CLARISTA??

1049 Kata
18+ harap dibawah umur tak membaca. plisss...... clarista POV cita cita punya banyak uang, jadi nyonya besar harus kugapai, bagaimanpun caranya. setidaknya dengan adanya cinta di rumah intan, aku bisa menarik perhatian kak andi,. rencana yang sudah aku persiapkan dengan matang tak boleh gagal. setidaknya bisa menambah lumbungku hari ini "mah, aku mau ke rumah intan, intan ngajak main ke rumahnya" aku harus dapat ijin dari mamah "oia? trus nanti kamu tidur dimana nak?" tanya mamah karena yang mamah tau kalau cinta tidur dikamar pembantu jadi mamah tak mau kalau aku tidur sekamar dengan cinta "iya di kamar intan dong" jawab cla "baiklah, jaga dirimu ya nak, jangan terlalu dekat dengan cinta. dia sangat berbahaya" jawaban mamahnya, membuat langkah cla secepat mungkin untuk berangkat tanpan membuang waktu lagi iyes aku dapat ijin, peluangku terbuka. aku harus segera berkemas menuju rumah intan, harta karun tunggu clarista.... sorakku dalam hati alasan yang masuk akal, membuatku bisa tidur di rumah intan ternyata bergaul sama intan dan cinta tak cocok denganku. mereka terlalu memuakkan. merasa suci, sok rohani apalagi cinta, manusia tidak tau diri.mana ada didunia ini manusia hidup dengan iklas. selalu mengatakan sebuah kehormatan. emang dengan menjaga  kehormatan bisa menjamin hidup senang, banyak uang. sama dia seperti ibunya cih.... saat tengah malam, yang aku nanti nanti sudah datang, aku mendengar suara mobil masuk ke pekarangan rumah. intan aku mengintip dari jendela kamar intan, mungkin targetku sudah sampai aku melirik pada  intan dan cinta sudah tertidur lelap. aku harus melaksanakn rencanaku, segera aku berganti pakaian minim bahan agar terliat menggairahkan. pelan pelan aku menuruni tangga berhenti di tengah tangga, menyibak rambutku agar terlihat baju yang aku gunakan tanpa menggunakan penutup di kedua gunung kembarku, dia baru pulang kerja menuju kamarnya. sempat dia menatapku terdenyum, menelan salivanya, mata terbelalak seperti singa yang mau melahap daging segar tapi dia bukan tujuan utamaku aku tersenyum mengangguk dan berjalan menuju dapur. langkah kakiku kuhentikan dipintu dapur dan melirik padanya, dia masih menatapku, sepertinya dia mulai tergoda.. dia membalas senyumanku lalu masuk ke kamarnya.  kuteruskan langkahku ke dapur pura pura membuka lemari es dan mengambil air dingin. ahhh.... tak apalah kalo dia pun bisa kuperas duitnya, batinku lama aku menunggu di dapur sambil menyenderkan bokongku di meja dapur tapi dia tak keluar dari kamarnya. sepertinya diapun tak tertarik dengan kemolekan tubuhku. saat aku hendak beranjak keluar dapur, aku meliihat dia sudah dipintu dapur "hai cantik, haus ya... om juga haus" lalu mendekatiku dengan deru nafas naik turun. aku mulai dengan aksiku dia merapatkan badannya ke tubuh molekku. jarak wajah kami sudah beberapa senti dia mengambil gelas ditanganku meminum air dari gelasku dan meletakkan keatas meja "om mau minum kopi atau s**u?" tanyaku dengan senyum menggoda, aku kibas rambutku kebelakang agar terlihat semua bentuk tubuhku.tampak jelas ujung gunung kembarku yang berwarna coklat membuat dia semakin terangsang melihatnya,  lalu dia menatap gunung kembarku yang memang besar, memegang dan meremasnya. aku mendesah dia menyambar bibirku kasar dan melumatnya, tangan kirirnya memegang leher belakangku, tangan kanannya sibuk meraba kedalam selangkangaku, aku menggoyang goyangkan tubuhku agar dia semakin terangsang, seperti dugaanku juniornya semakin menegang dibawah,  "s**u juga boleh" dia mulai turun kedadaku mulai menciumi gundukanku secara bergantian, lalu menggesek gesekkan juniornya yang sudah mulai mengeras dasar b******k tapi tak apalah yang penting uangnya kataku dalam hati dia membuat tanda disekitar d**a dan leherku membuatku semakin keenakan "manis susunya?" tanyaku manja, dia mengangguk dan terus menjilati dan menghisapnya lalu aku menarik tubuhku "kalau kurang manis bisa dipompa dari belakang" kataku menggoda, mengarah ke bokongku  dia terkejut dan mulai mengerti apa maksud perkataanku dengan kasar dia membuka kancing celanaku membalikkanku lalu dia membuka celananya "kau sangat mengerti keinginanaku sayang" laki laki b******k ini mulai memompaku aku biarkan dia dengan gerakannya. terdengar desahan dari mulut iblisnya semakin lama dia semakin kencang sampai saat dia hampir menyembur tapi aku mendorongnya " kalau cuma mompa s**u gratis tapi kalau tambah manis harus bayar om" aku memberi kertas  sambil berbisik ke telinganya "10jt ditunggu ya, masih sempit pasti memuaskan" lalu kugigit pelan daun telinganya secarik kertas yang kuberi berisi no hp dan norekku yang sudah kupersiapkan sebelumnya . dia melihat kertas yang aku berikan lalu aku mengkerlipkan mata dan berlari keatas menuju kamar intan. aku menoleh kebelakang tampaknya dia sudah stres tak dapat menyalurkan hasratnya. mau tidak mau dia pasti akan memenuhi keinginanku aku menunggu di kamar intan, menunggu pesan masuk dari ponselku notif masuk, "sudah kutransfer cepat turun, sudah ga tahan" pesan masuk ke ponselku, dengan sangat hati hati aku buka knop pintu kamar intan agar mereka tidak merusak rencanaku dengan terbangunnya mereka dia menarikku ke kamar, dengan kasar dia membuka bajuku "sabar... lakukan dengan santai agar terasa nikmat" ujarku tersenyum lalu tanganku melingkar di lehernya tapi dia semakin kasar, agak sakit karena dia melakukannya dengan berbagai gaya selesai juga hampir 3 jam di kamar andhika....dia sangat puas dangan serviceku "aku akan memberi lebih banyak kalau kau bisa memuaskan setiap malam" katanya setelah dia memakai bajunya aku mengangguk tersenyum, akhirnya aku mendapatkan lumbungku aku balik ke kamar intan. dia dan cinta masih terlelap. aku membersihkan badanku dan naik ke ranjang intan karena besok aku harus belanja sepuasnya *** saat intan pergi ke dapur tinggallah aku dan cla di kamar intan "cin apakah kau betah tinggal di rumah ini?" tanya cla "apa kak andi baik terhadapmu?" "gimana dengan om pras dan tante berlian" aku tertawa, ya ampun cla yang mana duluan yang harus aku jawab aku senang tinggal disini tapi aku juga harus bekerja membersihkan rumah ini cla agar tante berlian bisa menerimaku disini. kami berbincang saat intan pergi ke dapur buat ambil cemilan untuk dimakan di kamar 'untuk kak andi, aku tidak pernah ngobrol dengannya.' kataku "om pras sepertinya sedikit genit, kau harus berhati hati terhadapnya" sambungku cla mengangguk tanda mengerti, lalu intan masuk dengan di tangan nampan penuh dengan makanan dan minuman "certa apa ini, kok nampaknya serius amat" intan meletakkan nampan di meja belajarnya kami cuma tersenyum lalu mengambil minuman dan cemilan lalu duduk diatas karpet  kami terus bercerita sampai akhirnya sore menjelang, dia pulang ke rumah "salam buat tante dan paman ya cla" aku memeluknya intan meminta tolong ke supir maminya untuk mengantar cla pulang tapi sebelum pulang aku sempat melihat cla bercanda dengan supir secara refleks sang supir memegang pinggang cla dan hampir memeluknya. cla melepaskannya tapi tak tampak raut marah di wajah cla. apa laki laki yang semalam kuliat bersama cla itu adalah sang supir???? karenn jelas supir intan sangat tampan, kaki panjang dan tubuh atletis tapi maaf kayaknya cuma aku yang tak tergoda. setiap pandangannya ke aq seperti penuh nafsu setiap kali kami diantar supir k sekolah, teman temanku pasti senang melihat wajah sang supir, tak ayal mereka sering bilang ke intan titip salam buat sang supir
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN