"bunda,..." cinta menghampiri ibunya yangg baru tiba, cinta menjemput bunda ditemani dimas
cinta menyalim dan memeluk ibunya karena sangat merindukan beliau. ibu membelai ranbut putri kesayangannya lalu melirik pada dimas, dimas mengangguk dan tersenyum
setelah melepaskan pelukan, cinta menoleh pada dimas
"bun, kenalkan ini dimas calon suami cinta" lalu dimas mencium punggung tangan ibu cinta
"biar saya yang bawa tasnya tante" dimas menawarkan bantuan
"terima kasih" senyum bundanya cinta merekah
mereka menaiki mobil dimas lalu berangkat menuju ke tempat tinggal cinta
"jadi kapan rencana pernikahan kalian" bunda mulai percakapan di dalam mobil
"setelah bunda ketemu dengan ortu dimas, kami segera menikah bunda" jawab cinta
"secepat itu? apa tidak bertunangan dulu"
"sebaiknya kita bicarakan setelah kita sampai tante" dimas menjawab karena cinta terlihat ragu
"baiklah' jawab bunda, masih dalam posisi menggenggam tangan cinta di mobil dimas
......
setelah sampai di tempat cinta, asam urat bunda tiba tiba kambuh
"apa kita ke dokter aja bunda?" ajak cinta
"ga perlu cin, tolong belikan obat ini aja nanti bunda minum dan langsung sembuh kok" bunda memberi bungkus obat asam urat
"udah biar saya aja yang beli, cinta temani tante" ujar dimas
"ada yang mau saya beli mas, bunda bisakan kami tinggal sebentar?"
bunda mengangguk lalu melihat cinta dan dimas menghilang dari balik pintu kamar cinta
setelah mobil dimas melaju, mobil andi tiba di rumah kos cinta tak menunggu waktu lama dia turun dan menuju kamar cinta
"permisi, ada cinta bu?" tanya andi sopan
"lagi pergi bersama nak dimas, siapa ya?" tanya bunda
"saya andi teman kerja cinta"
"ooo... mari masuk, mereka sebentar kok. mau minum apa nak?"
"tidak terima kasih bu"
bunda berdiri dengan bersusah payah berjalan menuju dapur mini cinta
"ibu sakit" tanya andi hendak memapah bunda, tapi bunda menolak dengan senyuman
"sudah nak, duduk aja, ini penyakit orang yang sudah tua"
andi kembali duduk lalu bertanya "ibu, org tua cinta?"
"benar nak, saya baru aja tiba karena cinta katanya mau segera menikah"
andi berfikir keras gmana cara membatalkan pernikahan mreka
"sebenarnya saya kaget juga kok mreka buru buru menikah, kan bisa tunangan dulu, cinta kan masih muda" bunda mulai percakapan
"kenapa ibu ga bilang aja kalo ibu pengennya mreka tunangan dulu"
"kalo saya bilang harus bertunangan dulu, cinta pasti nurut tapi sayakan ga bisa memaksakan kalau memang itu jodoh cinta nak"
"cinta anak yang patuh ya bu" andi mulai mengorek informasi
"benar nak, walaupun saya bukan ibu kandungnya. dia sangat menyayangi saya, saya juga menyayanginya. dia tak tega melihat saya bersedih"
bunda mulai bercerita tentang hidup cinta
akhirnya aku punya cara memisahkan mreka, batin andi
"maaf bu, bisa saya minta no hp ibu. agar saya bisa hubungi cinta bila cinta sampai dsini, karena dari tadi saya hubungi cinta tapi ga aktif"
"oalah nak, ponsel cinta kemarin terjatuh entah dimana. emang cinta dari kemarin ga kerja?"
"di-dia ijin bu" andi berbohong
"ooo begitu" bunda mengangguk
lalu bunda mengeluarkan ponselnya dan memberi pada andi "boleh nak, tapi saya sudah tidak jelas lagi melihat angka angkanya. bisa nak andi cari nomornya dengan nama bundanya cinta?"
andi menurut mencari nomor yang tertera nama bundanya cinta. setelah menyimpan nomor bunda. saat menutup nomor kontak, dilayar tampak gambar cinta dan adeknya perempuan. cinta memakai baju seragam abu bau, dia sangat cantik....mungkin ini adik cinta yang sudah pergi, batin andi
"ibu saya permisi, lain kali saya mampir. terima kasih"
"ooo jadi ga nunggu cinta?" andi mengeleng dan tersenyum " baiklah nanti saya sampaikan ke cinta" bunda menjawab
....
cinta bersama dimas datang, lalu cinta membuka kotak dan mengeluarkan benda pipih dan memasukkan kartu kecil dan mulai mengaktifkan benda pipih tersebut
"cinta tadi temanmu datang namanya andi" cinta terkejut langsung menoleh pada ibunya dan dimas melihat keterkejutan cinta
"ngapain dia? ibu ada crita apa aja sama dia?" cinta mulai menginterogasi bunda
"ga ada cuma mau ktemu cinta"
"dia ga bilang apapun?" cinta takut terbongkar rahasinya
bunda menggeleng. cinta menarik nafas panjang, itupun tak luput dari pendangan dimas...
"jadi tadi beli ponsel baru cin?" bunda lupa dengan andi, padahal dia mau mengatakan kalau andi minta no ponsel bunda
"iya bun skalian ke grapari mengaktifkan nomor yang sama" cinta mulai sibuk dengan ponselnya
"bun, ayo poto" cinta memeluk ibunya dan berselfi ria
"nak dimas, ayok kita berpoto" dimas melambaikan tangannya, menolak dengan senyuman tapi cinta langsung menarik tangan dimas, akhirnya mreka menyimpan banyak poto di ponsel baru cinta
.....
di gedung kantor andi
"permisi, saya mau ambil barang barang saya dan melunasi hutang saya" cinta meletakkan amplop coklat di meja kerja andi surat pengunduran dirinya
"dari mana kau dapatkan uangnya? apa dimas memberikanmu uang itu?" andi merasa heran
"astagaa pak, apa saya harus lapor dari mana uang ini saya dapat?" cinta meninggikan suaranya
"kau harus menghentikan pernikahan kalian"
"apa hak bapak?"
"aku tak akan memberikan hak buat dimas menjadi ayah atas anakku"
"sudahlah pak. dimas lebih pantas menjadi sosok ayah buat anak saya"
"aku akan menikahimu" andi memaksa
"keangkuhan bapak membuat saya ragu atas kesungguhan bapak, status kita berbeda. saya akan tersiksa menjadi istri bapak"
"aku akan berubah demimu cinta, aku akan berubah percayalah" andi berlutut, dia tak pernah memohon kepada manusia manapun kecuali pada mami dan ini untuk kedua kepada cinta
ini membuat cinta terkejut. apa betul ini andi, rela memohon padanya? astagaa.....
"pak. pernikahan kami sudah 80% dan tak mungkin dihentikan" cinta masih berdiri di hadapan andi yang berlutut
"aku mencinta dimas"
baiklah, aku akan menghubungi seseorang dan mengatakan yang seharusnya aku katakan. andi mengambil ponselnya dan menelepon seseorang
tak berapa lama seseorang mengangkat dari sana. andi mengaktifkan speakernya
"assalamualaikum" astaga suara bunda. cinta membelalakan matanya
"ibu saya teman cinta yang kemarin ktemu di tempat tinggal cinta, ada yang mau saya beritahu tentang saya dan cinta"
cinta langsung mengasi aba aba untuk menutup teleponnya dengan mengangguk pada andi
"cerita apa nak, bunda siap mendengar"
"ah bukan crita sepesial cuma mau bilang kalau cinta teman kerja yang paling solid bu" andi tersenyum
"oooo" bunda tak mengerti kata solid
"baik bu saya tutup dulu, terima kasih"
"kau tak menceritakan tentang anak itu pada ibumukan? kau juga tak bilang kalo uang itu dariku?" bisik andi ketelinga cinta
"kau laki laki paling b******k yang pernah aku kenal" cinta sangat marah
" aku akan melakukan segala cara untuk mendapatkanmu cinta"
"katakan pada dimas, pernikahan kalian dibatalkan"
cinta menghentakkan kakinya, berbalik dan meninggalkan andi dengan senyum kemenangan
lalu andi menghubungi seseorang, "aku segera akan menikah" lalu menutup dan duduk di kursinya
diluar ruangan andi
cinta merasa sesak dan air mata sudah dipelupuk mata, dia masuk ke dalam lift, saat pintu lift terbuka di lantai 15 doni masuk. sekarang mereka berdua di dalam kotak besi
"selamat ya cin, akhirnya kau akan menikah" doni dengan raut sedihnya
"terima kasih" ingin rasanya cinta memeluk doni untuk menuangkan rasa sesak di dadanya
"beruntung skali laki laki itu" doni mulai berkaca kaca, bibirnya bergetar. cinta menoleh pada menatap doni
"mas, kenapa kau tinggalkan aku" air mata cintapun tumpah
"critanya panjang cinta, tapi itu bukan hal yang penting lagi karena kau sekarang akan bahagia" ingin rasanya doni menghapus air mata itu dan memeluknya tapi ini tidak tepat
sampai pintu lift terbuka, akhirnya mereka berpisah
doni masuk membuka pintu mobil, duduk di kursi kemudi, menutup pintu dengan kasar
cinta, knapa sepertinya aku tak bisa bernafas, doni memegang dadanya yg terasa sakit. lalu dia memegang stir mobil dengan erat. akhirnya air matanya kluar
*06.06.20