BAB 15

1156 Kata
Sebentar lagi akhir musim dingin dan kehidupan berputar melambat. Setidaknya itulah yang dirasakan Cinderella abad 21. Gadis manis itu anak orang kaya akan tetapi kehidupannya seperti bukan mencerminkan hal-hal menyenangkan khas kehidupan orang kaya. Dia merindukan Mam, Pap, Lizzy dan... London. Satu lagi orang yang—meskipun masih ada rasa benci, namun rindu akan sahabatnya itu tidak bisa dilenyapkan begitu saja. Meghan. Konyol. Si Rey akhir-akhir ini jarang terlihat di rumah sejak Dad mengambil keputusan melakukan demosi jabatan pada Rey. Rey sekarang menjabat sebagai Asisten Manajer SDM. Dad dan Kelly belum membicarakan masalah perjodohan itu. Entah kapan mereka akan membicarakan, tapi Cind tahu Noah sempat kecelakaan. Mobilnya hancur parah. Noah baik-baik saja hanya luka ringan. Pihak Mr. Sanders mengundur pertemuan keluarga dengan keluarga Mr. Davidson itulah yang Olivia ceritakan pada Cind. Dalam penantiannya, Cinderella merasa waswas. Penantian untuk menikah dengan Noah, menyelamatkan Dad dari serangan jantung, menyelamatkan perusahaan Dad dan seluruh aset serta para karyawannya. Cinderella ingin melihat Dad menatapnya dengan bangga dan berkata, “Kau mirip Mommy-mu,Cind.” cerita-cerita mereka yang mengklaim mengenal Anne berkata bahwa Anne sebenarnya wanita baik-baik. Dia memiliki jiwa sosial yang tinggi. Secara fisik Cind sangat mirip dengan Anne. Siang ini, Mr Davidson mengajak istri dan putrinya berkunjung ke rumah Mr. Sanders. Menjenguk putra tunggal mereka. Semoga ini adalah awal yang baik. Batin Mr. Davidson. Cinderella tidak menolak meski perjodohan belum diceritakan secara gamblang oleh Dad maupun Kelly. Sesampainya mereka di rumah Mr. Sanders, Cind terkejut ketika melihat seorang wanita cantik berambut cokelat tua. Dia duduk santai di sofa sembari membaca sebuah majalah wanita dewasa. Wanita itu mendongak. Tidak menatapnya tapi, dia menatap Kelly. Sejenak Cind merasakan atmosfer yang menegang. Cind menatap Kelly dan wanita itu secara bergantian. Kelly tampak menatap wanita itu dengan ketajaman seperti pisau yang baru diasah. Dan wanita itu menatap Kelly dengan tatapan menantang. “Halo, Mr dan Mrs. Davidson, dan—“ dia meletakkan majalah itu di atas meja dan beranjak dari sofa. Tatapannya mengarah pada Cind, berpikir dan menerka-nerka siapa gadis muda itu? “Putriku.” Sahut Kelly tegas dan mencoba berbangga hati menyebut Cinderella sebagai putrinya. Dahi wanita itu mengernyit tebal mendengar penjelasan mantan calon mertuanya itu. Mr. Davidson memilih diam dan tampak khawatir akan apa yang terjadi nanti. Dua wanita yang tidak ubahnya seperti remaja labil. Yang satu menantang dan yang satu hendak menancapkan pisaunya. “Oh, aku baru tahu kau punya seorang putri. Halo Miss Davidson.” Dia mendekati Cind dan mengulurkan tangannya. “Halo, siapa namamu?” tanya Cind membalas uluran tangan mantan calon menantu Kelly. “Melissa. Namaku Melissa.” Seketika Cind mengingat sesuatu yang berhubungan dengan nama itu. Melissa? Ya, Rey pernah menyebut nama itu beberapa kali ketika mengigau dan memeluknya seakan dirinyalah si Melissa itu. “Dan Kau?” tanya Melissa dengan sikap sok manis dan anggun. Kelly menatap jijik Melissa. “Cind. Panggil saja aku Cind.” Cind tersenyum ramah dan keduanya melepas jabatan tangan masing-masing. “Di mana Mr dan Mrs. Sanders?” tanya Mr. Davidson. Dia ingin segera mengakhiri perjumpaannya dengan Melissa. “Mereka tidak ada di rumah, Mr. Davidson.” “Noah?”                                                                                 “Noah sedang beristirahat dan tidak bisa diganggu.” Kalimat, ‘tidak bisa diganggu’ dicerna Kelly sebagai ‘jangan temui Noah dan silakan kalian pergi dari sini’. Davidson lupa menghubungi kerabatnya itu sebelum datang ke rumah mereka. Dia lupa. Begitu pun Kelly. Mungkin faktor usia sudah mengaburkan hal-hal yang harus dilakukan sebelum bertandang ke rumah seseorang. “Dan kau, apa yang kau lakukan di sini?” tanya Kelly sinis. Dia melipat kedua tangan di d**a. Yang ditatap tersenyum santai dan tampak meremehkan. “Apa kau lupa bahwa aku adalah kekasih Noah?” tanyanya seakan mengintimidasi. Dasar tua, pelupa, pikun. “Eumm, Kelly lebih baik kita pulang sekarang. Ayolah!” seru Mr. Davidson menengahi agar tidak terjadi konflik dan pertengkaran di antara kedua wanita penghuni hutan sss ini. Cind mengernyit heran kebingungan. Banyak hal yang tidak diketahuinya tentang Rey, Melissa dan ibu tirinya. Apakah dulu mereka pernah berkonflik dan penyebab putusnya Rey dan Melissa adalah Kelly? Begitukah? “Wanita jalang sepertimu tidak layak ada di rumah keluarga Sanders.” Perkataan pedas itu ditanggapi dingin oleh Melissa, “Apa hakmu mengatakan hal seperti itu Mrs. Davidson? Kau bahkan bukan keluarga Noah.” “Ya, aku memang bukan keluarga Noah tapi aku adalah—“ “Kelly kita pulang sekarang!” potong Mrs. Davidson cepat. “Ayo Cind,” seru Mrs. Davidson. Mrs. Davidson memimpin langkah keluar disusul Cind dan ibu tirinya yang masih menampakkan wajah penuh amarah, tidak terima dan kebencian absolute. “Ma’af, tuan, Tuan Sanders tidak ada di rumah.” Kata kepala pelayan berusia sekitar awal empat puluhan dengan penampilan bak orang yang bekerja di Firma Hukum. “Ya, kami juga salah tidak memberitahu Sanders terlebih dulu sebelum ke sini. Sampaikan salam kami kepada tuan dan nyonyamu dan—“ “Juga Noah kesayangan kami.” Sela Kelly seraya tersenyum manis seakan tadi tidak terjadi apa-apa. Aktris teater. Cind menatap Kelly dengan tatapan takjub sekaligus sinis. “Ya, Noah.” Mrs. Davidson mengangguk seraya tersenyum tipis. “Tidak usah pakai salam, aku sudah di sini.” Suara lembut dan manis seorang pria membuat mereka semua kembali berbalik. Noah berjalan mendekat seraya tersenyum ramah. Dia mengabaikan Melissa. Mendadak seakan ada granat di dalam d**a Melissa yang siap meledak. “Noah,” panggilnya, namun yang dipanggil tak mendengar atau pura-pura tak mendengar. Cind merasa tatapan pria itu jatuh padanya. Dia merasa bahwa pria itu mencoba menelusuri semua hal tentangnya melalui tatapan yang sulit diartikan. Pria itu mendekat. Semakin mendekat. Dan entah bagaimana dia merasa pria yang pernah dilihatnya di sebuah Coffe Shop itu meletakkan sesuatu di pikirannya melalui tatapan matanya. “Noah, apa kau baik-baik saja sayang?” Kelly langsung memeluk dan mencium kedua pipi dengan cambang tipis itu. Noah memakai piyama warna biru dan ada kapas yang sepertinya menutupi luka akibat kecelakaan itu di atas alis kirinya. “Hanya lecet sedikit.”                                     Melissa menatap jijik Kelly dan dia jelas tidak suka balasan dari Noah. “Aku senang sekali bisa menjengukmu Noah, kupikir kau tertidur dan kami akan pulang tanpa tahu keadaanmu. Tapi syukurlah kau tidak apa-apa. Dan aku yakin luka di atas alis kirimu itu beberapa hari lagi akan sembuh.” Mereka tertawa bersama. “Ya, Om ini sudah seperti asisten dokter saja.” mereka kembali tertawa secara bersamaan. “Oh ya, ini putri kami. Namanya...” Mr. Davidson sejenak ragu untuk mengucapkan nama klasik yang diambil dari dongeng yang entah apakah benar terjadi di kehidupan nyata atau hanya imajinasi semata. “Cinderella,” jawab Cind, mengulurkan tangan dan tersenyum lembut. Noah membalas senyum dan uluran tangan Cind. “Noah, Noah Sanders.” Calon suamimu Cinderella. Aku adalah pangeranmu. Kau mungkin adalah reinkarnasi Cinderella asli dan aku juga mungkin reinkarnasi pangeran di kehidupan yang lalu. Seketika Melissa merasakan sesuatu yang buruk. Teramat buruk bagi kehidupan percintaannya dengan Noah. Ada sesuatu di sana. Di keluarga itu. Napasnya memanas begitupun dengan matanya. ***    
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN