Setelah mendapatkan izin dari Azlan untuk tetap berhubungan dengan Faza dan Alea pun membuat Hulya berani menguhubungi mereka. Hampir setiap hari Hulya menelfon ataupun video call dengan Faza. Itu pun atas permintaan Faza, karena sudah seminggu lebih detelah pertemuan mereka Hulya belum bisa datang lagi datang ke rumah Azlan. Baginya itu pun tidak baik dan dia harus tetap waspada pada Wildan. “ Hul, pagi-pagi udah ngalamun aja sih.” Ucap salah satu temannya. “ Ngga kok, siapa juga yang ngalamun. Masih ngantuk Din.” Balas Hulya yang bergurau. Kemudian temannya pun tertawa, dan langsung memberikan Hulya beberapa gelas. “ Ini sudah waktunya bos meminum kopi buatanmu Hul.” Ucap Dina. “ Bisa aja kamu Din, kamu juga bisa kok buat kopi sepertiku.” “ Tapi tetap aja beda Hul, bos lebih suka

