Yusuf terus memandangi Azlan, dia merasa heran karena biasanya Azlan begitu semangat saat melakukan kerjasama dengan perusahaan lain. Tapi kali ini bahkan Azlan menyuruh salah satu pegawainya untuk mengurus semuanya. Dia mengatakan kalau kerjasamanya dengan perusahaan milik Diki tanggung jawabnya akan di limpahkan ke bawahannya. “ Pak, apa pak Azlan punya masalah.” Tanya Yusuf yang mulai penasaran dan tidak bisa menahannya. Azlan langsung menghentikan kegiatannya dan menatap Yusuf. “ Kenapa kamu tiba-tiba bertanya seperti itu.” Tanya Azlan. “ Karena pak Azlan tidak seperti biasanya. Anda tidak akan mudah lepas tangan saat sedang melakukan kerja sama, kenapa sekarang kerjasama dengan perusaah pak Diki, anda limpahkan ke pak Arif.” Tanya Yusuf. “ Saya hanya mau berusaha dan mencoba memp

