CHAPTER EMPAT PULUH TUJUH

2093 Kata

Ibam keluar dari area kantor Ivi setelah menurunkan wanita itu di depan kantornya. Ia menurunkan kecepatan saat menyadari jalanan lebih padat hari ini. Pandangannya terlempar ke halte transjakarta yang tampak padat. Orang-orang memadati tempat itu. Suasana di dalam bus tak jauh berbeda. Orang-orang berdesakan di dalam bus. Bergelantungan demi menjaga keseimbangan. Pagi ini terlihat berbeda dengan hari biasanya.            Ibam merogoh sakunya dan mengelurkan ponsel dari sana. Ia mengotak atik ponselnya dengan sebelah tangannya, mencari sebuah kontak dari sana dan menghubungi satu nomor.            “Halo, Van…” Ibam menyapa orang di seberang. “kamu di mana?” tanyanya lagi. Pria itu mendengear penjelasan Vanya dalam sambungan telepon itu. “yaudah kamu tunggu di sana aja. Saya baru nuruni

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN