DIRENDAHKAN

1042 Kata
sesampainya di rumah intan, kami keluar dari mobil mewah intan, sang supir mengambil barang barangku dari bagasi mobil "ayo masuk cin" intan menggenggam tangan cinta dan menyeretnya pelan menuju ke rumah, di teras rumah sudah berdiri maminya intan, ibu berlian "hai sayang selamat datang di rumah kami, semoga cinta betah di rumah ini" mami intan tersenyum dan memelukku, aku menyalim tangannya tanda penghoramatanku padanya "in, aku tidur disamping kamar bi ijah aja" ujarku sambil berjalan memasuki rumah "jangan, kau harus di kamar tamu karena kau adalah tamuku" intan membantah perkataanku "tidak intan, kalau aku harus di kamar tamu lebih baik aku cari tempat kos yang dekat dengan sekolah kita" aku bersikeras intan melihatku cukup lama, lalu menghela nafasnya "baiklah, aku tak akan memaksa tapi sepulang sekolah, kita bisa dikamarku. kamar di samping kamar bi ijah hanya untuk  malam saja, stuju?" intan memberi kelingkingnya, dan aku mengaitkan kelingkingku ke kelingkingnya aku mengangguk setuju, lalu kami menuju kamar belakang, sampai dsana  "mang tas tasnya cinta letakkan disini aja' ujarku setelah itu intan meninggalkanku menuju kamarnya, lalu aku membersihkan kamar kosong yang mulai berdebu.memasukkan baju ke lemari. semua sudah rapi. aku duduk ditepi ranjang kamarku. aku senang memandang kamar yang sudah rapi dan awangi Karena aku menumpang di rumah intan, aku harus membersihkan rumahnya tanda terima kasih. setiap pagi aku membantu bi ijah masak, mencuci piring, kalo pulang sekolah selesai membuat tugas sekolah, aku nyetrika, menyapu lantai, mengepel dan menyiram bunga. walaupun tidak setiap hari aku kerjakan setidaknya aku bisa meringankan pekerjaan bi ijah.  sejak itu bi ijah semakin menyayangiku *** saat hari pertamaku di rumah intan "pagi semua" sapa tante berlian, maminya intan. dimeja makan telah berkumpul om pras (papinya intan) intan dan kak andhika. saat aku menyajikan sarapan  'jadi di rumah ini udah ada asistennya bi ijah" andhika melirikku dan mulai mengejekku, aku tertunduk "huss.... itu teman intan" maminya intan "cinta, mari duduk disini, kita sarapan sama sama" ajak bu berlian lalu aku duduk disebelah intan "di dunia ini tidak ada yang gratis jadi kalau mau tinggal di rumah memang seharusnya tau diri" andhika menyelesaikan sarapannya dan membersihkan bibirnya dengan tisu lalu bangkit dari tempat duduknya sebelum melangkah keluar rumah, andi membalikkan badannya "mi, mulai sekarang aku tinggal di apartemen, bilang sama asisten bi ijah agar tetap membersihkan kamarku' dia tersenyum sinis dan melanjutkan langkahnya "jangan diambil hati ya nak cinta' tante berlian mulai menghiburku, aku tersenyum padanya "kak andhika sebenarnya baik hanya saja mungkan dia terlalu banyak pekerjaan jadi cinta tidak marahkan?" bela intan aku tersenyum dan mengangguk Tanpa sengaja aku melihat tatapan dan senyum papi intan seperti singa yang hendak menerkam daging empuk. Aku tiba tiba merinding.... selesai kami sarapan, aku dan intan berangkat ke sekolah menyalim tangan tante dan om, saat aku memegang tangan om, dia meremas tanganku, aku agak meringis lalu melihatnya. dia mengedipkan sebelah matanya astafirulloh.... aku langsung bergegas pergi saat sampai di kelas  "pengumuman, sekarang cinta tinggal di rumahku jadi kita bisa atur jadwal untuk lebih sering ngumpul di rumahku, bagaimana teman teman?" intan berdiri di depan kelas serempak teman teman bersorak "asik tugas kita akan lebih gampang karena ada cinta yang bisa kerjakan" ujar ando "pala loe, gue ga ijinin siapapun yang manfaatin cintaku" gombal thomas kelas jadi ribut karena dua pria yang saling melempar kata akhirnya kami tertib di bangku masing masing karena ibu guru bahas sudah masuk ke dalam kelas. pelajaran dimulai..... *** selesai makan malam, aku membantu bi ijah membersihkan meja makan dan membersihkan piring yang kami gunakan setelah itu aku naik ke kamar intan untuk belajar sama setelah selesai belajar di kamar intan, aku masuk ke kamarku yang posisinya disamping kamar bi ijah. aku merebahkan tubuhku di ranjang saat aku memandang langit langit kamarku,  sepertinya kak andhika dan papinya intan tidak menyukaiku. tapi aku harus bertahan hanya 1 bulan ini saja, batinku TOK...TOK... siapa malam malam begini datang ke kamarku, aku membuka pelan daun pintu kamarku. aku terkejut ternyata papinya intan datang dan hendak masuk kekamarku "ada apa om?" tanyaku pelan "aku mau ngobrol denganmu cantik" senyum iblis terpancar di wajahnya "namaku cinta bukan cantik" jawabku ketus "siapapun namamu aku mau masuk" om pras memaksa masuk aku mendorong pintu kuat dan menguncinya. keterkejutanku menyandarkan tubuhku di pintu dan seketika itu juga tubuhku melorot ke lantai. aku terduduk sambil memeluk kedua kakiku "b******k kau cinta, ingat kau tinggal disini tidak gratis,ingat itu" om pras menendang pintu kamarku  astagaaa.... tubuhku bergetar, aku sangat ketakutan setelah aku mendengar langkah kaki menjauh dari pintu kamarku, aku beranjak menuju tempat tidurku tak berapa lama, pintu diketuk kembali membuatku segera ke pintu untuk menahan pintu seandainya ada yg berniat mendobrak pintu. aku menempelkan telingaku ke pintu, kira kira siapa yang ada dibalik pintu kamarku pintu diketuk lagi lalu aku membuka sedikit pintu dengan hati hati ternyata bi ijah "nak cin, jangan sampe lupa mengunci kamar, kapanpun itu ya" bisik bi ijah lalu meninggalkan pintu kamarku. kata kata bi ijah merupakan peringatan keras buatku untuk lebih berhati hati dengan sosok pria yang tak lain adalah papi intan tak mungkin aku ceritakan ini pada tante dan juga intan, mreka tak akan percaya tapi aku harus waspada. setelah ujian, aku harus cari tempat kos sampai matahari muncul, mataku belum bisa terpejam. sepertinya aku harus lebih berhati hati *** "hai cinta" sapa clarista yang berdiri di depan pintu kamarku  tak disangka sangka, cla datang berkunjung ke rumah intan. aku sangat senang   "hai cla, apa kabar? gimana kabar tante dan paman?" aku memeluk cla dengan erat 'mereka baik, aku rindu kau cinta" ujar cla "aku juga" balasku lalu aku mengajaknya masuk ke kamarku, kami duduk di tepi ranjangku cla memperhatikan seluruh ruangan di kamarku "kok kau tinggal disini, kenapa tidak dikamar intan aja" tanya cla "aisss.... tak mungkin aku di kamar intan, dikasi tempat ini aja aku alhamdullilah" jawabku tak lama intan datang ke kamarku "loh kok kalian disini, ayoo ke kamarku" ajak intan lalu menarik tangan cla, aku mengikuti mreka menuju kamar intan saat melewati dapur "bi tolong diantar minuman dan cemilan ke kamar saya ya" ujar intan ke bi ijah bi ijah mengangguk lalu bergegas menyiapkan perintah intan sampai di kamar intan, kami sibuk menceritakan kisah kami masing masing walaupun yang lebih dominan kami yang mendengar crita cla akhirnya sorepun tiba, cla enggan untuk pulang ke rumahnya tapi aku tau betul gimana tante kalau sampai cla tidak pulang, bisa berabeh, paman akan dapat amukan dari tante "gmana kalau cla nginep malam ini di rumahku jadi kita bisa berkumpul ria. mumpung ini malam minggu" ide intan aku dan cla saling menoleh, cla tersenyum lalu menoleh pada inta "aku mauuuu.....' jawab cla hampir berteriak  'tapi cla sebaiknya kau hubungi tante supaya mereka tidak cemas" ujarku  "ga perlu karena mereka tidak di rumah" cla mengabaikanku dengan sibuk bercerita dengan intan ??????
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN