CHAPTER LIMA PULUH TIGA

2379 Kata

           “Nggak bisa, bro. Pagi ini gue ada meeting sama owner.” Suara Fery terdengar di ujung sambungan. Ibam duduk di ruang tamu saat hari masih gelap. Ia menempelkan ponselnya di telinga dan mencoba mencari solusi bersama Fery.            “Lo nggak bisa datang buat meeting doang? Setelahnya pulang lagi. Kan lo nggak mungkin minta Ari atau Vanya buat gantiin lo meeting sama direksi.” Suara Fery terdengar lagi. Ibam tampak berpikir sebentar. Pria itu kebingungan. Ia menatap sebelah kakinya yang bergerak gelisah di atas karpet ruang tamu.            “Yaudah. Nanti gue kabarin lagi, deh.” Setelah mengucapkan salam, Ibam memutuskan sambungan. Ia menaruh benda pipih itu di atas meja lalu menatap pintu kamarnya yang masih tertutup rapat.            Seharian kemarin, kondisi Ivi makin m

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN