RAHASIA YANG TERUNGKAP

1413 Kata
ponsel bergetar, cinta melihat dan membuka notif -cin, aku tunggu di cafe rindu andi -mau apa lagi cinta -membahas pernikahan kita andi cinta tak membalas lagi, mulai kesal dan melempar ponsel ke ranjangnya. duduk di tepi ranjang, kenapa andi begitu keras kepala. kehidupannya jauh tak terjangkau olehku, aku ga mungkin bisa hidup tenang disampingnya.  -30 menit ga ada dsini, aku telpon ibumu andi astagaaa.... andi, kau seorang diktator lalu cinta menuju lemari pakaian, mengganti pakaiannya, memoles bedak diwajahnya dan lipstik di bibirnya, bersiap untuk pergi "mau kemana dek?" dimas tiba tiba berdiri di depan pintu kamar cinta  "mau jumpa teman mas"  "mau mas antar?"  cinta masih sibuk merapikan rambutnya " ga perlu mas, saya udah pesan taksi online"  "baiklah" andi masuk dan duduk di kursi "ada apa mas?" cinta menoleh pada dimas "tadinya mau ajak makan sama, mas bawa nasi bungkus" dimas menunjukkan kresek  "tunggu aja mas, cinta bentar kok" cinta tersenyum "baiklah, hati hati ya dek" cinta tersenyum dan mengangguk  sampai di café seorang pelayan menghampiri cinta "maaf dengan nona cinta?" cinta mengangguk lalu pelayan mengantar cinta menuju tempat andi cinta duduk berhadapan dengan andi "apa kabar cin?" "buruk" andi tertawa kecil "mau pesan apa?" sambil menyodorkan menu makanan "saya tidak lapar" lalu andi memesan makanan, pelayan meninggalkan mreka. andi pindah ke kursi di samping cinta andi mengetuk meja berulang kali dengan jarinya seakan akan memikirkan sesuatu lalu melirik ke cinta "sudah kau bicarakan dengan dimas?" tanya andi "tak akan" cinta memelintir tisu yang disediakan diatas meja tak mau melihat andi "kau benar benar keras kepala, gimana cara aku menunjukkan keseriusanku untuk menikahimu?" "bapak ingin anak inikan? mau menikahiku karena nya?" tanya cinta "astagaa.... cinta sepicik itukah kau menilaiku?"andi menatap cinta kaget "untung bapak menyadarinya" cinta menjawab dengan cuek "aku menginginkanmu dan anakku" andi dengan wajah serius "jangan buat beban hidup saya semakin sulit pak. tolong mengertilah" cinta mulai menurunkan nada bicaranya.  "apa maksudmu cinta?" "hidup saya terasa nyaman dengan adanya dimas disamping saya" cinta menunduk dan menitikkan air mata "dia selalu ada disaat saya membutuhkan seseorang untuk tempat bersandar" hati andi terasa sakit mendengarnya "saya tak mungkin meninggalkannya, dia sudah sangat berharap dengan pernikahan ini?" lalu cinta meremas kedua tangannya "lalu kenapa dulu kau tak meminjam uang itu padanya sehingga kejadian itu tak pernah terjadi?"  "saat itu dimas sibuk dengan perkara di luar kota, sehingga saya ga mau menambah beban pikirannya" penjelasan cinta membuat andi semakin sakit 'pernah suatu hari saya mencoba meminjamkan pada dimas ternyata perkara yang sedang dikerjakannya gagal jadi saya mengurungkan niatku, untuk itu saya memohon pada bapak agar bisa memberi saya waktu tapi bapak...." cinta tak meneruskan kalimatnya "cukup cinta, jangan teruskan, saya minta maaf" andi merasa malu bila cinta meneruskan kalimatnya "apa kau mencintai dimas?" andi takut jawaban cinta akan menyakiti hati andi yang paling dalam "saya mulai mencintainya pak, karena dia sosok suami yang patut dicintai dan bisa diandalkan" cinta menjawab membuat andi lemas dan hatinya benar benar sakit seperti ditusuk belati "kalo dirimu tak mau bersamaku, bisakah aku memohon agar anakku bisa menjadi milikku?" "maksud bapak?" "menikahlah denganku sampai anak ini lahir setelah itu kita bercerai, kau bisa menikahi dimas" 'saya menolak, tak mungkin saya menyerahkan anak ini pada bapak" cinta tak terima kalau anaknya berpisah darinya, karena dia mulai menyayangi anak ini sejak dimas juga menerima anak ini menjadi anaknya "tapi aku ayah biologisnya. aku berhak atas anak ini" "trus anak ini akan dirawat oleh istri bapak kelak? apa bapak yakin kalau anak ini akan mendapat kasih sayang seorang ibu dengan benar?" "berarti kau ditakdirkan untukku cinta" andi meyakinkan cinta "saya tetap akan menolaknya" cinta yakin tak bisa bahagia bersama andi "baiklah aku akan bicarakan ini pada ibumu, menjelaskan semua yang terjadi"  andi mengeluarkan ponselnya dan mencari nomor bunda cinta "bapak mengancam saya?" cinta hendak merampas ponsel andi tapi gagal karena keduluan andi mengelak dari tangan cinta "bisa dibilang begitu" andi tersenyum, melihat cinta tak berniat merebut ponsel andi andi memasukkan ponselnya ke saku celana saling menatap dalam diam, lalu cinta menarik nafas panjang pelayan datang membawa makanan yang dipesan andi, "makan ya biar sikecil ga kelaparan di dalam" andi menyodorkan makanan ke depan cinta, sebenarnya cinta lapar tpI dia sudah janji akan makan bersama dimas pelayan meninggalkan mereka, tapi cinta tetap tak menyentuh makanannya "ayolah cinta, sedikit aja. aku mau membuktikan pada anakku kalo ayahnya memberinya makan melalui ibunya" andi membujuk cinta akhirnya cinta makan, tanpa disadari cinta melahap makanan hingga tak bersisa karena sangat enak. andi sangat senang melihatnya. setelah selesai makan, andi mencoba lagi untuk meyakinkan cinta "gimana cin, kapan kita akan menikah?" cinta mengeleng gelengkan kepalanya pelan "pak terlalu banyak sisi kehidupan bapak yang tak bisa saya mengerti. saya tak sanggup kalau harus dilabrak oleh perempuan yang ada disekeliling bapak" "kau cemburu?" andi membulatkan matanya "cihh.... tak pernah dipikiranku untuk mencemburui wanita yang sudah bapak tiduri" cinta jengah dengan kata kata andi "jangan asal bicara cinta, kau membuat seolah olah aku adalah laki laki b******k" "kenyataan memang bapak b******k" cinta mengangkat sebelah alisnya andi mulai geram, hampir saja dia membalikkan meja yang ada di depan mreka 'siapa yang kau maksud perempuan disekelilingku lisa? cla? intan? siapa lagi?" "apa maksud bapak dengan intan" tanya cinta bingung  " iya sejak dia menyatakan perasaannya padaku, aku memlih tinggal di apartemen" raut wajah andi berubah cinta terkejut, bukankah mreka kakak adik? "trus siapa lagi, cla? diapun begitu tapi aku melihat dia seperti wanita penghibur, membuatku jijik" andi melanjutkan critanya plak.... 'jaga bicara bapak, cla itu sepupu saya" andi mengelus pipi yang ditampar cinta "siapa lagi, lisa? dia memang cinta pertamaku....." andi menghentikan perkataannya "karena cintaku yang terlalu dalam, aku menginginkannya untuk menjadi istriku. saat kami b******u, kami hampir telanjang tiba tiba terlintas dipikiranku untuk menanyakan sesuatu padanya apa aku laki laki pertama buatnya, dia menghentikan kegiatan kami. lalu memungut pakaiannya dan duduk d tepi ranjang" pikiran andi seperti balik ke masa lalu "lalu" cinta mulai penasaran menatap andi dan mencerna setiap perkataannya "aku bukan yang pertama baginya, kau tau saat itu aku hancur, aku menyuruhnya mengejar laki laki itu" "asal kau tau cinta, kejadian malam itu juga hal yang pertama buatku" andi mendekatkan wajahnya pada wajah cinta,  cinta membeku seakan susah menjauh dari wajah andi  "sampai aku tak sadar sudah menanamkan benihku di rahimmu karena.... karena keenakan" andi tertunduk karena malu lalu menggenggam tangan cinta agar cinta yakin dengan semua perkataannya "mungkn aku terlihat b******k dimatamu, tapi aku tetap menjaga diriku agar suatu saat aku bisa merasakan nikmatnya surga dunia bersama istriku" "semua prinsipku hilang saat menginginkan dirimu seutuhnya" andi menatap cinta, kejujuran terpancar dari bola mata andi "tau kah kau cinta, saat kejadian itu, aku sudah meyakinkan dhatiku bahwa kau adalah istriku. malam yang kita lalui itu adalah malam pertama kita walaupun belum sah dimata hukum dan agama" cinta merona malu dengan ucapan andi "untuk itu kita harus mensahkan status kita cin" andi dan cinta diam seperti mulut mereka terkunci andi memiringkan badannya, memeluk pinggang cinta dan berbisik ditelinga cinta "saat pertama kali kita bertemu, ada getaran dihatiku tapi aku tepis karena aku beranggapan kau sama dengan temanmu intan dan cla. tapi pikiran itu sirna saat kau bekerja di kantorku, aku mengenalmu lebih dekat. kau wanita baik baik, cantik, ramah dan punya sifat pemaaf. itu yang membuatku semakin jatuh hati padamu" andi mengingat awal mreka berjumpa cinta menoleh pada andi, seketika itu bibir mereka bertemua, cinta memundurkan wajahnya tapi lain dengan andi, dia malah memajukan sampai cinta mendorong pelan d**a andi "knapa intan menyukai bapak, bukankah kalian bersaudara" aku yang semakin bingung dengan pernyataan andi "jadi intan tak cerita tentang keluarganya?" cinta menggeleng, andi tersenyum karena dia berfikir kalau intan akan menceritakan segalanya pada sahabat sahabatnya "papinya menikah dengan mamiku jadi kami bukan sedarah" cinta terkejut "aku tak menyukai laki laki itu, dia menikahi mamiku karena semata mata harta yang dipunya mamiku dari papiku almarhum" "laki laki itu b******k"  "tapi mamiku sangat mencintanya, dia cinta pertamanya mamiku akhirnya seperti yg kau lihat sendiri, mereka sekarang bersama" "aku pikir, intanpun sama dengan papinya ternyata intan anak yang baik, tapi untuk membalas cintanya itu tak mungkin" pantas saja papi intan tak mirip andi, batin cinta dan tersenyum tipis andi melihat cinta tersenyum "kenapa tersenyum?" cinta cuma menggeleng "setelah aku menolak intan, dia memutuskan melanjutkan sekolah keluar negeri' andi melanjutkan ceritanya cinta masih dalam keterkejutan mendengar crita andi, pantas saja dulu setiap intan bertemu dengan andi, dia terdiam dan merasa kikuk "menikahlah denganku, aku akan berusaha membahagiakanmu juga anakku" andi memohon lagi "biarkan saya berfikir dulu pak" "tak ada waktu lagi cinta, perutmu akan semakin membesar, dan seandainya anak ini lahir disaat kita akan menikah, maka anak ini tau masa lalu kita. kita harus segera menikah" pernyataan andi masuk akal "tapi saya bukan termasuk kategori gadis dalam incaran bapak" cinta mengingat kata kata andi dulu saat temannya memuji cinta di apatemennya andi tertawa "aku bilang gitu agar dia ga dekati kamu, kan aku lagi usaha dekati kamu disitu" "hah????" cinta terkejut. andi tertawa lagi "segera selesaikan dengan dimas" ujar andi andi mendekati cinta, memeluknya. karena cinta diam, andi memberanikan diri untuk mengecup bibir cinta, cukup mengecup membuat getaran dihati mereka *08.06.20
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN