Sebenarnya Lera ingin langsung pergi ke kampus karena perasaannya masih kesal. Tapi hidungnya tidak bisa berkompromi, wangi masakan dari arah pantry membuat kaki bodohnya melangkah ke sana, mengkhianati perasaannya. Bian, pria it—suaminya itu sedang memasak sesuatu. Sudut bibir Lera berkedut geli saat melihat penampilan sang suami. Dia mengenakan apron motif koala untuk melindungi kemeja putihnya dari noda. Lera terkekeh, pemandangan lucu tersebut sangat langka dan tidak boleh dilewatkan. Karenanya ia segera mencari handphone untuk mengabadikannya. Kesan galak dan Meletakkan tas di atas meja, Lera bertanya. "Kau sedang membuat apa?" Ya, persetan dengan perasaan kesalnya, perutnya sudah kelaparan dan insiden kopi asin serta roti gosong membuatnya gagal untuk sarapan. Kalau ia tetap m

