Episode 46

2086 Kata

Raisha kini duduk termenung di atas brankarnya. Ia mengingat saat bersama Sisil. Sudah hampir 3 bulan ia mengenal Sisil karena Sisil merupakan pasien rawat jalannya. Dan Sisil sudah satu bulan di rawat di rumah sakit. Anak kecil cantik yang selalu memberikan motivasi dan membuat Raisha mampu bertahan dan lebih bersabar lagi menghadapi ujian hidupnya. Gadis kecil itu selalu ceria dan bahagia seakan tak merasakan rasa sakit sedikit pun, padahal penyakitnya begitu parah. “Kamu masih bersedih.” Sentuhan lembut di pipinya membuat Raisha melihat ke arahnya. “Revan?” gumamnya. “Masih memikirkan Sisil?” Tanya Revan yang berdiri di sisi brankar. “Aku hanya salut pada anak itu. Dia masih kecil, dan harus menahan rasa sakit yang luar biasa. Tetapi dia tak pernah menunjukkannya, bahkan dia belum

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN