Eps 7

1333 Kata
Hai semua, banyak nih yang sudah baca tapi belum love. Sedih banget deh, mau up tapi gak semangat jadinya liat love kalian yang tidak ada. Jangan lupa foll ins_tag_ram Author ya 'thisisririnn' ( hilangkan tanda ' ) ? ***** Tepat pukul tujuh malam Barra sampai rumah dan Rose yang mendengar suara deru mobil segera keluar untuk menyambut kedatangan suaminya. Barra keluar dari mobil menghampiri istrinya. Rose menarik tangan Barra dan menciumnya, Barra pun terkejut dengan apa yang dilakukan Rose tetapi dia segera menutupi keterkejutannya. " Kenapa Kau diluar ? ayo masuk lain kali tidak perlu menunggu ku seperti ini " tanya Barra, tapi Rose hanya diam saja. Barra masuk di ikuti Rose, Rose mengambil tas yang di bawa Barra, Barra melepaskan jasnya memberikannya pada Rose. Rose mengambilnya dan menyimpannya di kamar. " Barra, segeralah mandi setelah itu kita makan malam " kata Rose " Hhheeemmm " Barra pun berlalu menuju kamar mandi membersihkan diri. Setelah selesai dia turun menghampiri Rose di ruang makan. Rose mengambilkan makanan untuk Barra dan mereka pun makan dalam diam. Setelah selesai Barra kembali ke kamar dan Rose membersihkan meja makan setelah itu menyusul Barra kembali ke kamar. Ceklekkk Suara pintu di buka, Rose melihat Barra sedang duduk menghadap laptopnya. Barra hanya meliriknya sekilas dan kembali mengerjakan pekerjaannya. Rose berjalan menuju lemari pakaiannya mengambil piyama tidur dan mengganti pakaiannya di kamar mandi. Selesai Rose duduk di tepi ranjang dan menatap Barra. " Ada yang ingin Kau katakan ? " tanya Barra " Tidak " jawab Rose cepat. " Lalu kenapa Kau menatap ku seperti itu dari tadi " tanya Barra lagi " Hemm ... " Rose menggaruk kepalanya yang tidak gatal. " Aku akui, aku ini memang tampan apa kau menyadarinya sekarang hemm " kata Barra yang kepercayaan dirinya kambuh. " ckckck ... dasar " Rose memalingkan wajahnya dan berlalu mengambil laptop memperbaiki skripsinya supaya dia bisa segera menyelesaikan kuliahnya. " emm ... Bar ? " Barra mendongakkan kepalanya menatap Rose. " Mungkin akhir - akhir ini, aku sibuk dengan tesis ku dan aku juga mendapat tawaran pekerjaan. Jadi mungkin aku akan sering telat pulang " jelas Rose " Hemm ... tidak masalah " jawab Barra dan kembali fokus pada kerjaannya. " Terima kasih telah mengerti " kata Rose tersenyum " Hemm ... lagian kita juga sudah sepakat untuk tidak mencampuri urusan masing - masing " kata Barra Rose menutup laptopnya dan merebahkan dirinya di ranjang. Tidak lama kemudian dia tertidur karena lelah. Jam dua belas malam, Barra baru menyelesaikan pekerjaannya. Dia berjalan menuju ranjang dan tidur di samping Rose. ***** Di pagi buta, Rose bangun untuk mandi dan sholat subuh. Selesai dia turun menuju dapur untuk menyiapkan sarapan suaminya. Walau pun ada perdebatan kecil dengan pelayan karena tidak mengizinkan Rose untuk masak. Tapi Rose tetap bersikeras memasak sarapan sendiri untuk suaminya, karena menurutnya itu adalah tugas seorang istri. Setelah selesai, Rose kembali ke kamar membangunkan Barra. " Bar ... bangun " " Hemm ... " Barra bangun dan melihat Rose dihadapannya, dia langsung duduk di tepi ranjang. Barra berlalu ke kamar mandi membersihkan diri. Sedangkan Rose pergi ke ruang ganti mengambilkan suaminya pakaian yang akan di gunakan ke kantor dan meletakkannya di atas tempat tidur. Ceklekkk ... Pintu kamar mandi terbuka menampilkan Barra yang keluar dari dalamnya yang hanya menggunakan handuk yang di lilit di pinggangnya menampilkan tubuhnya yang atletis membuat Rose terkejut. Seketika Rose menutup matanya dengan kedua tangannya. Barra merasa geli melihat tingkah Rose, tanpa berkata Barra memakai pakaian yang sudah di siapkan Rose untuknya. " Buka mata mu, aku sudah berpakaian " kata Barra. Rose membuka matanya perlahan dan melihat Barra yang akan memasang dasinya. " Bolehkah aku yang memasangnya ? " tanya Rose mengambil dasi dari tangan Barra. Barra tidak menjawab tidak juga menolak apa yang di lakukan oleh Rose. " Bisakah aku melakukan ini setiap hari ? " tanya Rose lagi. Barra hanya menganggukkan kepalanya. Selesai mereka turun ke bawah untuk sarapan. Rose mengambilkan makanan untuk Barra. Barra menyuapkan makanan tersebut dan berhenti sejenak. ' hmm ... Kok rasanya beda ya, ini enak banget. ' batin Barra " Bii Biiii " teriak Barra memanggil Bi Ani membuat Rose yang ada di sampingnya terkejut. " Ada apa kenapa teriak seperti itu ? Kalau kau membutuhkan sesuatu katakan saja pada ku " kata Rose Bi Ani yang mendengar teriakan tuannya, berlari dari dapur. " Iya tuan Muda " Bi Ani menundukkan kepalanya karena takut telah melakukan kesalahan. " Siapa yang masak semua ini ? " tanya Barra dengan tatapan yang sulit di baca. Bi Ani melirik ke arah Rose, dan Rose menganggukkan kepalanya. Seakan mengerti Bi Ani memberanikan diri untuk bicara pada tuannya. " ehh ... anu .. Tuan .. Iiituuu " kata Bi Ani terbata - bata karena takut tuannya akan mengamuk. " Katakan siapa yang memasak ini semua !. Aku ingin dia yang selalu memasak untukku setiap hari " kata Barra " Ehh .. ? " Bi Ani mendongakkan kepalanya menatap tuannya bingung. " Maaf Tuan, yang memasak ini semua nona Rose " jawab Bi Ani Seketika Barra melihat ke arah Rose, dia sedikit terkejut mendengar Rose yang memasak semua makanan ini. Dia kira Rose adalah anak manja dari keluarga kaya yang hanya akan ber foya - foya. " Aku akan selalu menyiapkan makanan untukmu karena itu adalah tugas seorang istri " kata Rose tersenyum. " Terima kasih " kata Barra tulus. Mereka segera melanjutkan makannya, Bi Ani sudah kembali ke belakang. Selesai Barra bergegas ke kantor, Rose mengantar suaminya sampai teras depan meraih tangan Barra dan menciumnya. Barra segera masuk ke mobil yang di bukakan supirnya, setelah itu Rose segera masuk bersiap untuk pergi ke kantornya. Dia akan ke kampus tapi nanti siang karena jadwalnya hanya untuk bertemu dosen pembimbingnya. Selesai dengan pakaian formalnya, dia keluar dan melajukan mobilnya menuju kantor. Sesampainya di kantor, Semua karyawan memberikan sapaan pada Rose dan Rose menjawabnya dengan tersenyum ramah pada mereka. Dia segera menuju ruangannya dan menelpon asisten sekaligus sahabatnya Stella untuk keruangan nya. Tak lama kemudian Stella datang. " lla bagaimana perusahaan yang di London, apa ada masalah ? " tanya Rose to the point " Tidak ada masalah semuanya baik Rose. bahkan saham disana naik pesat " jelas Stella " Kau tidak usah khawatir dengan perusahaan yang di sana sudah ada Kelvin dan Rio disana " jelas Stella lagi. " Iya Nanti suruh mereka kirim perkembangannya ke email ku ya " kata Rose " Oke Beb " jawab Stella Stella, Kelvin dan Rio adalah sahabat sekaligus orang kepercayaan Rose. Mereka berempat kuliah di tempat yang sama di London. Stella lulus S1 dipercayakan Rose untuk memegang perusahaan yang ada di negara xix ini. Sedangkan Kelvin dan Rio di percayakan untuk memegang perusahaan pusat yang ada di negara London karena Rose tidak mungkin pergi kesana setiap saat. Bersama dengan Stella, Rose belajar berbagai seni bela diri dan belajar menggunakan berbagai jenis senjata pada seorang pria paruh baya yang telah menolong mereka disaat mereka berdua akan dilecehkan. Dan siapa sangka ternyata pria itu adalah ketua genk mafia yang paling berpengaruh di dunia. Rose belajar dengan cepat dan singkat karena memang dia adalah orang yang jenius. Bahkan paman James pria paruh baya itu sangat takjub dengannya, Dia sudah menganggap Rose putrinya sendiri karena memang dia tidak memiliki anak. Dia pernah menikah tetapi istirnya meninggal di tangan musuhnya di saat hamil. Tidak ada yang tau Rose mempunyai kemampuan bela diri yang sangat menakjubkan kecuali Ella yang belajar dengannya. Tadinya mereka berdua hanya ingin belajar untuk melindungi diri sendiri, namun siapa sangka paman James ayah angkatnya memintanya untuk menjadi pewaris dari seluruh kekayaannya dan menjadi pemimpin genk Mafia BLACK DEVILS saat ia sudah tidak bisa memimpin lagi. Awalnya Rose tidak mau, tapi karena bujukan dari paman James dan mengetahui Black Devils bukanlah genk mafia ilegal. Black Devils dibentuk hanya untuk menghadapi musuh yang akan menghancurkan perusahaan. Rose pun menyetujuinya dengan syarat tidak boleh ada yang mengetahui identitasnya, dia akan keluar hanya di saat yang genting. ***** Hai semua, jangan lupa lovenya ya biar aku makin semangat up nya ?
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN