Buitenkatania

1403 Kata
Clair De Lune, wanita berumur 25 tahun. Untuk wanita yang seusia dengannya, Clair mempunyai tubuh yang bisa dibilang tinggi dan proporsional. Ia adalah mahasiswi strata 2 manajemen keuangan tingkat akhir di Universitas Zeeskatania. Ia juga pernah bekerja di salah satu perusahaan keuangan di kota Buitenkatania, sebelum melanjutkan pendidikannya. Clair juga senang mengendarai mobilnya untuk waktu yang lama. Tidak heran jika ia menempuh waktu 1 jam lebih berkendara dari rumahnya di Buitenkatania menuju kampusnya di kota Zeeskatania.   ** Dua hari sebelum acara pengumuman berlangsung, Clair baru saja menyelesaikan ujian kompetensi untuk proses seleksi. Bersama satu temannya, Clair mengumpulkan berkas itu di kampusnya. Berharap agar ia lolos dan dapat bergabung dengan perusahaan terbesar itu.   Setelah keluar ruangan pengumpulan berkas, Clair dan Lany berjalan santai di lingkungan taman kampus. Mereka berdua membicarakan tentang perusahaan yang akan menjadi tempatnya bekerja jika salah satu dari mereka ada yang lolos.   "Clair, apa kamu yakin bisa lolos? Aku sendiri kurang yakin kalau aku mampu lolos," ujar Lany sambil berjalan menemani Clair di trotoar jalan kampus.   "Tenang saja, kamu pasti berhasil lolos, kok," jawab Clair menyemangati temannya.   "Tapi rasanya, ujian yang aku kerjakan hanya 30 persen saja aku yakin benar."   "Ya sudah kalau begitu, hitung 70 persen sisanya adalah keberuntungan. Karena aku pun juga seperti itu sebenarnya, heheheh," jawab Clair sambil tertawa kecil.   "Ngomong-ngomong, apa kamu sudah mencari tau siapa pemilik perusahaan itu?" tanya Lany.   "Hmmm...setauku, seorang wanita bernama Amanda Roose," Clair menghentikan langkah kakinya dan mengeluarkan handphone dari tas yang dibawanya, "ini, bukan? Aku memang mengaguminya," ujar Amanda sembari menunjukkan foto-foto di sosial media milik Amanda Roose kepada Lany.   Mereka berdua berpisah di parkiran mobil. Clair masuk ke mobilnya untuk menuju tempat-tempat bersantai yang akan ia sambangi.   Clair termasuk orang yang suka menghabiskan waktu sendiri di luar ruangan. Bersepeda, menonton beberapa film di bioskop, atau sekedar meminum kopi di kedai-kedai favoritnya.   Setibanya ia di kedai tepat seberang gedung perusahaan SEMA, ia mengeluarkan laptopnya, dan mengerjakan beberapa jurnal untuk mendukung kelulusannya. Ia juga memesan satu gelas minuman Latte Coffee dan sepiring Churros, makanan kesukaannya.   Tidak lama berselang, seorang pramusaji datang menghampiri meja Clair untuk mengantarkan pesanannya. Clair tetap fokus ke arah layar laptop. Ia menelusuri situs web perusahaan itu, untuk mencari tahu siapa orang di balik perusahaan yang akan ditempatinya.   "Investornya bernama Joseph Roose, direktur utama adalah Amanda Roose," gumam Clair, memandangi situs web itu, "mereka pasti orang yang sangat pintar dan juga kaya raya," lanjutnya. Clair menelusuri lagi beberapa informasi detail perusahaan tersebut. Dalam halaman 'jajaran komisaris', ia melihat foto Sean yang terpajang di situs web perusahaan itu.   "Sean Rafsanjani? Umurnya baru saja 27 tahun, tapi sudah menjabat sebagai komisaris utama?" Clair rasanya tidak percaya ketika melihat profil Sean. Ia sempat keheranan, bagaimana bisa seorang yang bisa dibilang masih di usia muda, sudah menjabat sebagai pemimpin perusahaan terbesar di Meeskatania. Clair mulai penasaran dengan setiap detail Sean, dan mencari-cari informasi tentangnya lagi di beberapa situs ternama. Di sana, Clair menemukan situs pribadi milik Sean. Ia membaca dengan teliti riwayat perjalanan hidup Sean semasa ia kuliah di Zeeskatania, hingga menyelesaikan pendidikan tahun pertamanya di Nevorusstate.   "Orang ini pasti pintar sekali."   Clair menyandarkan duduknya di kursi, dan meminum Latte Coffee hangatnya. Terlihat beberapa pria mengenakan jas, berdatangan masuk ke kedai itu. Mereka adalah karyawan SEMA Capital yang sedang menikmati jam coffee-break. Kedai itu berukuran sedang, dan hanya muat untuk 25 orang saja. Clair memandangi mereka semua, dan mendengar beberapa perbincangan dari salah satu orang itu.   "Sebentar lagi, Sean akan tiba di Meeskatania, kita harus mempersiapkan beberapa kejutan untuknya," ujar salah satu karyawan.   "Tidak perlu, kau tahu sendiri, Sean tidak akan menyukainya."   "Astaga, susah sekali membuatnya tertarik atau sekedar senang sedikit saja."   Mendengar itu, Clair merapihkan mejanya dan bergegas untuk pergi ke gedung SEMA di seberang kedai. Ia berinisiatif untuk mengunjungi tempat tersebut, hanya sekedar untuk melihat-lihat suasana di sana. Setelah masuk ke gedung kantor perusahaan SEMA, Clair berjalan menuju meja resepsionis untuk menemui Sean di hari itu. Sambil menunggu jawaban dari resepsionis, Clair merapihkan scarf yang menggantung di lehernya. Ia juga memandangi beberapa orang yang berlalu-lalang di sekitar lobi utama. Pandanganya terhenti ketika Clair melihat Joseph Roose yang sedang berdiri di depan pintu masuk. Clair mengenali wajah Joseph Roose, karena ia baru saja melihatnya di situs web perusahaan itu.   Clair meninggalkan meja resepsionis, dan melangkah perlahan ke arah Joseph Roose. Joseph dapat merasakan bahwa ada seseorang yang hendak menghampirinya. Ia membalikkan badan dan melihat ke arah Clair yang sedang berjalan menujunya. Melihat gerakan Joseph Roose yang tiba-tiba, Clair terhenti dan memasang wajah kaget.   "OH MY GOD...." Clair berteriak terkejut. Tasnya terjatuh dari genggamannya akibat hentakan dari kakinya yang berhenti tiba-tiba.   "Kamu siapa? Ada perlu apa dengan saya?" Tanya Joseph ke Clair.   "Maaf, Pak, sebelumnya saya minta maaf..." ujar Clair sambil mengambil tasnya yang terjatuh di lantai, "saya mengenali anda dari situs perusahaan, dan saya hanya ingin bertanya-tanya tentang program internship yang sedang diadakan oleh SEMA Capital," lanjutnya.   Joseph memandangi Clair dengan keheranan. Ia tertawa kecil akibat ulah Clair yang terlihat kekanak-kanakan.   "Apa kamu salah satu peserta dari Universitas Zeeskatania?" tanya Joseph.   "Iya, perkenalkan saya Clair De Lune, mahasiswi tingkat akhir strata 2 Keuangan," Clair membungkuk memberikan salam kepada Joseph.   "Hal apa yang ingin kamu tanyakan, Clair?"   "Yang pertama, proyek apa yang akan dikerjakan, jika tim sudah terbentuk?" tanya Clair, "dan yang kedua, apakah tim tersebut bersifat sementara?" lanjutnya.   "Proyek yang dikerjakan adalah gabungan dengan perusahaan saya, Roosevelt Corp, untuk mengembangkan teknologi satelit terbaru. Dan tim tersebut akan bersifat selamanya."   "Kalau begitu, perusahaan anda membutuhkan setidaknya mampu melewati tahapan sustainable financial growth selama 4 tahun, guna tidak terjadinya collapse pada perusahaan Roosevelt Corp."   "Bagaimana caranya?"   Joseph mulai tertarik dengan perbincangan dengan Clair yang menjelaskan tahapan-tahapan yang harus dilalui oleh perusahaannya. Ia juga menuliskan beberapa detail di kertas, untuk membuat ilustrasi langkah-langkah yang harus diambil sebagai kebijakan perusahaan Roosevelt Corp.   Melihat kepintaran Clair, Joseph mengawang untuk membuat Clair menjadi salah satu anggota tim financial research SEMA Capital Corp. Pikirnya, komposisi tim yang akan dibawahi langsung oleh Sean dan juga Amanda, akan terasa lengkap jika ditambah dengan kehadiran Clair di dalamnya. Ditambah, setelah melihat portfolio milik Clair selama bekerja di perusahaan keuangan Buitenkatania yang rata-rata berhasil menjalankan semua proyeknya.  *** Setelah pertemuan dengan Joseph Roose, Clair pulang ke rumahnya di Buitenkatania. Kota dengan udara yang dingin, juga beberapa pohon rindang di sepanjang jalan utama kota, mampu membuat beberapa orang untuk menikmatinya dalam waktu yang lebih lama.   Rumahnya sangat terang, dan berada di ujung Jalan Cornelis 1. Barisan mobil yang terparkir sepanjang jalan itu, tertutupi oleh daun-daun yang berjatuhan dari ranting pohon di pinggir trotoar. Beberapa penjaga sudah berganti shift untuk berjaga di malam itu.   Clair memasuki halaman rumahnya. Ukuran rumahnya sangat besar untuk ditinggali, karena Clair hanya hidup seorang diri saja tanpa keluarganya. Pintunya terbuka, Clair berjalan ke dalam rumahnya. Beberapa lampu taman di pekarangan sudah mulai menyala. Rintik hujan perlahan turun di kota Buitenkatania. Di rumah tersebut, Clair hidup dengan 3 orang asisten di rumahnya, yang setiap akhir pekan pulang ke rumahnya masing-masing. Satu orang berjaga sebagai pengamanan, satu orang bertugas untuk memasak, dan satu orang lainnya untuk membersihkan seisi rumah.  ** Clair merapihkan isi di dalam tasnya, mengeluarkan beberapa alat make-up, handphone, dan laptop. Juga ia melihat kertas yang ia gunakan untuk membuat perhitungan awal kepada Joseph. Sebelumnya, Joseph meminta Clair untuk membuat perhitungan tersebut agar lebih terlihat professional. Ia menyalakan kembali laptop untuk membuat bahan presentasi yang akan dikirim ke Joseph. Dengan perasaan, Clair dapat diterima sebagai salah satu anggota tim di SEMA Capital. Karena mungkin baginya, ini adalah salah satu kesempatan bagi Clair untuk bertemu langsung dengan Sean. Jam menunjukkan pukul 3 pagi, dan Clair tetap dalam posisi duduk berhadapan dengan layar laptopnya. Laporan yang ia kerjakan sudah selesai, dan akan dikirim ke E-mail Joseph Roose sebagai bahan pertimbangan, juga sebagai jurnal pendukung kelulusannya, seperti yang disepakati oleh Joseph Roose.   Setelah mengirim E-mail tersebut, Clair berbaring di tempat tidurnya, dan melihat langit-langit kamarnya dengan pikiran yang mulai selalu berakhir di Sean. Clair gelisah dan menutup wajahnya dengan bantal. Ini pertama kali baginya memikirkan sosok laki-laki tanpa alasan yang jelas.   "Ih... kenapa aku seperti ini?" tanyanya kepada diri sendiri, "kenal ataupun tau tentangnya saja tidak, kenapa gelisah sekali rasanya?"   "Tidak, tidak... aku tidak bisa seperti ini. Pikiranku hanya sebatas permainanku saja, aku harus tetap fokus untuk hidup di sini." Clair mematikan lampu kamarnya, diganti dengan cahaya dari lampu tidurnya. Perasaan gelisah Clair sudah memudar. Matanya terpejam dan perlahan Clair tertidur di antara suara rintik-rintik hujan malam itu di kota Buitenkatania.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN