HARUS MEMPUNYAI AYAH

983 Kata
andi duduk di ruang keluarga ditemani sang mami "mau minum apa nak?" tanya mami "teh aja mi" lalu mami beranjak membuat teh buat anak kesayangannya setelah selesai membuat teh, mami memberi ke tangan andi  "ada apa ndi, knapa kamu tampak gelisah" "mi, apa pendapat mami kalau ada seorang wanita yang tega membuang atau mengugurkan kandungannya" "waduh, dia wanita yang tidak pernah bersyukur karena menyianyiakan anak yang dititipkanNya padanya' "bagaimana kalau anak itu hasil hubungan gelap atau hubungan diluar nikah?" "berarti yang salah wanita dan pria yang menghasilkan anak itu" "makanya ada kata kata bijak mengatakan berfikirlah sebelum bertindak" mami menjelaskan dengan masuk akal  "kenapa ndi, apa kamu sedang melakukan sesuatu tanpa sepengetahuan mami? pertanyaan mami membuat andi terkejut "ah tidak mi, ada teman yang sedang ada masalah" andi berbohong "ooo... untungnya bukan kamu ndi" mami tersenyum lalu mreka lanjut cerita tentang seputar bisnis karena saat ini bisnis yang dikerjakan andi cukup berhasil membuat tante berlian semakin bangga pada andi "kapan kau akan membawa calon menantu mami ke rumah?" tanya tante berlian "aku belum menemukannya mi" padahal ada nama di hati andi "kalau mami kenalkan dengan anak teman mami gimana?" mami menatap andi menunggu jawabannya "ga perlu mi, sebenarnya sudah ada yang andi suka tapi belum saatnya membawa kehadapan mami" andi mulai membuka hati buat cerita pada maminya "betulkah? siapa namanya nak" mami merapatkan diri ke andi karena ingin lebih mengenal wanita dambaan andi tak berapa lama intan datang bersama doni, pembicaraan mereka terhenti karena andi tak mau ada orang lain yang tau tentang dirinya. mami sangat mengerti perihal anaknya lalu intan dan doni mencium punggung tangan mami. intan duduk disamping mami sedang doni duduk di sofa single  "intan bawa martabak" membuka plastik kresek dan mengeluarkan kotak berisi martabak "cinta sangat menyukai martabak ini" andi langsung menoleh pada martabak yang disukai cinta lalu andi mengambil sepotong martabak, dia membayangkan dia memakan martabak ini semanis dia memakan cinta. ahh..... kenapa pikiranku menjadi liar bila tersebut namanya, lalu andi mengeleng geleng kepalanya agar membuyarkan pikiran kotornya "oia kak tadi aku mengantar cinta ke kosnya, ditengah perjalanan aku melihat kebelakang jok mobilku ternyata paper bag cinta tertinggal di kursi belakang jadi aku kembali mengantarnya"  intan mulai membuka pembicaraan mreka "tau ga kak, aku sudah ketemu laki laki yang menghamili cinta" intan bersemangat dengan menggeser posisi duduknya agak kedepan "APAAAAA??? CINTA HAMIL?" mami dan doni bersamaan andi sempat terkejut dengan raut wajah doni yang mempertanyakan apakah cinta hamil seakan akan doni mengenal cinta tapi dia tepis pikirannya karena mereka pernah bertemu di rumah ini, wajar dia terkejut 'he eh, aku langsung labrak dia supaya mau bertanggungjawab. alhamdullilah dia mau kak" intan tersenyum andi pucat dan mencerna perkataan intan, apa dimas yang mau bertanggung jawab.  "astagaaa.... apa lagi yang menimpa cinta" mami tampak dengan raut sedihnya "siapa laki laki itu cin" tanya mami "namanya dimas" martabak yang dipegang andi terjatuh, pikirannya kacau. tak mungkin itu anak dimas, itu pasti anakku serempak mami, doni dan intan menoleh kearah andi karena andi menjatuhkan martabaknya "ada apa kak?" tanya intan "ah tidak" lalu andi memungut martabak itu dan membuangnya, meminum teh yang disajikan mami hingga kandas "bisa dibilang hidup cinta sangat menderita" intan bercerita tanpa memperdulikan raut wajah doni dan andi yang sudah berubah "mulai dari rumah cla dimana cinta diperlakukan layaknya art, pengusiran mama cla hingga harus tinggal disini dan 1 lagi dia pernah hampir diperkosa pamannya cla" mami, doni dan andi semakin ternganga dengan crita intan "di sekolah banyak kaum hawa membully dia mungkan karena dia cantik dan pintar sehingga kaum adam banyak jatuh hati padanya hihi...." intan mengingat saat Thomas temannya mengungkapkan cinta berulang kali dan berulang kali pula ditolak cinta "syukurlah kalo laki laki itu mau bertanggungn jawab. semoga cinta berbahagia" doa mami buat cinta "lalu kapan rencana cinta akan menikah in?" tanya mami lagi "tadi aku meninggalkan mreka berdua untuk membahasnya, besok aku coba tanya ya mi" "baiklah.... terus gimana rencana pernikahan kalian" kini mami bertanya padaku dan doni 'Ah.... sepertinya kalian harus menunggu karena kita harus menunggu kabar baik dari andi. iyakan nak?" mata mami tertuju pada andi "jadi kakak akan menikah dengan kak lisa?" tanya intan andi menggeleng "trus siapa wanita yang beruntung itu nak" tanya mami penuh penasaran. andi tak menjawab lalu beranjak meninggalkan mreka "oia apa ada hal yang penting mau dibicarakan sama mami?" tiba tiba mami bertanya sebelum andi menghilang dari hadapannya. karena dia tau kalau tidak ada hal penting, tak mungkin andi mau datang ke rumah maminya "tak ada mi.... aku hanya ingin melihat keadaan mami, sekarang aku harus pulang karena ada beberapa pekerjaan yang harus aku selesaikan. aku pulang mi" mencium pipi mami dan mengangguk pada doni ..... di rumah kos cinta "kita harus ketemu orang tuaku" ujar dimas setelah intan setuju mau dinikahi olehnya "apa mas bisa mencintainya, dia bukan darah daging mas" tanya cinta "besarnya cintaku pada ibunya, segitulah aku mencintai anaknya" dimas mencoba meyakinkan cinta terdiam dengan pikiran masing masing "aku bersedia menikah dengan mas dengan 1 syarat" pinta cinta "apapun syaratnya akan aku penuhi"  "mas tidak akan bertanya siapa ayah dari anak ini" menatap manik dimas dimas tersenyum, "baiklah aku berjanji tapi aku juga punya syarat buatmu" "apa itu mas?" "tetap disampingku hingga ajal menjemput" cinta menunduk lalu mengangguk "sekarang istirahat supaya anakku nyaman karena ibunya terlalu banyak menangis" dimas memeluk cinta dan mencium puncak kepalanya dengan penuh kasih cinta terkaget lalu tersenyum tipis "mulai sekarang dia akan menjadi anakku" dimas sudah menghilang dibalik pintu kamar cinta  lalu cinta merebahkan badannya ke ranjang singlenya. mungkin ini keputusan yang tepat karena ayahnya hanya menginginkan tubuhku bukan mencintaiku, karena seorang pria akan menjaga hati pujaannya bukan malah membuat trauma. ...... hari ini cinta tak masuk kerja, biarlah gajiku dipotong 5% karena tak memberi kabar lalu menarik selimut untuk segera menutup matanya karena semalaman dia tak tidur jadi pagi ini terasa sangat mengantuk saat bangun, hari sudah siang. dia mengambil ponselnya dan melihat notif. astagaaa pak andi mengirim banyak pesan diantaranya - kenapa tidak masuk -apa terjadi sesuatu diperjalananmu? -apa kau sakit? -kenapa tidak membalas -kau dimana -jangan membuatku marah -cepat balas!!!! dan banyak lagi sampai pusing membacanya, belum lagi panggilan tak terjawab ah..... sebaiknya aku mandi dan segera ke alun alun menenangkan diri setelah selesai berpakaian rapi dan polesan makeup yang tipis, cinta melangkahkan kaki keluar kos saat menuju gerbang rumah kos,  andi berdiri di depan gerbang dengan jas kebesarannya mata merah, kepalan tangan menahan marah sambil nafas terengah engah
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN