Akhirnya aku, cla dan intan mengisi waktu malam minggu kami dengan mencoba resep makanan di dapur, lalu menonton film laga karena aku dan intan sangat menyukai artis jet li lalu naik ke kamar berakhir dengan bermain monopoli.
kami sangat senang. aku dan intan mulai mengantuk karena jam menunjukkan pukul 12 lewat.
"kau belum ngantuk cla?" tanya intan lalu cla menoleh
cla menggeleng, lalu membuka ponselnya memasang headset bermain game sambil mendengarkan lagu kesukaannya
"kalian dulan bobok gih" cla menggeser kursi meja rias mendekati jendela kamar intan lalu dia duduk
kamipun tertidur di kamar intan
tiba tiba aku terbangun karena meras haus lalu aku keluar dari kamar intan hendak minum. kamar intan dilantai 2, aku berjalan menuruni anak tangga dengan berlahan lahan
betapa terkejutnya aku melihat sesosok gadis sedang berpelukan dengan laki laki yang hanya Nampak bagian blakangnya.
laki laki itu merapatkan badannya ke gadis itu. gadis itu mendesah sambil menutup matanya dan memeluk laki laki itu
mereka semakin mesra, laki laki itu mencium bibir, leher dan astagaaa dia sudah mencium buah d**a cla?
dilengan kiri laki laki b******k itu ada tanda lahir.
mereka b******u semakin menjijikkan, berciuman seperti saling berkejar kejaran
laki laki itu membalikkan gadis itu, mencoba membuka celana super pendek gadis itu, dan laki laki itu juga membuka celananya dan mulai mendorong dorong tubuh gadis itu dengan pinggulnya
aku melihatnya dengan jantung berdetak kencang. aku lari ke kamar dan membayangkan bagaimana kalau ada yang melihat mereka seperti yang aku lihat tadi?
sebenarnya siapa laki laki yang bersama cla? apakah dia kak andhika?
aku melihat intan masih tertidur pulas. aku naik ke ranjang cinta dan aku menarik selimutnya dan mencoba tidur disamping intan melupakan apa yang barusan aku lihat tapi pikiranku masih tertuju pada cla
JEGLEK..... pintu kamar intan dibuka, cla melangkahkan kaki sambil berjinjit.tak berapa lama kemudian cla keluar dari kamar. aku tak tau lagi kapan cla kembali. yang pasti saat aku dan intan bangun, cla sudah bersama dengan kami
***
sarapan pagi, duduk di kursi meja makan. ada tante berlian, om, intan, cla dan aku.
kemana kak andhika. apa dia semalam terlalu capek sehingga tidak ikut sarapan bersama kami. aku senyum senyum sendiri
aku melirik pada cla, tampak dia seperti biasa, mengunyah makanannya tanpa beban.
aku melirik pada tante yang tampak biasa. semoga beliau tak melihat perbuatan b***t anak kesayangannya
aku melirik pada om, isss..... matanya masih sangat menakutkan
aku melirik pada intan yang sibuk dengan ponselnya sambil menyuap nasi goreng ke dalam mulutnya
aku melirik pada bi ijah, sepertinya saat itu bi ijah sudah tertidur jadi tak tau apa yang terjadi di dapur semalam
"hayooo lagi mikirin apa, senyum senyum sendiri" intan sambil mengagetkanku, mencubit pinggangku pelan. aku terkejut dan menoleh pada intan
"ah tidak ada, cuma ingat crita lucu di sekolah kemaren" jawabku bohong
"hari ini apa kegiatan kalian" tanya tante berlian pada kami
"hari ini kita jalan ke mall, gimana?" ajak intan ke aku dan cla
"maaf in, aku harus pulang karena kemarin aku belum kasih kabar ke orang tuaku kabar. mungkin lain kali kita jalan bareng ya" jawab cla
padahal aku sudah bilang kemarin pada cla sebelum nginap harus minta ijin tapi sekarang perkataannya berbanding terbalik dengan yang kemarin
tumben cla tak mau diajak ke mall, padahal dia ratu shopping apalagi kalau katanya ke mall batinku
***
kami diantar supir ke mall tapi cla diturunkan di halte dekat simpang rumah intan dan katanya dia akan naik taksi dari sana menuju rumahnya.
"hati hati di jalan y cla" kami melambaikan tangan pada cla, dan dia membalasnya
saat menuju mall tiba tiba tantenya intan telepon katanya mau ngajak intan ke apartemennya. beliau baru pulang dari luar negeri dan membawa oleh oleh ke intan tapi tak sempat mampir ke rumah intan. kami berbelok ke apartemen tantenya intan, batal ke mall
saat mau menaiki lift apartemen tanpa sengaja aku melihat sosok gadis yang baru keluar dari lift sebelahnya. sepertinya cla???
"in, apa disini ada apartement kak andhika?' tanyaku penasaran
"loh kok tau apa kak andhika pernah cerita padamu?' jawabnya sedikit kaget dan keliahatan tidak senang
' aih aku cuma bertanya asal asalan karena apartemen ini termasuk apatement untuk golongan berduit, kak andi kan pembisnis sukses jadi kemungkinan besar dia juga punya apartemen
"ooooo..." intan membulatkan bibirnya sambil mengangguk angguk
astaga cla bermain api dengan kak andi? batinku
***
'tan ini cinta, dia sekarang tinggal di rumah menemaniku' intan memperkenalkanku, aku menyalim tangan tante
"hai cinta, ayoo masuk" tante tersenyum memandangku
"in gmana kabar mamimu?, apakah dia menyayangimu?" mata tante menoleh pada intan
"iya, mami sangat menyayangiku tapi kak andi masih seperti yang dulu" intan meletakkan bokongnya di sofa tante lalu aku mengikutinya
"syukurlah...." balas tante
kami disodorkan cemilan khas luar negeri. coklatnya sangat enak, lumer dimulut
lalu minuman yang terasa buah strawberry membuat mulutku terbuai dengan rasa nikmatnya
aku hanya diam mendengar crita mereka yang hampir tak kumengerti mreka semakin asik bercerita membuat lupa waktu
saat sudah sore kami, kami pamit pulang, tantenya intan memberi paper bag pada intan, mungkin itu oleh olehnya batinku
dan satu lagi diserahkan padaku "ini untuk cinta, maaf mungkin oleh olehnya tidak sesuai dengan selera cinta"
aku tersenyum, mengangguk dan menerima oleh oleh dari tante
"terima kasih banyak tan" jawabku
lalu kami berangkat pulang ke rumah
saat di depan rumah, kami melihat cla duduk di teras. cla datang lagi ke rumah intan
"in, aku bisa nginap 1 hari lagi. orang tuaku masih ada acara di luar kota. aku tak berani tinggal dengan pamanku" masuk akal, karena aku tau betul gimana brengseknya pamannya cla.
"trus gimana besok kau ke sekolah?" tanya intan walaupun sebenarnya dia suka kalau banyak teman temannya datang dan nginap di rumahnya. "besok aku ijin tidak sekolah in"jawab cla
"baiklah, ayoo kita langsung ke kamarku" ajak intan
selesai makan malam, kami ke kamar masing masing tapi cla tak mau tidur di kamarku karena ranjangku kecil tidak cukup untuk 2 orang
aku sibuk menyusun buku yang akan aku bawa besok ke sekolah, ternyata ada 1 buku yang tertinggal di kamar intan, aku pergi ke kamar intan. saat melewati ruang makan menuju tangga kamar intan, aku mendengar seseorang berbisik
"kalau udah ditransfer, aku langsung ke kamar"
itu suara cla, batinku
"baiklah uangnya sudah masuk ke rekeningku, aku langsung ke kamar"
"....."
"sabar sayang, malam ini kita nikmati sepuasnya"
".....'
aku balik ke kamarku, batal ke kamar intan. cla terlalu jauh melangkah.. seandainya aku beritahu tante, apa tante akan percaya? tapi kalau aku membiarkan sikap cla, aku sudah menjerumuskannya. bagaimanapun dia sahabatku, dia juga sepupuku
ah..... sangat membingungkan
aku menarik selimutku, menutup mataku dan membuat