BAB 3 SANG AHLI HECKER.

1030 Kata
Sesampainya andi di kampungnya, ia segera menemui sahabatnya untuk menceritakan apa yang telah barusan terjadi. "Masak! kamu jatuh cinta bro?" pekik joko yang gak percaya bila sang sahabat telah jatuh cinta. "Aku gak tau tentang isi hatiku ini jok! aku terngiang-ngiang dengan wajahnya cantiknya" ujar andi. "Bentar-bentar, emang kamu dah tau seluk beluk tentang sang buah hati ini?". "Aku taunya baru namanya doang jok". "Haduh! siapa namanya? sini biar aku bantu cari tau silsilah keluarganya". "Namanya merry" jawab andi. Joko terkejut mendengar nama merry, seperti dia mengetahui tentang sesuatu. "Apa! merry? kayak pernah denger nama itu, tapi di mana ya?" ucap joko bertanya-tanya. "Yang bener kamu jok? emang dimana kamu denger namanya?". "Bentar aku cek di laptopku dulu" jawab joko lalu menyalakan laptopnya. Sama halnya dengan andi, joko juga seorang pengangguran. Namun ia sangat lihai mengoperasikan laptop. Saking fasih nya mengendalikan komputer, sampai-sampai ia di kenal dengan sebutan hecker kampung oleh warga disana. Pernah joko beberapa kali melancarkan aksinya, mulai dari meng hack lampu merah, SPBU sampai mesin kasir tak luput dari kejahilannya. Ia melakukan hal tersebut hanya iseng semata, tak pernah di gunakan untuk meminta tebusan atau lainnya yang berhubungan dengan kriminal. "Eh, coba liat ini di! ada banyak artikel yang menerangkan nama merry" ujar joko. "Berarti dia cukup terkenal juga" tanya andi terkejut. "Bentar, ini aku baca di salah satu artikel yang menjelaskan bahwa ayah merry menjalankan bisnis miras". "Ha! miras?". Setelah cukup lama berselancar di internet, nampak joko menemukan sebuah portal mengenai bisnis yang di jalan ayah merry. "Ketemu!" pekik andi. "Apanya yang ketemu jok?" tanya andi. "Tenang, nanti kamu tau sendiri". Joko kembali beraksi memainkan jarinya dengan lincah membuka portal ayah merry. Tak mudah untuk menembus portal tersebut. Beberapa kali joko gagal akses masuk karena kombinasi huruf dan angka yang sangat rumit untuk masuk ke portal itu. Tak menyerah, joko semakin berpikir keras. Keringatnya mulai mengucur di keningnya, matanya fokus tanpa berkedip melihat layar laptop dan jarinya semakin cepat mengetik keyboard hingga akhirnya... "Berhasil!" ucap joko lega. "Hebat kamu jok! gak percuma aku punya sahabat sehebat kamu" puji andi. Joko berhasil masuk ke portal tersebut dan tiba-tiba kening mengkerut seperti menemukan sesuatu hal yang sangat mengejutkan. Sementara di kantor pusat kepolisian.. "g****k! kamu tau dia anak buah siapa?" tanya darto komisaris polisi. "Siap pak pak!, tidak tahu" jawab tegas bagus. "Dia itu anak buah salah satu mafia terbesar di negara kita dan kamu tau jaringannya? sudah sampai manca negara!, kenapa bisa sampai kamu lepaskan?" bentak darto. "Maaf pak, saya kurang tau soal itu. Jadi..." "Sudah cukup kapten bagus! kamu telah membuat saya kecewa. Hari ini juga kamu saya mutasi ke sektor desa!" perintah darto. "Siap pak! mohon di pertimbangkan kembali pak, beri saya kesempatan lagi". "Sudah-sudah, sudah terlalu banyak kesempatan yang yang saya berikan, kali ini kesalahan kamu sangat fatal!". "Siap pak!" jawab bagus lalu berjalan keluar ruangan darto. Hari itu juga bagus merapikan berkas-berkas yang ada di ruangannya dan bergegas ke kantor polisi sektor desa. Dalam perjalanan menuju ke kantor polisi desa, tiba-tiba terdengar suara pemberitahuan di hpnya. "Ting!". Sambil mengemudi mobil, ia membaca pemberitahuan tersebut yang memberitahukan bahwa ada transaksi masuk ke rekening sebesar 1M. Wajah yang sebelumnya murung penuh murka, seketika berubah menjadi sumringah. Keesokan harinya... Disebuah gedung PBB sedang berlangsung rapat yang menghadirkan para pejabat tinggi militer dari berbagai negara. Bambang sujatmiko jenderal bintang tiga menjadi perwakilan negara Indonesian dalam rapat tersebut. "Dan perlu diingat, tingkat kejahatan mafia khususnya perdagangan miras, ini sudah sangat mengkhawatirkan. Para mafia kelas kakap seakan mengendalikan sistem pertahanan negara" ujar Gustavo Graham presiden PBB. "Khususnya Indonesia, pak bambang, gimana anda akan menangani mafia-mafia yang ada di negara anda. Di negara anda, indonesia, kasus penyelundupan miras cukup marak menyuplai miras ke mancanegara, apa anda tahu hal ini?" lanjut gustavo sambil memandang bambang. "Kami sudah berusaha semaksimal mungkin, tapi mereka terus berupaya mencari kelemahan sistem pertahanan kita" jawab bambang. "Lalu bagaimana anda menutup kelemahan-kelemahan tersebut?". "Memperketat jalur tikus yang selama ini mereka gunakan untuk menyelundupkan miras hingga merotasi kepala kepolisian untuk meminimalisir fraud di tingkat terbawah". "Baik, kami sangat percaya dengan anda, semoga berjalan dengan baik, dan kita tutup rapat dengan agenda memberantas mafia mancanegara ini". Bambang sujatmiko merupakan jendral tingkat tiga di bidang militer yang mengurus mafia-mafia lintas negara. Sama halnya dengan darto, cuman bedanya darto pejabat tinggi militer sebatas dalam negeri saja, sedangkan Bambang sujatmiko melingkupi mancanegara. Sesampainya bambang di kedutaan besar. "Siang pak! laporan dari Indonesia bahwa ada seorang anak buah mafia besar baru saja di lepaskan pak" ucap assisten bambang. "Apa! sambungkan saya ke komisaris polisi, sekarang!" pekik bambang. "Siap pak!". Bergegas sang asisten menghubungi komisaris polisi yang ada di indonesia yang tak lain adalah darto. "Halo! gimana itu bisa di lepas pak komisaris? saya disini sedang rapat penanganan mafia mancanegara, kok disana malah di lepas begitu saja?". "Maaf pak jendral, ada sedikit problem disini. Tapi tenang, semua sudah teratasi". "Pokoknya itu wewenang anda, kalua perlu, turun langsung kelapangan" perintah bambang. "Siap jendral, saya sendiri yang ambil alih" jawab darto lalu menutup sambungannya. Darto dan bambang sebenarnya berteman akrab sejak di akademi, namun karena bambang yang lebih sigap dalam menumpas kejahatan, sehingga karirnya cepat menanjak. Terlebih beberapa kasus mafia besar pernah ia bongkar seperti kasus prastyo. "Tenang-tenang, bentar lagi aku bebas. Aku janji akan langsung kembangin bisnis kita lagi" ujar prastyo di balik jeruji besi. "Iya pah, tapi anak kita, linda, bentar lagi ujian kuliah. Aku butuh dana besar" jawab meisya istri pras. "Kamu jual dulu aset kita mah, mobil kek, motor kek, pokoknya yang bisa di jual". Ditengah obrolan mereka, tiba-tiba datang sipir untuk mengecek keadaan di dalam lapas. "Ayo bangun-bangun, cepat berhitung" ucap sipir mengecek sel disebelah pras. Mendengar sipir sudah berada di sel sebelah, pras menyudahi telpon dengan istrinya itu. "Udah dulu mah, ada pengecekan sel" bisik pras lalu mematikan telponnya. Prastyo juga seorang mafia besar di bidang penyelundupan senpi ilegal ke mancanegara. Dia yang mengendalikan peredaran senpi yang ada di indonesia. Sebelum tertangkap, prastyo memiliki pabrik khusus pembuatan senpi. Tapi pabrik tersebut telah di tutup saat pras tertangkap. Ia di vonis 10 tahun penjara waktu itu , namun setelah menyuap sana-sini, pras berhasil memangkas setengah dari masa tahanannya. Dan dalam hitungan minggu, ia akan menghirup udara bebas.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN