CHAPTER ENAM PULUH SATU

2179 Kata

Keduanya masuk ke dalam rumah setelah mengantarkan donat buatan Ivi pada Rangga yang tinggal di sebelah rumahnya. Beberapa kue buatannya juga sudah diantar ke rumah Resti dan sisanya akan di bawa Ivi besok pagi.            Keduanya langsung menjatuhkan diri di sofa ruang tamu. Ivi menyandarkan bahunya di lengan sofa dan menaruh kedua kakinya di pangkuan suaminya.            “Capek?” Ibam melihat wanita itu mengangguk. Ia memijat kaki wanita pelan lalu ke tangannya yang seharian ini berkutat dengan mixer, oven dan adonan-adonan kue.            “Tapi rasanya senang banget.” Senyum wanita itu menggembang. “senang mencium bau kue di seisi ruangan, lihat pernak-pernik cokelat warna-warni, suara denting oven dan proses menghias kue yang serasa melepaskan stress.” katanya lagi.            

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN