Hari ini adalah pertemuan Azlan dan pengacara dari orang tuanya. Azlan tidak tahu apa yang ingin pengacara itu bicarakan dengannya, dan dia pun merasa penasaran. Om Aldi sengaja tidak memberitahukan perihal apa yang ingin dia sampaikan kepada Azlan dan adik-adiknya, karena ini menyangkut masalah yang serius yang pernah orang tua Azlan amanahkan padanya. Jadi dia benar-benar harus menyampaikannya pada Azlan dan adik-adiknya secara langsung.
“ Om Aldi, ada hal penting apa yang sebenarnya ingin om sampaikan pada kita bertiga.” Tanya Azlan yang sudah tidak sabar ingin tahu masalah apa yang ingin dibicarakan.
“ Ok, sebelumnya om minta maaf karena pasti kedatangan om telah mengganggu waktu kalian bertiga. Tapi om benar-benar tidak bisa membiarkan masalah ini terus berlarut-larut, terlebih lagi saat om tahu kalau ternyata Faza sudah kalian bawa ke panti asuhan.” Jawab om Aldi.
Mendengar itu, Azlan dan yang lainnya semakin tidak paham, apa kaitan masalah yang mau mereka bicarakan dengan Faza.
“ Apa hubungannya dengan Faza om.”
“ Om ngga menyangka kalau kamu akan mengambil keputusan untuk membawa Faza ke panti asuhan lan. Apa kamu sadar dengan apa yang kamu lakukan ini, Faza itu adik kalian, yang itu tandanya dia sudah menjadi tanggung jawab kalian, tapi kenapa kalian justru membawanya ke panti asuhan. Dan kenapa kamu ngga membicarakan masalah ini dengan om, lan.” Tanya om Aldi yang terlihat mulai kesal.
“ Maaf om, tapi Azlan rasa untuk masalah Faza ngga ada hubungannya dengan om, jadi Azlan tidak ingin om terlalu iku campur masalah ini.”
Om Aldi hanya geleng-geleng kepala mendengar Azlan yang begitu keras kepala. “ Jelas ada hubungannya dengan om. Terlebih lagi dengan wasiat dari mama kalian yang dia tinggalkan sebelum meninggal.”
“ Apa maksud om dengan wasiat dari mama.” Tanya Azlan dan adiknya yang terkejut mendengar mamanya membuat wasiat sebelum dirinya meninggal.
“ Mamamu berpesan pada om, kalau sampai terjadi masalah diantara keempat anaknya maka wasiat ini harus disampaikan, terlebih lagi kalau sampai sesuatu yang buruk terjadi pada Faza. Maka dari itu, setelah om tahu Faza sekarang ada di panti asuhan jadi om putuskan untuk memberitahukan semuanya pada kalian.”
“ Memangnya apa yang mama wasiatkan om, apa hubungannya dengan Faza om.” Tanya Alea yang tidak sabar dan penasaran juga.
Tak mau terlalu mengundang rasa penasaran Azlan dan adik-adiknya pun akhirnya om Aldi mengeluarkan beberapa map yang ada di dalam tasnya. Ada amplop putih yang pertama diberikan pada Azlan, dan disana tertera nama sebuah rumah sakit.
“ Apa ini om.”
“ Kalian buka aja.”
Azlan yang sudah tidak sabar pun langsung membuka isi surat yang ada didalam amplop tersebut. Wajahnya langsung berubah dan tangannya pun bergetar saat membaca isi surat tersebut.
“ Apa maksu dari semua ini om.” Tanya Azlan yang tidak percaya dan tidak bisa dimengerti olehnya. Kedua adiknya pun tambah penasaran dan langsung merebut kertas yang dibaca oleh Azlan.
“ Itulah kenyataannya lan, mamamu sudah membuktikannya dengan mengambil sampel darahmu dan Faza. Dan hasilnya seratus persen kalau kalian sama.” Jawab om Aldi.
“ Kenyataan apa maksud om, semua ini ngga bisa Azlan mengerti om. Kenapa bisa-bisanya mama melakukan tes DNA antara Azlan dan Faza. Dan kenapa disini membuktikan kalau hasilnya seratus persen cocok, siapa Faza om. Dia siapa.” Tanya Azlan dengan emosi.
“ Semuanya akan terjawab saat kamu membaca surat terakhir dari mamamu lan.” Jawab om Aldi.
“ Kenapa mama membuat surat wasiat segala om. Kenapa seolah dia tahu kalau umurnya sudah ngga akan lama lagi.” Tanya Azzam yang penasaran akan hal tersebut.
“ Mama kalian memang sudah tahu kalau kemungkinan umurnya sudah tidak akan lama lagi, maka dari itu dirinya menyiapkan segala sesuatu yang kemungkinan akan terjadi jika kelak dia tiada.”
“ Kenapa mama bisa tahu om, apa mama sakit parah.” Tanya Alea yang jadi menebak hal buruk sebenarnya telah terjadi pada mamanya namun mereka tidak tahu apapun, karena mamanya sengaja menyembunyikan masalah ini. Dan om Aldi hanya mengangguk sambil menyerahkan surat dari rumah sakit tentang sakit yang di derita oleh mama mereka.
Dengan tangan gemetar Alea membuka surat tersebut, dan benar saja mereka ternyata baru tahu kalau ternyata mamanya mengidap penyakit kanker hati, namun dengan teganya mamanya menyembunyikan hal ini dari ketiga anaknya. Dia sudah membiarkan anak-anaknya seperti orang bodoh dan tidak tahu diri karena membiarkan mamanya menderita penyakit itu seorang diri.
Azlan pun langsung berdiri dan mencengkram kerah baju om Aldi. Dia sangat marah kenapa om Aldi baru mengatakannya sekarang, kenapa tidak ada satupun yang memberitahukan Azlan tentang masalah ini, tentang penyebab mamanya meninggal.
“ Kenapa om. Kenapa om tega ngga kasih tahukan masalah ini ke Azlan. Kenapa om membuat Azlan seperti orang bodoh karena tidak tahu tentang penyakit mama om, kenapa.” Teriak Azlan yang benar-benar kesal dan frustasi.
“ Tenang lan, om tahu kamu marah sama om. Tapi ini permintaan mama kamu lan, dia ngga mau membuat kalian kesulitan, dia ngga mau menjadi beban untuk anak-anaknya. Meninggalnya papa kalian sudah membuat kalian menjadi menderita, makannya dia tidak lagi berani membuat luka dan kesedihan di wajah kalian semua. Om hanya menurutinya lan.” Jawab om Aldi.
Alea dan Azzam hanya menangis mengetahui kenyataan yang baru saja mereka ketahui menyangkut mama mereka.
“ Om tahu kalian kecewa, sedih dan hancur setelah tahu masalah ini. Tapi bukan ini yang mama kalian inginkan lan, dia ingin kalian terus menjalani hidup kalian dengan baik. Dan Fazalah salah satu alasan om memberitahukan pada kalian tentang masalah ini, karena inilah permintaan mama kalian, sebaiknya kalian baca dulu apa yang sudah mama kalian tuliskan untuk kalian.”
Azlan benar-benar tidak tahu lagi apa yang sebenarnya sudah terjadi dalam keluarga ini sampai banyak masalah yang terjadi pada kedua orang tuanya dan dia tidak tahu apapun. Perlahan Azlan pun membuka surat yang sudah mamanya tinggalkan, Mungkin setelah membaca isi surat ini akan membuat hatinya semakin hancur karena satu persatu rahasia yang berusaha orang tuanya simpan pun akhirnya terbuka. Tapi mau tidak mau semua ini memang harus terungkap, kebenaran harus di ungkapkan.
Teruntuk anak-anak mama yang sangat berhaga di dunia ini.
Jika surat ini sampai pada kalian, itu tandanya mama sudah tidak ada disamping kalian lagi, Mama yakin saat kalian membaca surat ini pasti hati kalian sedang terluka, kecewa dan sedih karena mama. Maafkan mama karena tidak mengatakan ataupun memberitahukan apapun pada kalian selama mama masih hidup.
Mama benar-benar tidak sanggup dan tidak memiliki keberanian untuk mengatakannya. Mama takut membuka lagi luka yang sudah kalian tutup karena kehilangan sosok papa. Mama pun ngga bisa melihat kesedihan kalau kalian sampai tahu apa yang sedang mama alami sekarang. Tapi mama mohon dengan sangat pada kalian, jangan menyalahkan diri kalian atas ketidaktahuan ini. Mama tahu, saat ini kalian pasti berat menghadapi segalanya tanpa adanya mama dan papa disamping kalian.
Percayalah dengan takdir Allah nak, semua ini sudah menjadi rencana-Nya. Allah ngga akan menguji kalian kalau kalian ngga akan sanggup melewatinya. Allah yakin kalian mampu melewati semua ini tanpa mama dan papa. Kalian anugerah terindah yang pernah papa dan mama miliki, jadi mama mohon tetaplah kuat, sabar dan ikhlas menjalani semuanya. Karena mama yakin kedepannya kelak kalian akan menemukan kebahagiaan.
Azlan, Azzam dan Alea mama titip Faza ya nak. Saat mama membayangkan ketidakadaan mama di samping kalian mama benar-benar khawatir kalau sampai kalian masih bersikap sama pada Faza. Mama benar-benar takut kalau kalian masih sulit untuk menerima kehadiran Faza dalam keluarga ini.
Sebenarnya sulit bagi mama untuk mengungkapkan rahasia ini pada kalian. Karena mama yakin kalian akan sangat terkejut, marah sekaligus kecewa pada papa dan mama setelah tahu siapa Faza yang sebenarnya. Pasti om Aldi sudah memberikan hasil tes DNA Azlan dan Faza kan. Dan itulah kenyataannya nak. Faza memang adik kandung kalian dari isteri kedua papa.
Mama mohon jangan pernah kalian marah ataupun membenci papa atas pernikahannya yang kedua nak. Papa tetaplah papa yang begitu baik, dan pernikahan kedua papa terjadi pun karena papa hanya berniat menolong gadis itu. Saat itu dia benar-benar membutuhkan pertolongan, dan hanya dengan cara menikahinya papa bisa menolong gadis itu. Mama pun tahu tentang pernikahan papa, karena sebelum papa menikah dia mengatakannya pada mama. Karena mama pun tidak tega akhirnya mama mengizinkan papa untuk menikah dengan gadis itu.
Awalnya setelah beberapa bulan menikah, papa akan menceraikannya atas permintaan dari gadis itu. Namun mama melarangnya, karena mau bagaimanapun pernikahan itu bukanlah sebuah permainan yang mudah mengucapkan kata cerai. Mama menyuruh papa untuk tetap mempertahankan rumah tangganya dengan gadis itu nak, apalagi setelah mama mengenalnya dia gadis yang sangat baik, namanya Halwa.
Halwa terus saja meminta bercerai dengan papa kalian, tapi mama terus membujuknya untuk tetap mempertahankan rumah tangga ini, Halwa hanya merasa bersalah dan tidak nyaman dengan mama karena dia merasa kalau dia telah merusak rumah tangga mama dan papa.
Sampai suatu hari Halwa pergi menjauh dari papa dan mama, kami terus mencari keberadaannya. Namun tidak juga jumpa, sampai papa dan mama tahu kalau ternyata saat Halwa pergi dia sedang mengandung. Rasa khawatir kita pun bertambah, papamu pun terus merasa bersalah pada Halwa. Tapi sampai papa kalian meninggal, kami belum juga berhasil menemukan Halwa nak, sampai suatu hari ada yang menelfon mama dan ternyata dia itu Halwa.
Mama dan Halwa pun memutuskan untuk bertemu di panti asuhan. Tapi ternyata Halwa tidak jadi datang, justru dari pihak panti mengatakan sesuatu kalau ada seorang wanita bernama Halwa yang menitipkan anaknya disini dengan menitipkan surat untuk diberikannya pada mama. Dari surat itu mama tahu kalau Halwa telah melahirkan seorang bayi perempuan yang ia beri nama Faza Kayla Raffasya.
Dan dengan alasan yang tidak dia ungkapkan, dia menitipkan Faza pada mama dan menyuruh mama menjaganya seperti anak mama sendiri. Karena sampai kapanpun dirinya tidak akan pernah lagi bisa menjaga Faza. Dan untuk pertama kalinya saat melihat Faza mama langsung yakin kalau Faza adalah anak papa, adik kalian. Namun usaha mama pun tidak sampai disitu, mama terus mencari Halwa. Mama yakin kalau Halwa punya alasan yang kuat kenapa dirinya sampai bisa menitipkan Faza pada mama.
Sekali lagi mama minta maaf karena telah menyembunyikan rahasia besar ini selama bertahun-tahun. Mama hanya tidak ingin kalian kecewa dengan papa. Mama mohon percayalah kalau kasih sayang papa dan mama untuk kalian ngga akan pernah tergantikan. Kalian segala-galanya untuk kita. Jadi mama mohon pada kalian bertiga, terimalah dan jaga Faza dengan baik nak. Mama sangat menyesal karena tidak akan lagi bisa bersamanya. Dia masih terlalu kecil untuk bisa menanggung kesedihan ini. Jadi sekarang hanya kalianlah yang Faza punya, Cintai dia seperti mama mencintai kalian.
Dan ada hal yang ingin mama pinta dari kalian bertiga, tolong bantu mama menemukan Halwa nak. Mama benar-benar menginginkan Halwa kembali pada Faza. Mau bagaimanapun Halwa adalah mama kandung Faza. Jika kelak kalian menemukannya, anggaplah dia sebagai keluarga kalian. Jangan pernah kalian berpikir untuk membencinya, karena mau bagaimanapun dia ngga bersalah. Ada atau tidaknya Halwa keluarga kita tetap hidup bahagia. Karena bahagia itu kita sendiri yang menciptakannya.
Sekali lagi mama minta maaf karena tidak lagi bisa menemani kalian di dunia lagi. Hiduplah dengan bahagia sayang. Jangan buat kepergian papa dan mama sebagai beban hidup kalian sayang. Anggap kepergian kita karena kasih sayang Allah yang begitu besar pada kalian dan papa mama. Azlan, Azzam, Alea dan Faza adalah kebahagiaan mama, jadi bahagialah nak karena mama pasti akan ikut bahagia. MAMA SAYANG KALIAN.
Tangisan Azlan dan kedua adiknya pun langsung pecah saat membaca surat yang mamanya tinggalkan untuk mereka bertiga. Dan ternyata banyak hal yang disembunyikan kedua orang tuanya dari mereka. Mau bagaimanapun ada perasaan sakit dan kecewa karena mereka merasa terbohongi.
“ Kenapa om, kenapa baru sekarang om mengungkapkannya pada kita. Kenapa harus sekarang om KENAPA.” Teriak Azlan yang ter;ihat frustasi dan kecewa.
“ Maaf lan, om tahu kamu kecewa, tapi itulah keinginan mamamu. Bahkan kalau kalian sudah bisa menerima Faza, mama kalian tidak ingin mengungkapkan kebenarannya lan. Karena dia tidak mau merusak hubungan yang sudah baik menjadi buruk. Karena keputusanmulah yang membuat om akhirnya mengungkapkannya lan, karena om tidak ingin kalian bertiga menyesal karena menjauhkan dan menelantarkan Faza.” Ungkap om Aldi yang juga merasa bersalah pada ketiga anak sahabatnya ini.
“ Kenapa semua ini seperti mustahil untuk diakui om.” Ungkap Azzam yang masih berpikir kalau apa yang di abaca itu semua hanya fiktif dan bukan kenyataan yang pernah terjadi dalam kehidupan orang tuanya.
“ Mungkin kalian masih tidak percaya, tapi itulah kenyataan yang sebenarnya zam. Kali ini om berharap kalian untuk menghentikan semua ini, bawa kembali Faza ke rumah ini. Inilah tempat Faza, Kebahagiaan Faza ada di rumah ini bersama ketiga kakak kandungnya. Jangan pernah lagi kalian sia-siakan Faza. Dan berhentilah menyakiti diri kalian dengan rasa bersalah yang ngga ada habisnya. Inilah takdir yang kalian miliki, suka atau tidak suka kalian harus menerimanya dan belajar ikhlas. Hanya itu yang om bisa katakan pada kalian bertiga.” Nasehat om Aldi yang tidak ingin melihat Azlan dan adik-adiknya terus terpuruk. Mau bagaimanapun dia merasa bertanggung jawab karena dialah yang terakhir diberi amanat untuk memberitahukan kebenarannya.