Ari melirik gadis yang duduk di sebelahnya. Gadis itu tampak fokus melempar pandangan ke jalan. Gadis itu begitu cantik hari ini. Vanya memakai dress berwarna navy selutut. Rambutnya dibiarkan tergerai namun ia memakai bando dengan hiasan mutiara yang tampak memperindah rambut cokelatnya. Ari bisa melihat bahwa Vanya membubuhnya bedak dan perona pipi, juga memulas bibirnya dangan lipcream yang tidak terlalu mencolok. Sekilas, gadis itu tampak sempurna di matanya. Ari menghentikan mobilnya di perempatan lampu merah. Hari ini, ia memang memilih memakai mobil untuk menjemput Vanya ke acara ulang tahun adiknya. Hal yang membuat Vanya cukup terkejut. “Adik lo tahu gue mau datang, Ri?” tanyanya. Vanya tak memungkiri bahwa ia gugup karena akan bertemu dengan keluarga laki-laki itu. Ia tetap

