"Mom," panggil Erly. Gadis cilik itu tampil sangat khawatir dan sedih melihat Ara menutup wajahnya dengan kedua tangan. Ara membiarkan Erly terus memanggilnya hingga akhirnya gadis cilik itu menangis. Melihat putrinya menangis karena Ara, membuat hati Andra sakit, nyeri luar biasa. Begitu besar rasa cinta Erly pada Ara membuat hatinya semakin teriris. Sakit bukan karena dia iri atau cemburu, dia merasakan sakit saat melihat putrinya menangisi wanita yang dia anggap sebagai mommynya. "Mommy, maafkan daddy aku!" tangis Erly semakin terisak. Melihat putrinya semakin terisak dan Ara tidak juga membuka wajahnya, Andra mendekatinya. "Ara, maafkan aku," sesalnya. "Aku tidak sengaja, aku tidak bermaksud menyakitimu. Maaf. Kamu boleh menghukum aku, tapi tolong jangan membuat putrik

