AKHIRNYA KELUAR DARI RUMAH INTAN

1082 Kata
Aku, intan dan clarisa ingin merayakan kelulusan kami  "kita makan dimana?" ajak intan ke cinta dan cla "makan di restoran jepang...." ujar cla "kalau cinta?" intan meminta pendapat cinta "terserah intan dimana" cinta tidak tau nama nama restoran karena dia jarang makan di restoran  'ayooo kita langsung ke mall, ntar kita lihat disana mana yang mengundang selera kita, setuju?" tanya intan lagi "stuju...." seru aku dan cla bersamaan lalu kami tertawa bersama, naik ke mobil intan dan meluncur ke mall yang tak jauh dari sekolah kami setelah kenyang, kami keluar dari restoran hendak keliling kelilng mall untuk cuci mata.. tak sengaja aku melihat om pras, papinya intan tak jauh dari kami berdiri "in, tuh papimu sama temannya" telunjukku mengarah ke om pras yang sedang serius berbicara dengan temannya sambil berjalan "pi..." sapa intan sambil mendekatkan diri kearah om pras "eh... anak papi sedang apa disini" papinya intan menghampiri, meminta ijin pada temannya meninggalkannya sebentar "merayakan kelulusan kami pi" intan merangkul om pras lalu tersenyum padaku dan cla  "baiklah, lanjutkan bersenang senang ya nak jangan sampai kemalaman" om pras mencium puncak kepala intan sambil melirik cla penuh nafsu isss........ keliling mall tiba tiba cla pamit pulang yang sebelumnya dia sedang menerima panggilan dari seseorang. katanya dipanggil tanteku tak lain adalah mamanya. sebelum berpisah, kamipun cipika cipiki baru keliling 1 putaran mall, aku bilang ke intan mau ke toilet, lalu dia membeli minuman dingin sembari menungguku. saat menuju toilet yang melewati kaca parkiran mobil tanpa sengaja aku melihat cla sedang berlari memasuki mobil sport. sepertinya itu mobil kak andi...... selesai melakukan setoran di toilet, aku keluar dari toilet tanpa sengaja aq menabrak seseorang "maaf..." aku mendongak kepalaku ternyata yang aku tabrak kak andi. apes aku kenapa setiap kali tabrakan harus dengan dia? tanpa kusadari, aku menepuk jidatku, astagaa...... laki laki itu membesarkan bola matanya saat melihatku "makanya punya mata dipakai" sarkas kak andi, lalu berjalan meninggalkanku astagaa...... *** setelah sah menjadi mahasiswi, aku harus menyelesaikan 1 semester sambil aku mencari pekerjaan sambilan untuk menambah uang saku karena ibuku selalu mengirim uang yang bisa dibilang kurang untuk kehidupan di kota.  menjatuhkan lamaran dan hasilnya aku diterima sebagai di cleaning service di perusahaan yang cukup terkenal di kota  kerja mulai pukul 3 sore sampai jam 8 malam karena sebagian karyawan ada yang lembur sampai jam 8 malam. awal dari pekerjaanku adalah membersihkan setiap toilet yang ada di kantor tersebut. setelah itu membersihkan pantry sebelum kantor tutup agar besok pagi yang dapat giliran masuk kerja, tidak terlalu kewalahan membersihkan setiap ruangan kantor ...... aku mengetuk pintu pimpinan di kantor ini. tumben bos ini di kantor jam 6 sore, pikirku. seminggu kerja disini, aku belum pernah melihat wajah bos yang katanya sombong sedikit ada rasa takut gimana kalau aku dibentak si bos yang sombong itu? ah.... masak aku harus nungguin dia pulang. gimana kalau pulangnya besok? inikan kantornya. suka suka dia kan mau pulang jam brapa. pikiranku akhirnya aku menguatkan hatiku untuk tetap masuk membersihkan toilet yang ada di ruangannya tok... tok... tok.... aku menekan knop pintu membukanya, saat aku menoleh aku melihat seorang laki laki yang aku kenal. laki laki yang dinginnya melebihi kutub utara. dia kak andhika  "permisi, saya cleaning service mau membersihkan toilet' ujarku pelan tapi masih bisa didengar kak andi dia melihat padaku tanpa ekspresi terkejut lalu membaca kembali berkas berkas yang ada di depannya "apa di rumah prasetya nugroho ga di gaji jadi harus cleaning service di kantor anaknya?" tanya andi sombong dengan senyum miringnya tapi tak memandang kearahku "aku sudah tak tinggal di rumah om pras kak" jawabku "jangan panggil aku KAK, aku disini bosmu, bos besarmu, mengerti!!" bentak kak andi dengan rahang mengeras dan tangan mengenggam pena kuat "ba-  baik pak...." jawabku gugup lalu aku pergi meninggalkan pak andi dan mengerjakan perkerjaanku.aku masih gemetaran teringat kata kata pak andi tapi aku tak mau menyerah. aku harus bertahan agar aku bisa tetap kuliah. tekad kuatku mengikis ketakutanku dengan sikap pak andi andi  kenapa aku membentaknya? padahal dia tak punya  salah padaku, batin andi lalu mengacak acak rambutnya. sial..... kenapa harus ketemu dia lagi? sudah 1 minggu aku melihat dia disini saat dia membersihkan meja pantry. dia mau kerja sebagai cleaning service? dia sangat berbeda dengan teman temannya. senyumnya yang ramah menyapa karyawan di kantorku membuat banyak karyawanku yang jatuh hati padanya wajahnya selalu mengganggu mimpiku. aissss.... wanita kayak dia bisa ada dipikiranku? andi menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi kebesarannya apa mungkin dia sudah mencuri hatiku. ah tak mungkin aku harus memfokuskan diri pada pekerjaanku walaupun sulit karena kehadiran cinta diruangannya ..... sebelum berangkat ke tempat kerja, aku keluar dari kos langsung menuju tempat kuliahku karena aku mendapat beasiswa aku harus lebih giat belajar agar beasiswa tak dicabut. saat di kampus 'Hai.... kamu kerja di perusahaan nugroho property?" seorang laki laki menyapaku "iya betul" jawabku sambil tersenyum padanya "aku dimas, kau?" laki laki itu mengulurkan tangannya "cinta, apa dimas kuliah disini juga?" aku menyambut tangannya "iya tapi aku jurusan hukum, kalau tidak ada halangan tahun ini selesai" "oooo.. terus kok kenal aku?" cinta bertanya bingung "aku sama sepertimu kuliah sambil bekerja menjadi satpam disana" dimas menjawab pertanyaanku "mau pulang?" aku mengangguk "ayooo aku antar, aku bawa motor" dimas menawarkan diri untuk mengantarku "terima kasih, biar saya pulang sendiri" aku menolak secara halus "baiklah, lain waktu harus mau aku antar ya" aku mengangguk lalu kami berpisah, aku menuju halte sedang dia ke parkiran motor akhirnya aku dan dimas menjalin pertemanan baik hampir beberapa bulan berjalan........ aku dan dimas mulai akrab. setelah pulang kuliah, lalu janjian untuk ke tempat kerja bareng "apa pacarmu ga marah kalau kita selalu jalan bareng cin?" tanya cinta sebelum menghidupkan motornya "ah jangan jangan pacar kamu yang marah kalau aku selalu nebeng sama kamu ke tempat kerja hehehe" cinta menaikkan tubuhnya di boncengan motor dimas hanya tertawa dan dibalas dengan senyuman cinta aku belum punya pacar cin, aku suka sama kamu... batin dimas lalu dimas melajukan motornya dengan kecepatan sedang, "cin, kenapa ga berpegangan dipinggangku?" "aih.... mulai deh modusnya" cinta mencubit pelan pinggang dimas, dimas terkekeh sampainya diparkiran motor, cinta dan dimas terlihat sedang berbincang sambil tertawa. seorang pria didalam mobil yang sedang bergerak melewati mereka sambil menatap mereka dengan rasa berbeda... mobil berjalan pelan melewati cinta dan dimas yang tampak bahagia.  sebenarnya pria yang di dalam mobil hendak pulang karena merasa kurang sehat tapi karena melihat 2 sejoli membuat dia memutar mobil balik ke parkiran. sampai di tempat parkiran, pria itu menghempas pintu mobil dan masuk ke gedung kantor menuju ruangannya. sengaja pria itu bertemu dengan cinta dan dimas yang menuju lift "disini bukan tempat pacaran, kalau ga senang bisa kluar dari tempat ini"  suara andi meninggi dimas dan cinta saling berpandangan, lalu menoleh pada andi "maaf pak, kami cuma teman kebetulan 1 kampus" jawab cinta sedikit gugup, dianggukkan oleh dimas menyatakan bahwa apa yang dikatakan cinta adalah kebenaran andi berlalu dari hadapan mereka, sampai di ruangannya, dia tak tau apa yang dikerjakan karena memang tujuannya adalah pulang untuk istirahat kacau... batin andi 
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN