Ibam melirik jamnya di pergelangan tangannya saat ia keluar dari kantornya. Matahari langsung bersinar terik saat hujan mereda tadi pagi. Kaki Ibam melangkah melewati parkiran kantornya lalu berbelok dan masuk ke dalam kafe milik Natalie yang hari itu hanya terlihat empat orang yang tengah mengantri di depan kasir. Mata Ibam memindai sekeliling. Ia mencari keberadaan Natalie yang hari itu tak terlihat di meja biasanya. Ia mendekati etalase dan memilih beberapa buah roti. Sementara seorang gadis muda berseragam membungkus pesanannya, ia ikut mengantre di kasir bersama tiga orang lain yang tersisa. Saat Ibam sampai di depan kasir, ia melihat Natalie keluar dari pintu cokelat yang ada di belakang kasir. Wanita itu melepas apron yang sedang ia pakai dan mendekat ke me

