Malam ini hujan turun tiba-tiba. Aku ketakutan melihat kilatan di langit. Suara petir seperti suara artesis. Jarum jam menunjukkan Pukul 2 pagi dan aku belum bisa tidur. Rey mengundurkan liburan ke London. Katanya, dia akan ke London setelah aku menikah. Tapi aku memaksanya. Hanya sehari. Ya, sehari. Aku ingin memberitahu Mam, Pap dan Lizzy tentang pernikahanku. Aku ingin menyampaikan pernikahanku langsung kepada mereka bukan lewat telepon. Rey setuju. Tapi, bukan besok karena ibu Noah menelponku dan menyuruhku bersiap-siap jam 11 pagi untuk acara konferensi pers. Perasaanku kalang kabut. Apa persepsi Mam dan Pap soal pernikahan mendadak ini? Apa persepsi Lizzy yang—dia pasti mengira aku... ah, aku tidak bisa membayangkan pikiran-pikiran negatif yang berlintasan di benak orang tua dan ad

