aku hampir setiap saat jalan bersama andi. ntah itu cuma makan nasi rawond warung dekat kos ku atau sekedar duduk d taman kota. walaupun terkadang andi sgt mengjengkelkan selalu memakai topi dan kacamata dgn alasanya agar wartawan tak mengenalnya. emang salah kalo sekedar duduk d taman hehe.....
seperti biasa jg hr ini jadwalku membersihkan apartemen andi. saat buka pintu aku melihat ruang tamu sangat berantakan. sepertinya semalam ada pesta disini, gumamku. lalu aku membersihkan semuanya. saat aku siapkan makan siang buat andi, tiba2 seorang wanita keluar dari kamar andi, rambutnya berantakan, bajunya kebesaran sepertinya baju andi yg dikenakannya tanpa celana panjang ataupun rok yg memperlihatkan pahanya yg mulus
"siapa kw?"
"saya cinta, yg membersihkan kamar pak andi setiap minggu"
"ooo.... bisa berikan aku air hangat, aku msh sangat pusing" kata wanita itu sambil duduk d kursi meja makan
aku mengambil air hangat, pintu apartemen dibuka ternyata andi br pulang membeli sesuatu
"lisa, kw sudah bangun?" tanya andi
iya, sambil memperlihatkan giginya yg putih
"cinta ke sudah dtg? baiklah krn kw sdh bangun lis, aku akan mangantarmu pulang" andi membalikkan badannya mengambil kunci mobil
tiba2 wanita itu memeluk tubuh andi dan memciumin bibir dan leher andi, andi merasa tak enak ada aku disana. aku tak mw melihat mreka dan sibuk membereskan dapur agar secepatnya kluar dari apartemen ini
andi menarik lisa k kamar.
"apa yg kw lakukan lusi"
"emang knapa, dia cuma pembantumukan?"
"jgn buat kekacauan disini. antara aku dan kw tidak ada apa@ lagi jd jgn ingat masa lalu"
andi menarik lisa kluar dari apartemennya.
stlh aku menyelesaikan pekerjaanku, aku beranjak kluar dari pintu, andi membuka pintu
"cin, apa yg td kw liat itu bisa aku jelaskan"
"ah tidak apa2 pak, lagian diantara kita hanya sebatas atasan dan bawahan"
andi menarikku dan memelukku
"aku menginginkan dirimu cin, sepenuhnya"
"lepaskan aku pak, apa bapak blm sadar dari mabok smlm?"
andi menciumku kasar, dan merebahkanku k sofa, memaksa membuka bajuku, mengunci kedua tanganku dan memberi tanda d leher dan dadaku. aku berontak hampir mengeluarkan air mata, seakan yg ada d depanku bukan seorang andi yg penuh kharisma. tiba2 ponselku berdering, andi menghentikan aksi bejatnya, menjauhkanku dan duduk d sofa.
"hallo mas dimas"
"....."
"iya, saya udah selesai, saya segera turun"
"....."
permisi pak, saya sudah dijemput dimas. akupun berlalu sambil meraoikan baju tak agak berantakan
****
diatas balkon kamar, aku bisa melihat cinta masuk k mobil. laki2 sepertiku ditolak gadis kismin seperti dia? memilih bekas satpam? oh god, aku terlalu bodoh.... kw akan menyesal cin
andi menelepon temannya dan mengajak k klub, dsana aku melihat lisa. aku duduk disebelahnya
"andi, aku pengen balikan"
"maaf lisa, itu tak mgkn. aku suka seseorang"
"tapi dulu kw berjanji bila aku dan suamiku akan bercerai, kw akan kembali padaku"
"apa krn dia sdh bangkrut sehingga kw bercerai dengannya?"
"krn hatiku bukan miliknya andi"
tapi kw yg menghianatiku lisa......
****
"cinta apa kw sudah memikirkan jawabannya?"
"aku akan membuka hatiku padamu mas dimas, semoga kw lah pangeran yg dtg mencium putri yg tertidur hatinya"
dimas tersenyum dan menggenggam kedua tanganku, aku pastikan akulah pengeran itu cinta. mencium keningku dan memelukku tanda kasih sayangnya padaku
dimas memberi sebuah pena dan buka tulis bergambar pengeran diatas kuda putih
"untuk apa ini mas?"
"tulislah semua perasaan susah senangmu dibuku ini agar aku bisa merasakan apa yg dihatimu"
"ibarat kw penanya, dan aku buku tulisnya"
kami tertawa bersama saling menatap penuh kegembiraan, sesaat aku lupa dgn apa yg telah andi lakukan padaku d apartemen itu
****
seperti biasa kami rapat dengan investor asing, hasilnya sangat memuaskan
kami mengantar sang investor sampai menuju lift dan kembali k meja kerja
"masuk k ruangan saya"
aku melakukan apa yg diperintahkan bosku
"cin, aku minta maaf soal yg kmrn. aku ingin jujur padamu. aku menyukaimu" andi bicara agak gugup
what!!!!! ga salah seorang andi menyukai gadis yg tidak termasuk dalam incarannya?
"apa bapak becanda?" kataku sambil tertawa dlm hati
dia mengeluarkankotak kecil dari sakunya dan membuka ada cincin berlian yg pasti harganya sangat mahal
"aku sudah lama ingin memberi ini tp aku bingung cara mengungkapkannya"
kami terdiam sesaat, andi mengambil cincin itu hendak melingkarkan k jari manisku
"maaf pak, saya sudah menerima mas dimas"
andi terdiam lalu tersenyum
"ternyata kw ga bisa melihat mana berlian mana imitasi" andi tertawa memasukkan kembali kotak kecil k sakunya
"baiklah. kalo sdh tak ada kerjaan. kw bisa pulang"
andi memutar mejanya dan duduk d kursi kerjanya. tak melihatku. dia sibuk membuka berkas yg ada d mejanya
aku permisi dan meninggalkan ruangan dan mengemasi barangku untuk pulang. krn aku yakin dimas sudah menungguku d parkiran