Bab 32 : Menguntit?

1405 Kata

Ruangan meeting yang tak seberapa besar itu terasa lebih dingin dari biasanya. Bukan hanya karena suhu dari Air Conditioner saja, juga karena sosok di ujung meja yang sejak masuk ruangan setengah jam lalu menekuk wajah. Bos mereka —Bian Atmaja— itu memang minim ekspresi dan minim bicara, tapi kalau sudah masalah rapat, dia akan menjadi orang yang paling bawel. Jadi rasanya agak aneh saat mendapati pria itu hanya diam tak berkomentar selama tiga puluh menit ini. "Ehem." David baru saja membersihkan tenggorokannya, berharap yang ia lakukan bisa menarik perhatian bosnya tersebut. Tapi sayangnya tidak berhasil, Bian justru semakin memasang tampang galak. Tatapan mata pria itu bahkan tidak beralih dari layar ponselnya yang redup. Sebenarnya apa yang tengah pria itu tunggu? Telepon penting

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN