KEANGKUHAN ANDHIKA

1003 Kata
Andhika POV ada apa denganku, kenapa harus tak suka melihat dia dengan laki laki lain. padahal aku tak mengenal dia secara pribadi, yang kutau dia cuma teman intan setiap aku melihatnya, hatiku berdebar, padahal dia cuma gadiis biasa. tapi dia punya daya tarik sendiri, dia cantik dan memikat lelaki yang melihatnya. setiap melihat dia di kantor, rasanya aku semakin bersemangat kerja. apalagi melihat senyumnya walaupun aku tak bisa membalas senyum manisnya  tok tok tok "masuk" aku menoleh kearah pintu ternyata dia yang selalu kuinginkan berada didekatku "maaf pak, saya bawakan kopi dan kue" gadis itu meletakkan nampan ditepi mejaku dan meletakkan kopi dan teh d ujung meja kerjaku "permisi pak" aku melihat langkah kakinya menuju pintu keluar "nanti selesai kerja, datang keruangan saya" ucapanku sedikit ngawur, padahal aku sendiri tak tau apa yang akan aku katakan setelah dia selesai kerja. aku hanya ingin dia dekatku, sungguh permintaan yang gila..... cinta terkejut lalu menoleh ke aku, mengangguk dan berjalan menuju pintu ruangan, setiap anggukannya pasti terselip senyum manisnya yang buat aku semakin ingin melihat senyumnya setelah pintu ditutup, perasaan sesak didadaku terasa lega, aku menghempaskan tubuhku disandaran bangku. ah... lirikan matanya saja bisa menyesakkan hatiku lalu cinta meneruskan kerjanya  sampai jam 8 malam "permisi pak, saya sudah selesai bekerja. ada yang bisa saya bantu? tanya cinta "temani aku kesuatu tempat" andi menutup laptop, membereskan berkasnya dan memasukkan kedalam tasnya lalu melangkahkan kaki beranjak dari meja kebesarannya menuju pintu keluar yang diikuti oleh cinta mereka meninggalkan ruangan dan menuju parkiran. ternyata dimas sedang menunggu di parkiran motor "cinta..." panggil dimas "dim, aku ada kerjaan dikit dengan pak andi. kau pulang duluan yach" "emang mau kmana cin?" tanya dimas lagi .... tak ada jawaban dari cinta "cinta mau bersihkan apartemenku, ini perintah bosmu, apa ada yang keberatan" sarkas andi cinta dan dimas saling bertatap "kenapa? apa ada yang salah?" tanya andi menatap tajam dimas "ooo... tidak pak, kalau begitu aku duluan ya cin" dimas mengangguk lalu meninggalkanku dan pak andi didalam mobil, aku melihat dia meremas remas tangannya, dia seperti ketakutan. mungkin aku terlalu kasar sehingga dia menjadi takut bila didekatku.  "kuliah jurusan apa?" aku membuka pembicaraanku "sekretaris pak" jawab cinta. aku pandangi dia, wajahnya yang cantik, tubuhnya yang seksi dan tinggi badannya yang sangat cocok jadi sekretaris, apalagi kalau jadi sekretarisku.aku terkekeh dan menggeleng gelengkan kepalaku "emang kenapa pak?" cinta menoleh padaku karena aku menggeleng gelengkan kepalaku "ah tidak apa apa" jawabku, "sudah makan?" tanyaku lagi "sudah pak tadi dimas membeli saya nasi bungkus"  aku melirik sepertinya cinta menatapku heran, apa kelihatan wajahku menunjukkan kemarahan atau cemburu. jangan.... jangan sampai cinta melihatnya tapi, kenapa setiap ketemu cinta harus ada bayangan sisatpam itu, cihh...... aku melajukan mobil dengan kecepatan tinggi agar segera sampai di rumah sesampainya di apartemen andi, andi memerintahkan cinta untuk membersihkan setiap sudut ruangannya sedang dia duduk di sofa sambil bermain di ponselnya terkadang dia melihat berita yang ditayangkan di tipi. sesekali dia melirik cinta tapi cinta sangat fokus pada pekerjaannya. dengan cepat dia sudah membersihkan semua ruangan apatement andi "sudah selesai pak, apa saya sudah bisa pulang?" "masakan aku makan malam, aku mau makan" padahal dia jarang makan di rumah tapi demi cinta agar dia bisa memandangnya dengan puas saat cinta bergelut dengan masakan di dapur ting tong...  andi membuka pintu, laki laki berparas indo masuk tanpa ada kata dari andi yang mempersilahkannya masuk, duduk disofa dengan kedua kaki bersilang, bersandar pada meja didepannya "hai ndi, lama ga ktemu. apa kabar?" sapa laki laki itu "ya elah baru aja minggu lalu ketemu udah nanya kabar" laki laki itu menuju dapur dan terkejut melihat cinta "weiiii.... ternyata kau menyimpan bidadari di apartermenmu ndi" laki laki itu memuji cinta "jangan lebay dia cleaning service di kantorku. disini dia cuma membersihkan apartemen ini. dia ga masuk hitungan dalam gadis incaranmu"  mereka tertawa sambil minum air soda yang diambil andi dari lemari es mereka duduk di sofa sambil bercerita tentang gadis gadis mreka. karena setiap kalimat mereka selalu menyebut nama nama gadis. cinta terkejut dengan perkataan andi, TIDAK MASUK HITUNGAN DALAM GADIS INCARAN? apa orang kaya selalu menganggap rendah mereka yang ekonominya pas pas an? batin cinta. tapi dia mengabaikan dan secepatnya menyelesaikan perkerjaannya agar bisa langsung keluar bisa menghilang dari 2 pria pencari gadis incaran //// pagi yang cerah, hari minggu baik untuk berolah raga ke alun alun pikir cinta cinta sudah siap dengan baju olah raga dan sepatu kets. saat berlari lari kecil menuju alun alun dibalik semak ada suara tak jelas. aku mendekati semak itu membuka, dibalik semak dan terkejut melihat ada laki laki telungkup tapi masih hidup. aku mau menjerit tp laki laki itu berusaha membalikkan badannya.  astagaa..... ternyata pak andi, aku hendak berteriak meminta pertolongan "jangan minta pertolongan, jangan berisik.dan  bantu aku" kata andi "baik pak, aku antar bapak ke rumah sakit" jawabku "BODOH, jangan bawa aku ke rumah sakit" andi hampir berteriak kuputuskan membawanya ke rumah kosku aq telpon teman kosku supaya membawa motornya untuk membawa pak andi karena jelas aku tak bisa menopangnya sampai ke rumah kosku sesampainya di kos, dia penuh luka sepertinya dia habis dipukuli. lalu aku membersihkan darahnya dan memakaikan kaos punya adikku yang kebetulan ketinggalan di kos ku sebelum dia pulang ke kampung setelah 2 jam kemudian, andi terbangun  "minum teh hangat pak?" aku menyodorkan teh ke bibirnya "hmmm...." dia menyunsep teh dibantu olehku lalu andi menurunkan kakinya duduk di pingiran ranjangku "dimana ini? beri aku alamatnya" kata andi datar tanpa melihatku aku menulis alamat dan memberi alamat kos ke andi lalu andi mengambil ponsel nya disaku celananya dan menelepon seseorang. "jemput saya di tempat kumuh ini segera, saya tak tahan menghirup udara disini" "mana bajuku? aku tak suka memakai baju pacarmu. menjijikan" kata andi ke aku "apa yang menimpa saya jangan sampai kedengaran di kantor. bila terjadi, akan tau akibatnya lalu andi mengambil bajunya dan pergi meninggalkan kos ku tanpa melihatku dan tanpa ucapan terima kasih tapi saat andi masuk mobil yang menjemputnya, dimas tak sengaja melihat pak andi karena dimas mau ke tempatku mengantar buku titipan dari temanku di kampus //// "permisi pak, saya bawa bubur dan teh hangat" aku membawa nampan berisi bubur buatanku sendiri karena mungkin saja dia belum pulih betul saat kejadian penuh luka kemaren saat hendak meninggalkan ruangan, aku melirik pak andi menyendokkan bubur ke mulutnya. aku tersenyum karena sepertinya dia menyukai masakanku lalu membuka pintu "mulai besok aku mau dibuatkan bubur seperti ini" andi tetap menyuapi bubur tanpa melihatku "baik pak" aku mengangguk dan menutup pintu. setelah pintu tertutup andi tersenyum, dibalik pintu cintapun tersenyum 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN