bisa saling menghargai. Maksud ku selama kita bersama, aku harap tidak ada orang ketiga di antara kita. " kata Rose " Baiklah aku juga setuju akan hal itu " kata Barra. Rose mengerutkan dahinya. " Lalu bagaimana dengan kekasih mu itu ? " tanya Rose, wajah Barra seketika berubah menahan amarah dan Rose menyadari itu. " Aku sudah tidak ada hubungan apa - apa lagi dengan nya " tegas Barra langsung keluar kamar. ***** Barra kembali ke kamar, dia melihat Rose sibuk dengan laptopnya. " Rose segeralah kemasi barang - barang mu. Kita akan ke rumah orang tuamu untuk pamit dan pulang kerumah kita. " kata Barra. Rose hanya menganggukkan kepalanya dan menutup laptopnya beranjak mengemasi barang - barangnya dan Barra. Selesai berkemas mereka pun pergi ke rumah Rose lebih tepatnya mansion orang tuanya. Setelah berpamitan Rose dan Barra bergegas masuk mobil, namun sebelun itu Rose memeluk adik kesayangannya Devan. " Dev, seringlah main ke tempat Kakak ya " kata Rose " Iya Kak, kita akan tetap berangkat kampus bareng. Tidak apa - apa kan Kak Barra ? " tanya Devan pada Barra melepas pelukan kakaknya " Hemm ... tidak masalah " jawab Barra singkat " Oke " jawab Devan membentuk jarinya huruf O. ***** Mereka sampai di mansion mewah milik Barra. turun dari mobil Barra mengeluarkan koper milik Rose dan mereka di sambut oleh para Maid membantu membawakan koper milik Rose dan Barra. Barra masuk diikuti Rose. Rose tersenyum ramah kepada para maid yang ada di sana, sedangkan Barra seperti biasa hanya memasang wajah datarnya. " Rose, perkenalkan ini Bi Ani kepala pelayan disini, dan Bi Ani perkenalkan ini Rose istri ku. " Kata Barra memperkenalkan mereka. Bi Ani mengulurkan tangannya dan tersenyum ramah pada Rose, dengan senang hati Rose menyambut uluran tangan Bi Ani, namun siapa sangka Rose malah memeluk Bi Ani. Bi Ani yang di peluk terkejut, dia tidak menyangka ternyata istri tuannya ini sudi memeluk pelayan seperti dirinya begitu juga dengan Barra, dia terkejut melihat respon Rose yang memeluk pembantunya. " Mohon bantuannya ya Bi " kata Rose tulus " Iya Non " Jawab Bi Ani " Panggil Rose aja Bi " kata Rose " Tidak Non, kami hanya pelayan disini rasanya tidak pantas dan tidak sopan jika kami hanya memanggil nama saja " jelas Bi Ani " Baiklah, senyaman Bibi aja " ucap Rose lembut. " Bi, tolong antar Rose ke kamar saya harus kembali ke kantor karena ada sedikit urusan disana " perintah Barra " Baik Tuan Muda " jawab Bi Ani " Mari Non " ajaknya pada Rose Rose mengangguk tersenyum dan mengikuti Bi Ani. " Ini Non kamarnya, jika Non butuh sesuatu panggil Bibi saja ya " kata Bi Ani. " Iya Bi, Hemm ... saya hanya ingin istirahat sebentar. Nanti tolong bangunkan saya sekitar jam empat ya Bi " kata Rose lembut " Baik Non, kalau begitu silahkan istirahat Non saya keluar dulu " pamit Bi Ani membungkukkan badannya hormat. Setelah Bibi keluar, Rose melihat - lihat isi kamar yang berwarna silver dan putih khas pria sekali. Karena lelah Rose membaringkan badannya di kasur king size dan tidak lama dia tertidur. ***** Di kantor, Barra baru sampai dan bergegas masuk ke gedung dan menjulang tinggi itu. Dia berjalan seperti biasanya, banyak pasang mata yang curi - curi pandang padanya namun seperti biasa dia hanya memasang wajah dinginnya. " Jam berapa rapatnya dimulai " tanya Barra pada sekretarisnya Dira setelah sampai di depan ruangannya " Nanti jam dua Tuan, sebagian sudah ada yang di ruang rapat " jawab Dira " Baiklah, segera suruh Alvin keruangan saya ! " perintah Barra " Baik Tuan " Jawab Dira membungkukkan hormat pada tuannya itu. Barra berlalu pergi masuk ruangannya dan tak lama kemudian Alvin masuk. " Masuk " ucapnya dari dalam karena mendengar ketukan pintu ruangannya. " Vin, coba kamu cari tau bagaimana kehidupan Rose di luar negeri " perintah Barra " Baik Tuan Muda " jawab Alvin membungkuk dan berlalu keluar dari ruangan Barra. ***** Khairin Nisya ig : 'thisisririnn' ( hilangkan tanda ' )
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN