Selepas kepergian Ibam, Natalie mengetuk pintu kamar Ivi dan menekan handle pelan hingga pintu terbuka. Di dalam kamar, ia melihat Ivi yang sedang duduk di tepi ranjang menghadap jendela. Wanita itu menoleh ke arahnya dan tersenyum kaku. Natalie mendekat lalu menarik kursi yang ada di depan meja rias dan menempatkannya di depan wanita itu. Natalie mengambil sebelah tangan Ivi dan berkata, “It’s okay to not be okay.” Ivi mencoba tersenyum dan mengangguk. “Gue nggak ngerti sama diri gue sendiri. Gue ngerasa selama ini gue udah ikhlas sama semuanya…” Ivi bercerita, “tapi ternyata belum…. Gue malah nyimpan bom waktu yang akhirnya gue ledakkan ke Ibam.” Natalie menatap kedua mata Ivi yang mulai berkaca-kaca. Wanita itu menceritakan sem

