tak terasa aku sudah menyelesaikan kuliahku dan kebetulan sekretaris pak andi, mbak nessa akan berhenti krn ikut suami kerja keluar kota. aku tak menyianyiakan kesempatan ini. aku melamar menjadi sekretris pak andi.
melalui ujian yg cukup panjang akhirnya aku sah menjadi sekretaris pak andi. 2 minggu aku dilatih mbak nessa sebelum keluar dari perusahaan.
pak andi tidak sedingin dulu. sudah mulai tersenyum ada mulai cerita disela sela kami makan siang menunggu klien2 nya
krn sampai skrg aku masih membersihkan apartemen pak andi setiap minggunya
saat makan malam, d meja makan, aku duduk di depan pak andi
"ceritakan tentang dirimu."
"hahh...."
"iya siapa kw, knpa bisa mengenal intan. dan akhirmya kw ada d depanku"
aku tertawa dalam hati. kalo dicritakan bakal kalah itu sinetron yg ratusan episode
"intinya aja, ga usah kayak mengarang indah kyk pelajaran bhs Indonesia d skolah dulu" sambung andi
setelah aku menceritakan garis besarnya, " trus kw punya pacar?" tanya andi sambil mengunyah makanannya tapi tak melihatku
aku terkejut " belum pak, sejujurnya dulu saya menunggu laki2 yg berjanji akan menjemput saya, tapi janji tinggal janji, saat saya menjemput adik saya untuk kuliah d kota, saya diberi surat oleh ibu dari laki2 itu yg intinya dia minta maaf krn telah mengingkari janjinya"
"apa laki2 itu sudah menikah?"
"hmmmm.... saat saya menerima suratnya belum pak, hanya saja surat itu mengatakan kalo dia harus bertanggung jawab dgn temannya walaupun hatinya masih ada saya" aku tersenyum miris
"lalu gmana dengan dimas sisatpam itu?"
"sekarang dia udah ga satpam pak, dia pengacara, masih meniti karir"
"ah.... apapun pekerjaannya aku tak perduli, maksudku apa kw ada hati dengannya?"
"dia pernah menyatakan keseriusannya tp saya blm menjawabnya pak"
"berarti masih ada peluang buatku"
"maksud bapak?"
"ah sudahlah, habiskan makananmu lalu temani aq nonton sebentar lalu kw kuantar pulang
setelah selesai makan, aku membersihkan ruang makan dan piring yg tadi kami gunakan. lalu aku duduk d sofa yg jaraknya agak jauh dari andi
"apa arti pernikahan mnrtmu cin?"
"sesuatu yg sakral pak, wanita itu akan memberi malam pertamanya buat suaminya e... maaf pak saya terlalu dalam menjelaskannya"
"ah tak apa, jd kalo ada wanita yg sudah memberi malam pertamanya dgn laki2 yg mgkn kelak bukan jd suaminya gmana?"
"seharusnya laki2 itu yg datang bertanggung jawab krn itulah harta berharga seorang wanita pak"
"kalo laki2 itu tak mw melakukannya?"
"berarti dia bukan laki2 yg bisa membangun rumah tangga yg baik" astagaaa aku barusan ngomong apa knapa aq tll lancang bicara dgn pak andi, seakan akan yg d dpnku ini adalah intan bukan andi. apes dah aku, atau mgkn dia akan bertanggung jawab dgn apa yg sudah dilakukannya dgn cla? hmmmm.... semoga saja, batinku
andi menganggukkan kepala sambil memutar kepalanya menonton tv
kulihat jam sudah menunjukkan pukul 10 mlm,
"pak, saya harus pulang" aku berdiri dan menuju pintu. andi memegang tanganku dan tangannya yg lain merangkul pinggangku
wajah kami sangat dekat, tiba 2 dia menempelkan bibirnya k bibirku. aku membeku. krn aku diam, dia melumat bibirku. setelah aku hampir kehabisan nafas, dia menjauhkan wajahnya
"apakah ada laki2 sblmnya yg melakukan ini?" aku menggeleng kuat
"jd ini yg pertama?" aku mengangguk pelan, dia tersenyum miring. saat hendak melanjutkannya tiba2 ponselnya bunyi d atas meja dan tertera nama lisa. aku melepaskan tangannya dan buru2 keluar pintu sebelum kejadian memalukan td terulang lagi
setelah dia menutup pembicaraan dgn yg namanya lisa, dia menhampiriku dan membawaku pulang
dalam perjalanan aku cuma diam memandang k depan walaupun dari ekor mataku, aku melihat dia jg sesekali melihatku sambil tersenyum
"sepertinya sudah malam pak, sebaiknya bapak pulang" lalu dia mengangguk sambil tersenyum. baru kali ini aku melihat senyum manisnnya
aku masuk kamar dan menghempaskan badanku k ranjang,.
ada apa dgn pak andi, knapa dia lakukan itu padaku. gmana kalo cla mengetahui ini. pasti tante tidak akan diam bila terjadi sesuatu yg menyakitkan cla, batinku
rasanya aku ga kuat lg untuk menganti pakaiannku. tak terasa aku sudah terlelap
///
andi POV
entah apa yg merasuki..... itulah yg mgkn laguku saat ini
entah sejak kapan aku memikirkannya. apa karena dia mirip dgn lisa, akupun tak tau. hampir tiap malam aku bermimpi. mimpi dia tersenyum padaku, merentangkan tangannya seakan ingin memelukku.
tp gengsiku lbh tinggi dari akal sehatku
apalagi saat semua karyawan berbisik dia menjadi pendamping wisuda dimas yang cuma satpam. aih.... apa hebatnya seorang dimas
apalagi tadi aku baru aja melihat dimas memberi bunga pada gadis itu di parkiran motor. dia tersenyum manis. membuat aku ingin turun dari mobil dan menghancurkan bunga itu, menariknya k mobil membawanya k apartemenku
yg parahnya, aku pria yg mengecupnya pertama kali. apa masih ada gadis sepolos itu d jaman now?
sepertinya aku sudah maju selangkah, tak mungkin aku diam ataupun mundur, aku harus terus melangkah
masuk k apartemen, membersihkan diri lalu merebahkan badan sampai mata tertutup.
*31.05.20